Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Selesai di Pengadilan, Tapi Sistem Masih Memeriksa Ulang

by dimas
April 7, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional

Tabooo.id: Nasional – Kadang, sebuah perkara tidak selesai di ruang sidang. Ia justru mulai di ruang pemeriksaan internal yang lebih sunyi, tapi jauh lebih tegang.

Kasus videografer Amsal Christy Sitepu yang sempat berujung vonis bebas kini membuka lapisan lain di tubuh Kejaksaan Negeri Karo. Kasus ini tidak lagi bicara soal menang atau kalah di pengadilan, tetapi soal siapa yang harus menjelaskan di balik layar.

Di titik ini, pertanyaannya jadi sederhana tapi mengganggu: apa yang sebenarnya terjadi di balik penanganan perkara ini?

Di Balik Berkas, Ada Pemeriksaan yang Tak Pernah Tayang di Publik

Kejaksaan Agung RI melalui bidang intelijen memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Danke Rajagukguk, bersama sejumlah bawahannya sejak Sabtu (4/4/2026).

Tim juga memeriksa Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Karo, Reinhard Harve Sembiring, serta dua jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani perkara.

Ini Belum Selesai

Penyadapan Presiden: Tiga Perwira Jadi Tersangka, Motif Dipertanyakan

Listyo Sigit dan Dua Jenderal Ditahan dalam Kasus Penyadapan Presiden

“Sabtu malam, tim Intel Kejaksaan Agung menjemput Kajari Karo, Kasi Pidsus, dan dua jaksa yang menangani perkara,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Anang Supriatna, Senin (6/4/2026).

Hingga hari ini, Kejagung masih melanjutkan pemeriksaan dan belum menyampaikan kesimpulan apa pun.

“Masih berlanjut,” ujar Anang, menegaskan proses berjalan sejak akhir pekan.

Tim Kejagung menelusuri dugaan kekeliruan dalam penanganan perkara Amsal Sitepu, dari awal proses hingga persidangan.

Jika tim menemukan pelanggaran, mereka akan membawa hasilnya ke tahap eksaminasi internal. Dari sana, kemungkinan sanksi etik bisa muncul.

Bukan Vonis yang Paling Keras, Tapi Apa yang Terjadi Setelahnya

Kasus ini tidak berhenti di putusan pengadilan.

Kasus ini membuka lapisan lain dalam sistem hukum yang tidak terlihat publik, tetapi sangat menentukan cara publik menilai keadilan.

Pemeriksaan juga menyasar aparat yang sejak awal menangani perkara, bukan hanya hasil akhir di ruang sidang.

Di sini muncul ironi yang sulit diabaikan: jika pengadilan sudah selesai, mengapa proses masih terus berjalan?

Bukan Sekadar Kasus Hukum

Ini dampaknya buat kamu: kepercayaan pada hukum tumbuh dari cara sistem menangani kasus, bukan hanya dari aturan yang tertulis.

Bagi pelaku ekonomi kreatif seperti videografer, kasus ini memunculkan pertanyaan lain. Apakah ukuran kerugian negara selalu cocok untuk dunia yang bergerak lewat ide, bukan angka?

Saat Sistem Mengoreksi Diri, Publik Ikut Diuji

Koreksi internal penting untuk menjaga sistem tetap sehat. Tapi publik selalu membaca proses itu dengan cara berbeda.

Sebagian orang melihat transparansi saat aparat diperiksa. Sebagian lain melihat tanda masalah yang sudah lama ada.

Di titik ini, batasnya menjadi tipis ini pembenahan sistem, atau sistem yang sedang mencari keseimbangan baru?

Penutup

Jika satu perkara bisa menyeret aparat penegak hukum untuk diperiksa berhari-hari, maka yang diuji bukan hanya kasusnya.

Yang diuji juga cara kita memahami hukum itu sendiri.

Tidak semua yang selesai di pengadilan benar-benar selesai di sistem.

Atau mungkin, kita terlalu cepat menutup cerita, sementara sistem masih terus menulis ulang di belakang layar. @dimas

Tags: BebasKasusKeadilanKejagungKejaksaanKejaksaan AgungKriminal & HukumNasionalPenegakanSistem Hukumtransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Joko Widodo Pastikan Hadir sebagai Saksi dalam Sidang Roy Suryo pada 5 November

Joko Widodo Pastikan Hadir sebagai Saksi dalam Sidang Roy Suryo pada 5 November

by teguh
Oktober 30, 2026

Mantan Presiden Joko Widodo menyatakan kesiapannya menghadiri persidangan perkara dugaan pencemaran nama baik yang menyeret Roy Suryo dan sejumlah pihak....

Pengadaan Motor MBG Bermasalah, Pengawasan Negara Diuji

Pengadaan Motor MBG Bermasalah, Pengawasan Negara Diuji

by teguh
Oktober 10, 2026

Ribuan kendaraan listrik dalam pengadaan motor MBG untuk Badan Gizi Nasional menghadapi persoalan baterai, pelat nomor, dan pencatatan aset. Kerugian...

Korupsi Motor MBG: Negara Rugi Rp863,85 Miliar, Ribuan Kendaraan Bermasalah

Korupsi Motor MBG: Negara Rugi Rp863,85 Miliar, Ribuan Kendaraan Bermasalah

by teguh
Oktober 10, 2026

Kejaksaan Agung mencatat kerugian negara dalam dugaan korupsi motor MBG untuk pengadaan 19.269 motor listrik untuk Badan Gizi Nasional. Lima...

Next Post
LPG 3 Kg Bakal Wajib Sidik Jari? Ini Usulan DPR

LPG 3 Kg Bakal Wajib Sidik Jari? Ini Usulan DPR

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id