Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

by Tabooo
Mei 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Bundaran UGM mendadak jadi sorotan setelah sebuah spanduk besar bertuliskan “Surat Permohonan Maaf” terbentang di area kampus. Spanduk itu memuat kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan mencantumkan permintaan maaf kepada masyarakat.

Tabooo.id: Yogyakarta – Pemandangan berbeda muncul di Bundaran Universitas Gadjah Mada atau UGM, Yogyakarta, Kamis (21/05/2026) pagi. Sebuah spanduk besar berlatar putih terbentang di area bundaran kampus tersebut.

Spanduk itu langsung mencuri perhatian karena memuat tulisan besar “Surat Permohonan Maaf”. Di sisi spanduk, Bendera Merah Putih tampak berkibar setengah tiang.

Berdasarkan informasi yang beredar, spanduk itu mulai terlihat sekitar pukul 07.30 WIB.

Bukan Spanduk Biasa

Isi spanduk itu memuat permohonan maaf kepada masyarakat. Namun, pesan di dalamnya bukan permintaan maaf biasa.

Lewat spanduk itu, pihak yang mengatasnamakan UGM meminta maaf kepada masyarakat karena merasa telah membiarkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia periode 2024–2029.

Ini Belum Selesai

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga: Radius 5 Km Rawan Bahaya

Dua Tersangka Pembakaran Warung Mi dan Babi Sukoharjo, Satu DPO

Dalam paragraf berikutnya, spanduk itu juga memuat kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Isinya menyinggung kepemimpinan nasional, kompetensi pejabat, nestapa politik, hingga kondisi ekonomi.

“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah membiarkan Prabowo-Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029,” tulis spanduk tersebut.

Publik Berhenti, Petugas Turunkan Spanduk

Keberadaan spanduk itu membuat sejumlah pengguna jalan berhenti sejenak. Beberapa orang membaca isi spanduk, sementara lainnya mengabadikan momen tersebut.

Namun, spanduk itu tidak bertahan lama.

Sekitar pukul 09.27 WIB, beberapa petugas Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan atau PK4L UGM mulai menurunkan spanduk tersebut. Tak hanya spanduk, petugas juga menurunkan bendera Merah Putih setengah tiang.

Sekitar pukul 09.32 WIB, area Bundaran UGM mulai bersih dari kerumunan mahasiswa.

UGM Belum Beri Tanggapan

Sampai informasi ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak UGM terkait spanduk tersebut.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah isi spanduk benar mewakili sikap institusi, kelompok tertentu, atau hanya aksi simbolik dari individu maupun mahasiswa.

Kritik yang Memakai Simbol Kampus

Ini bukan sekadar spanduk di pinggir jalan. Ini adalah cara kritik politik bergerak lewat simbol kampus, ruang publik, dan momen visual yang mudah menyebar.

Masalahnya, ketika nama institusi besar dicantumkan dalam aksi politik, publik tidak hanya membaca isi kritiknya. Publik juga akan bertanya, siapa sebenarnya yang bicara?

Dan di era sekarang, satu spanduk bisa bekerja lebih cepat daripada satu konferensi pers.

Dan terkadang, satu spanduk cukup untuk membuat ruang publik lebih ramai daripada pidato resmi yang panjang. @tabooo

Tags: aksi mahasiswaBundaran UGMkritik pemerintahmahasiswa UGMNewsPolitik IndonesiaPrabowo-GibranUGM YogyakartaYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Aksi 28 Oktober: Retaknya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah

Aksi 28 Oktober: Retaknya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah

by dimas
Oktober 31, 2026

Aksi 28 Oktober mencerminkan keresahan publik terhadap pemerintah, mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, hingga kebebasan sipil dan kepercayaan publik. Tabooo.id...

Jaga Warga di Malioboro: Menjaga Ketertiban atau Melampaui Batas?

Jaga Warga di Malioboro: Menjaga Ketertiban atau Melampaui Batas?

by dimas
Oktober 30, 2026

Jaga Warga di Malioboro menjadi sorotan usai kericuhan. Sejauh mana batas peran, kewenangan, dan pengawasan kelompok penjaga keamanan masyarakat? Tabooo.id...

Asap Flare Merah Iringi Aksi Trisakti, Mahasiswa Suarakan Kekecewaan

Asap Flare Merah Iringi Aksi Trisakti, Mahasiswa Suarakan Kekecewaan

by dimas
Oktober 29, 2026

Asap flare merah mengiringi aksi mahasiswa Trisakti di Jakarta yang menyuarakan kekecewaan melalui tiga tuntutan: pemulihan nasional, evaluasi pejabat, dan...

Next Post
Reformasi Gagal, Mengapa Reformasi Jilid Dua Mulai Digelorakan?

Reformasi Gagal, Mengapa Sekarang Kembali Digelorakan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id