Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

LPG 3 Kg Bakal Wajib Sidik Jari? Ini Usulan DPR

by dimas
April 7, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengusulkan sistem verifikasi biometrik untuk pembelian LPG 3 kilogram (kg). Sistem ini menggunakan sidik jari hingga pemindaian retina untuk memastikan subsidi tepat sasaran.

Said menilai kebocoran subsidi masih terjadi karena data penerima belum sepenuhnya akurat. Ia meminta pemerintah memperketat mekanisme penyaluran agar hanya masyarakat yang berhak menerima subsidi.

“Yang diperlukan justru subsidi Elpiji 3 kg itu harus tepat sasaran, targeted,” ujar Said di Gedung DPR RI, pada Senin (6/4/2026).

Ia menegaskan data pemerintah saja tidak cukup untuk mengontrol distribusi. Menurutnya, pemerintah perlu mengulang verifikasi dengan data biometrik agar penyaluran lebih akurat.

“Bukan hanya data sentral, tapi perlu verifikasi ulang dengan sidik jari atau retina bagi yang berhak,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Banggar DPR mencatat penerima LPG 3 kg yang benar-benar layak jauh lebih kecil dari kuota yang tersedia. Dari total 8,6 juta penerima, hanya sekitar 5,4 juta yang masuk kategori tepat sasaran.

Dengan sistem biometrik, pemerintah bisa mengurangi pemborosan anggaran subsidi energi yang selama ini dinilai tidak efisien.

“Kalau tepat sasaran, anggaran tidak terbuang,” kata Said.

Subsidi BBM vs LPG: DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM

Said menolak usulan pengurangan subsidi BBM untuk menekan defisit APBN. Ia menilai kebijakan itu berpotensi menambah beban masyarakat.

“Kalau subsidi BBM dikurangi kami tidak setuju,” tegasnya.

Ia mendorong pemerintah mengatur harga BBM non-subsidi sesuai mekanisme pasar. Namun ia meminta pemerintah tetap menghitung dampaknya terhadap inflasi.

“Kalau mau diatur, yang dijual dengan harga keekonomian itu lebih masuk akal,” tambahnya.

Tekanan Energi Global Dorong Perdebatan Kebijakan Subsidi

Perdebatan subsidi kembali menguat di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik global. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) sebelumnya mengusulkan pengurangan subsidi BBM untuk menekan defisit dan utang negara.

JK menilai subsidi yang terus naik dapat membebani APBN dalam jangka panjang.

“Kalau subsidi terus naik, utang juga akan naik,” ujar JK.

Ia menilai pemerintah perlu menjelaskan kebijakan dengan jelas kepada publik agar tidak menimbulkan penolakan.

Catatan: Dua Arah Kebijakan, Satu Tekanan Fiskal

DPR mendorong perbaikan sistem subsidi melalui verifikasi biometrik. Sementara itu, sebagian pihak mendorong pengurangan subsidi energi secara langsung.

Kedua pendekatan ini menunjukkan satu tekanan yang sama beban subsidi energi yang terus meningkat di tengah ketidakpastian harga minyak dunia.

Di tengah perdebatan ini, satu pertanyaan tetap muncul apakah masalah subsidi Indonesia terletak pada besarnya anggaran, atau pada cara negara menentukan siapa yang benar-benar berhak menerima? @dimas

Tags: APBNDPRDPR RIEkonomi IndonesiaEnergiKebijakanLPGNasionalSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

by teguh
Juli 17, 2026

Indonesia akhirnya memulai pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela setelah menunggu hampir tiga dekade. Kabar itu memang layak disambut. Namun satu...

Kipas Anginnya Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

Kipas Angin Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

by teguh
Juli 17, 2026

Di era media sosial, satu tangkapan layar bisa memicu kegaduhan nasional sebelum pemerintah sempat membuka konferensi pers. Itulah yang terjadi...

Gelombang PHK dan Memudarnya Rasa Aman Pekerja

Gelombang PHK dan Memudarnya Rasa Aman Pekerja

by dimas
Juli 17, 2026

Gelombang PHK yang kembali meningkat memicu memudarnya rasa aman pekerja. Di tengah sulitnya mencari kerja, ketidakpastian pasar tenaga kerja kian...

Next Post
Mario Balik Lagi: Box Office Meledak, Tapi Masih Kalah dari Versi Lama?

Mario Balik Lagi: Box Office Meledak, Tapi Masih Kalah dari Versi Lama?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id