Kamis, Mei 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

by Tabooo
Mei 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Bundaran UGM mendadak jadi sorotan setelah sebuah spanduk besar bertuliskan “Surat Permohonan Maaf” terbentang di area kampus. Spanduk itu memuat kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan mencantumkan permintaan maaf kepada masyarakat.

Tabooo.id: Yogyakarta – Pemandangan berbeda muncul di Bundaran Universitas Gadjah Mada atau UGM, Yogyakarta, Kamis (21/05/2026) pagi. Sebuah spanduk besar berlatar putih terbentang di area bundaran kampus tersebut.

Spanduk itu langsung mencuri perhatian karena memuat tulisan besar “Surat Permohonan Maaf”. Di sisi spanduk, Bendera Merah Putih tampak berkibar setengah tiang.

Berdasarkan informasi yang beredar, spanduk itu mulai terlihat sekitar pukul 07.30 WIB.

Bukan Spanduk Biasa

Isi spanduk itu memuat permohonan maaf kepada masyarakat. Namun, pesan di dalamnya bukan permintaan maaf biasa.

Lewat spanduk itu, pihak yang mengatasnamakan UGM meminta maaf kepada masyarakat karena merasa telah membiarkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia periode 2024–2029.

Ini Belum Selesai

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

Dalam paragraf berikutnya, spanduk itu juga memuat kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Isinya menyinggung kepemimpinan nasional, kompetensi pejabat, nestapa politik, hingga kondisi ekonomi.

“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah membiarkan Prabowo-Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029,” tulis spanduk tersebut.

Publik Berhenti, Petugas Turunkan Spanduk

Keberadaan spanduk itu membuat sejumlah pengguna jalan berhenti sejenak. Beberapa orang membaca isi spanduk, sementara lainnya mengabadikan momen tersebut.

Namun, spanduk itu tidak bertahan lama.

Sekitar pukul 09.27 WIB, beberapa petugas Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan atau PK4L UGM mulai menurunkan spanduk tersebut. Tak hanya spanduk, petugas juga menurunkan bendera Merah Putih setengah tiang.

Sekitar pukul 09.32 WIB, area Bundaran UGM mulai bersih dari kerumunan mahasiswa.

UGM Belum Beri Tanggapan

Sampai informasi ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak UGM terkait spanduk tersebut.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah isi spanduk benar mewakili sikap institusi, kelompok tertentu, atau hanya aksi simbolik dari individu maupun mahasiswa.

Kritik yang Memakai Simbol Kampus

Ini bukan sekadar spanduk di pinggir jalan. Ini adalah cara kritik politik bergerak lewat simbol kampus, ruang publik, dan momen visual yang mudah menyebar.

Masalahnya, ketika nama institusi besar dicantumkan dalam aksi politik, publik tidak hanya membaca isi kritiknya. Publik juga akan bertanya, siapa sebenarnya yang bicara?

Dan di era sekarang, satu spanduk bisa bekerja lebih cepat daripada satu konferensi pers.

Dan terkadang, satu spanduk cukup untuk membuat ruang publik lebih ramai daripada pidato resmi yang panjang. @tabooo

Tags: aksi mahasiswaBundaran UGMkritik pemerintahmahasiswa UGMNewsPolitik IndonesiaPrabowo-GibranUGM YogyakartaYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Malioboro Tak Pernah Tidur, Siapa yang Masih Harus Bertahan Hidup?

Malioboro Tak Pernah Tidur, Siapa yang Masih Harus Bertahan Hidup?

by teguh
Mei 21, 2026

Kalimat dari intelektual Indonesia, Soedjatmoko, terasa seperti gema yang pelan-pelan hidup di trotoar Malioboro ketika malam mulai menggulung keramaian. Sebab...

Melampaui Ketabuan: Mengapa Negeri Ini Takut pada Kejujuran?

Melampaui Ketabuan: Mengapa Negeri Ini Takut pada Kejujuran?

by dimas
Mei 20, 2026

Melampaui Ketabuan, mengapa negeri ini makin takut pada kejujuran, kritik, dan suara berbeda di tengah demokrasi yang terus diuji? Tabooo.id...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Reformasi Gagal, Mengapa Reformasi Jilid Dua Mulai Digelorakan?

Reformasi Gagal, Mengapa Sekarang Kembali Digelorakan?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitudo Guncang Pacitan

Februari 6, 2026

KPK Tetapkan Reza Maullana Sebagai Tersangka Suap Proyek Kereta Api

Februari 3, 2026

Dari Desa ke Karung: Jejak Uang Korupsi Bupati Pati

Januari 22, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id