Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Kajari Karo Dicopot, Tapi Apakah Ini Soal Jabatan atau Sistem yang Bermasalah?

April 14, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Mutasi pejabat di tubuh kejaksaan kembali terjadi dan kali ini menyentuh posisi strategis di Kabupaten Karo. Keputusan ini kembali mengingatkan publik bahwa jabatan di institusi hukum selalu bergerak, tidak pernah benar-benar diam.

Tapi pertanyaannya, apakah ini sekadar rotasi rutin, atau ada tekanan yang ikut mendorong dari belakang layar?

Jaksa Agung Copot Kajari Karo, Kursi Langsung Berganti

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mencopot Danke Rajagukguk dari jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo. Ia menandatangani keputusan itu dalam Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 488 Tahun 2026 tertanggal 13 April 2026.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, mengonfirmasi keputusan tersebut kepada publik. SK itu langsung menempatkan Edmond Novvery Purba sebagai Kajari Karo yang baru.

Hingga kini, Kejaksaan Agung belum mengumumkan posisi baru Danke Rajagukguk setelah pencopotan tersebut.

BacaJuga

AS dan Iran Kembali Berunding, Tapi Dunia Tak Yakin Perang Akan Berakhir

Gas Tidak Meledak, Tapi Harganya Bikin Rumah Tangga Diam-Diam Panik

Perombakan tidak berhenti di Karo. Jaksa Agung memindahkan Harli Siregar dari Kajati Sumatera Utara menjadi Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. Pada saat yang sama, Jaksa Agung menunjuk Muhibuddin untuk menggantikan posisinya sebagai Kajati Sumut setelah sebelumnya menjabat Kajati Sumatera Barat.

Kejagung Sebut Rotasi sebagai Mekanisme Biasa

Anang Supriatna menjelaskan bahwa Kejaksaan Agung menjalankan mutasi sebagai bagian dari mekanisme kerja yang berjalan terus-menerus. Ia menegaskan bahwa institusi rutin melakukan promosi, mutasi, hingga demosi.

“Mutasi adalah hal yang lumrah dan terus dilakukan oleh kementerian atau lembaga. Di dalamnya ada promosi, mutasi, dan demosi,” kata Anang.

Ia juga menjelaskan bahwa Kejaksaan Agung memindahkan Danke ke jabatan fungsional melalui skema mutasi diagonal, bukan lagi pada posisi struktural.

Sinyal di Balik Rotasi Jabatan

Di permukaan, keputusan ini tampak seperti bagian dari rotasi rutin birokrasi. Namun jika ditarik lebih dalam, pola ini menunjukkan bahwa sistem sedang bergerak merespons tekanan yang muncul.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi yang menyeret nama videografer Amsal Christy Sitepu ikut menyeret sorotan ke lingkungan kejaksaan di Karo. Dari situ, pengawasan internal bergerak lebih jauh dan mulai melakukan evaluasi terhadap sejumlah posisi.

Rotasi pun terjadi setelah proses itu berjalan. Di titik ini, pergantian jabatan tidak lagi hanya soal administrasi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kendali dan citra institusi di mata publik.

Dampak yang Mengalir ke Publik

Bagi publik, setiap kasus hukum besar tidak hanya berhenti pada pelaku di luar sistem. Efeknya juga menjalar ke dalam struktur penegakan hukum itu sendiri.

Ketika pejabat berganti, arah penanganan perkara bisa ikut berubah. Kepercayaan publik ikut bergerak naik turun. Stabilitas hukum di tingkat lokal juga ikut merasakan dampaknya.

Dalam banyak kasus, masyarakat justru menjadi pihak yang paling lama menanggung efek dari perubahan di level atas.

Birokrasi Hukum di Tengah Tekanan

Fenomena ini menunjukkan bahwa birokrasi hukum tidak pernah berdiri dalam ruang kosong. Ia selalu bergerak di tengah tekanan publik, sorotan kasus, dan pengawasan internal yang terus berjalan.

Di sisi lain, publik perlu terus mengajukan pertanyaan yang sama: apakah rotasi seperti ini benar-benar menyelesaikan masalah, atau hanya meredam gejolak sesaat?

Jika pola yang sama terus berulang, maka yang berubah mungkin hanya nama dan jabatan, bukan sistem yang menggerakkannya.

Yang Berganti Jabatan, yang Tersisa Pertanyaan

Pada akhirnya, publik hanya melihat hasil akhirnya: pejabat dicopot, posisi bergeser, dan struktur kembali tersusun ulang.

Namun satu pertanyaan tetap tertinggal: apakah ini benar-benar perubahan arah, atau sekadar siklus yang terus berulang dengan wajah yang berbeda? @dimas

Tags: Amsal SitepuhukumIndonesiaKajari KaroKejagungKejaksaan AgungMutasiPejabatrotasi jaksaSanitiar BurhanuddinSumatera Utara

REKOMENDASI TABOOO

Skandal BNI Aek Nabara: Bagaimana Dana Gereja Bisa Digelapkan?

Skandal BNI Aek Nabara: Bagaimana Dana Gereja Bisa Digelapkan?

by dimas
April 19, 2026

Dana miliaran rupiah bisa lenyap, dan kali ini bukan karena perampokan, melainkan dari dalam sistem yang seharusnya paling dipercaya. Karena...

Harga Pangan Global Naik Lagi, Siap-siap Lapar?

Harga Pangan Global Naik Lagi, Siap-siap Lapar?

by Naysa
April 18, 2026

Tabooo.id: Global – Harga pangan global kembali naik. Dan kali ini, sinyalnya datang dari dua arah yang berbeda tapi saling menguatkan....

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Nasional - Dunia film Indonesia kembali berduka. Sutradara Nayato Fio Nuala meninggal dunia pada Sabtu, 18/04/2025. Artis Raffi Ahmad...

Next Post
Garuda Muda Mengamuk: 4 Gol Tanpa Balas, Sinyal Serius di Piala AFF U17 2026

Garuda Muda Mengamuk: 4 Gol Tanpa Balas, Sinyal Serius di Piala AFF U17 2026

Recommended

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026
Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

Huawei Mate 80 Pro: Ponsel Bukan Sekadar Gadget, Tapi Status Comeback

April 17, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id