Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

by eko
Mei 22, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
AI bisa bikin lagu, tapi tak punya hati. Kalimat itu menjadi kegelisahan utama Yovie Widianto saat berbicara dalam sesi Music Talks di Jogja Financial Festival 2026. Di tengah ledakan teknologi generatif, Yovie mengingatkan bahwa musik sejatinya lahir dari pengalaman manusia dari luka, cinta, kehilangan, hingga perjalanan emosional yang tidak bisa diprogram mesin.

Tabooo.id: Yogyakarta – Di tengah derasnya musik buatan mesin, Yovie mengingatkan satu hal yang mulai langka: hati manusia. Menurutnya, AI memang mampu menghasilkan musik dalam hitungan menit. Namun kreativitas sejati tetap lahir dari pengalaman, emosi, dan perjalanan batin yang tidak bisa diprogram.

Jogja dan Kreativitas yang Tidak Akan Habis

Dalam sesi Music Talks JFF 2026, Yovie melontarkan kalimat yang langsung menyentuh keresahan banyak pekerja kreatif.

“AI bisa presisi, tapi tidak punya hati. Maka dari hati, kita perlu berjuang.” ungkapnya.

Ucapan itu terdengar sederhana. Namun di tengah industri kreatif yang mulai dibanjiri teknologi generatif, kalimat tersebut terasa seperti peringatan.

Yovie menilai Jogja memiliki kekuatan besar di sektor kreativitas. Baginya, sumber daya alam bisa habis. Akan tetapi, ide dan karya manusia tidak akan pernah benar-benar hilang.

“Jogja gudang musik. Semangat kerja keras. Sumber daya alam habis. Tapi karya dan pemikiran kreatif tidak akan habis,” ujarnya.

Menurut Yovie, kota seperti Jogja hidup dari energi kreatif anak mudanya. Musik, seni, dan gagasan baru terus tumbuh karena lahir dari pengalaman manusia yang nyata.

Ini Belum Selesai

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Ketika Mesin Mulai Meniru Manusia

Dunia musik kini sedang menghadapi perubahan besar. AI sudah mampu membuat lagu, lirik, bahkan aransemen hanya dalam sekali klik. Proses yang dulu membutuhkan waktu panjang kini bisa selesai dalam hitungan menit.

Namun bagi Yovie, musik bukan sekadar hasil akhir.

Di balik sebuah lagu, ada rasa kecewa, kehilangan, patah hati, dan perjuangan hidup. Semua itu membentuk karakter sebuah karya. Mesin mungkin bisa meniru pola nada. Tetapi mesin tidak pernah benar-benar memahami rasa ditinggalkan atau gagal sebagai manusia.

Karena itu, banyak pekerja kreatif mulai merasa cemas. Mereka mempertanyakan apakah proses panjang dalam berkarya masih memiliki nilai ketika teknologi mampu menghasilkan sesuatu yang terlihat serupa dalam waktu singkat.

AI Bukan Musuh, Tapi Tidak Bisa Menggantikan Jiwa

Meski demikian, Yovie tidak melihat AI sebagai musuh. Ia percaya manusia dan teknologi seharusnya berjalan berdampingan.

Menurutnya, AI bisa membantu mempercepat proses produksi. Namun inti kreativitas tetap berada di tangan manusia. Sebab karya bukan hanya soal presisi, melainkan juga tentang rasa yang hidup di dalamnya.

Di titik ini, pembicaraan tentang AI sebenarnya bukan sekadar soal teknologi. Ini tentang identitas manusia di era serba instan.

Karena mungkin suatu hari mesin bisa membuat jutaan lagu.

Tetapi tidak semua lagu bisa lahir dari luka yang nyata. @eko

Tags: AIJogja Financial Festivalmusik indonesiaYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Purbaya vs Ekonom TikTok: Pertarungan Data dan Ketakutan Publik

Purbaya vs Ekonom TikTok: Pertarungan Data dan Ketakutan Publik

by dimas
Mei 22, 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadhewa menepis ketakutan krisis 1998 di tengah pelemahan rupiah. Namun di era TikTok, publik justru lebih...

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

by dimas
Mei 22, 2026

Data ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, tetapi publik tetap merasa hidup semakin berat. Purbaya menilai media sosial ikut membentuk keresahan...

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

by dimas
Mei 22, 2026

Jogja Financial Festival 2026 resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Bantul. Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ova Emilia...

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Mei 21, 2026

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Mei 22, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id