Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kajari Karo Dicopot, Tapi Apakah Ini Soal Jabatan atau Sistem yang Bermasalah?

by dimas
April 14, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Mutasi pejabat di tubuh kejaksaan kembali terjadi dan kali ini menyentuh posisi strategis di Kabupaten Karo. Keputusan ini kembali mengingatkan publik bahwa jabatan di institusi hukum selalu bergerak, tidak pernah benar-benar diam.

Tapi pertanyaannya, apakah ini sekadar rotasi rutin, atau ada tekanan yang ikut mendorong dari belakang layar?

Jaksa Agung Copot Kajari Karo, Kursi Langsung Berganti

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mencopot Danke Rajagukguk dari jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo. Ia menandatangani keputusan itu dalam Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 488 Tahun 2026 tertanggal 13 April 2026.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengonfirmasi keputusan tersebut kepada publik. SK itu langsung menempatkan Edmond Novvery Purba sebagai Kajari Karo yang baru.

Hingga kini, Kejaksaan Agung belum mengumumkan posisi baru Danke Rajagukguk setelah pencopotan tersebut.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Perombakan tidak berhenti di Karo. Jaksa Agung memindahkan Harli Siregar dari Kajati Sumatera Utara menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. Pada saat yang sama, Jaksa Agung menunjuk Muhibuddin untuk menggantikan posisinya sebagai Kajati Sumut setelah sebelumnya menjabat Kajati Sumatera Barat.

Kejagung Sebut Rotasi sebagai Mekanisme Biasa

Anang Supriatna menjelaskan bahwa Kejaksaan Agung menjalankan mutasi sebagai bagian dari mekanisme kerja yang berjalan terus-menerus. Ia menegaskan bahwa institusi rutin melakukan promosi, mutasi, hingga demosi.

“Mutasi adalah hal yang lumrah dan terus dilakukan oleh kementerian atau lembaga. Di dalamnya ada promosi, mutasi, dan demosi,” kata Anang.

Ia juga menjelaskan bahwa Kejaksaan Agung memindahkan Danke ke jabatan fungsional melalui skema mutasi diagonal, bukan lagi pada posisi struktural.

Sinyal di Balik Rotasi Jabatan

Di permukaan, keputusan ini tampak seperti bagian dari rotasi rutin birokrasi. Namun jika ditarik lebih dalam, pola ini menunjukkan bahwa sistem sedang bergerak merespons tekanan yang muncul.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi yang menyeret nama videografer Amsal Christy Sitepu ikut menyeret sorotan ke lingkungan kejaksaan di Karo. Dari situ, pengawasan internal bergerak lebih jauh dan mulai melakukan evaluasi terhadap sejumlah posisi.

Rotasi pun terjadi setelah proses itu berjalan. Di titik ini, pergantian jabatan tidak lagi hanya soal administrasi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kendali dan citra institusi di mata publik.

Dampak yang Mengalir ke Publik

Bagi publik, setiap kasus hukum besar tidak hanya berhenti pada pelaku di luar sistem. Efeknya juga menjalar ke dalam struktur penegakan hukum itu sendiri.

Ketika pejabat berganti, arah penanganan perkara bisa ikut berubah. Kepercayaan publik ikut bergerak naik turun. Stabilitas hukum di tingkat lokal juga ikut merasakan dampaknya.

Dalam banyak kasus, masyarakat justru menjadi pihak yang paling lama menanggung efek dari perubahan di level atas.

Birokrasi Hukum di Tengah Tekanan

Fenomena ini menunjukkan bahwa birokrasi hukum tidak pernah berdiri dalam ruang kosong. Ia selalu bergerak di tengah tekanan publik, sorotan kasus, dan pengawasan internal yang terus berjalan.

Di sisi lain, publik perlu terus mengajukan pertanyaan yang sama: apakah rotasi seperti ini benar-benar menyelesaikan masalah, atau hanya meredam gejolak sesaat?

Jika pola yang sama terus berulang, maka yang berubah mungkin hanya nama dan jabatan, bukan sistem yang menggerakkannya.

Yang Berganti Jabatan, yang Tersisa Pertanyaan

Pada akhirnya, publik hanya melihat hasil akhirnya: pejabat dicopot, posisi bergeser, dan struktur kembali tersusun ulang.

Namun satu pertanyaan tetap tertinggal: apakah ini benar-benar perubahan arah, atau sekadar siklus yang terus berulang dengan wajah yang berbeda? @dimas

Tags: KejagungKejaksaan AgungKriminal & HukumNasionalPejabatSumatera Utara

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Gizi Rakyat vs Gizi Koruptor

Gizi Rakyat vs Gizi Koruptor

by Tabooo
Juni 6, 2026

MBG hadir untuk memberi makan anak-anak. Tapi ketika kasus korupsi muncul, publik mulai bertanya: siapa yang sebenarnya paling kenyang dari...

MBG dan Akar Korupsi yang Selama Ini Dibiarkan Tumbuh

MBG dan Akar Korupsi yang Selama Ini Dibiarkan Tumbuh

by dimas
Juni 5, 2026

Kasus korupsi MBG membuka persoalan yang lebih dalam: konflik kepentingan pejabat dalam proyek negara. Saat pengawas ikut bermain, korupsi menemukan...

Next Post
Garuda Muda Mengamuk: 4 Gol Tanpa Balas, Sinyal Serius di Piala AFF U17 2026

Garuda Muda Mengamuk: 4 Gol Tanpa Balas, Sinyal Serius di Piala AFF U17 2026

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id