Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo-Gibran Dua Periode: Wacana Cepat, Realita Lambat

by dimas
Februari 6, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Edge – Di Indonesia, kalender bukan sekadar penunjuk hari. Ia berubah menjadi mesin waktu. Ketika kalender masih menunjuk 2026, elite politik justru ramai hidup di 2029. Saat rakyat masih antre minyak goreng, politisi sudah antre wacana. Yang satu sibuk menghitung pengeluaran, yang lain sibuk menghitung peluang.

Dengan demikian, beginilah negeri ini bekerja: program hari ini boleh tertunda, tetapi spekulasi kekuasaan esok hari tidak boleh terlambat.

Pekan ini, mesin waktu itu kembali dinyalakan.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyebut satu kalimat yang langsung memantik diskusi nasional Prabowo-Gibran dua periode.

Kalimatnya singkat. Pesannya padat. Dampaknya meluas.

Ini Belum Selesai

Api Dipadamkan, Masalahnya Jangan Ikut Dibiarkan

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Jokowi dan Seni Melempar Batu Tanpa Mengaku Melempar

Saat ditemui di Solo, Jumat (30/1/2026), Jokowi menyampaikan dukungannya secara lugas.

“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja.”

Tidak ada metafora. Tidak ada pantun. Bahkan tidak ada senyum misterius. Namun, publik langsung membaca makna di baliknya.

Pernyataan itu muncul sebagai respons atas pandangan Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang sebelumnya menyebut Gibran berpotensi menjadi kompetitor kuat pada Pilpres 2029.

Alih-alih meredam spekulasi, pernyataan Jokowi justru memperlebar arena tafsir. Seketika, suhu politik naik beberapa derajat.

Di titik ini, publik kembali melihat pola lama: setiap kali Jokowi berbicara singkat, politik nasional bekerja lembur.

Prabowo Hampir Disepakati, Pasangan Masih Menggantung

Seiring menguatnya wacana tersebut, partai-partai pendukung mulai menyusun sikap. Menariknya, hampir semua sepakat pada satu nama Prabowo Subianto.

Namun, pembicaraan mendadak melambat ketika masuk ke soal wakil presiden.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan partainya puas dengan kinerja Prabowo dan siap mendukung dua periode.

“Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periodelah.”

Akan tetapi, saat wartawan menanyakan apakah dukungan itu otomatis sepaket dengan Gibran, Cak Imin memilih berhenti.

“Oh belum dibahas. Belum.”

Artinya sederhana presidennya iya, wakilnya nanti dulu.

PAN: Setia ke Prabowo, Bimbang soal Duet

Sikap serupa datang dari PAN. Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menegaskan partainya sudah final mendukung Prabowo pada Pilpres 2029.

Ia bahkan mengingatkan bahwa PAN merupakan satu-satunya partai di luar Gerindra yang konsisten mendukung Prabowo dalam tiga Pilpres.

Meski begitu, PAN belum mau mengunci nama calon wakil presiden.

Menurut Eddy, pasangan capres-cawapres harus memiliki simbiosis, kemampuan kerja sama, serta daya tarik elektoral.

Di sisi lain, Eddy mengaku secara pribadi lebih mendukung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk mendampingi Prabowo.

Namun, ia buru-buru menambahkan itu belum menjadi sikap resmi partai.

Dengan kata lain, semua orang punya preferensi, tetapi belum ada yang mau menandatangani keputusan.

Golkar dan Demokrat Memilih Jalur Aman

Berbeda dengan PKB dan PAN, Golkar memilih menggunakan bahasa yang lebih elastis.

Sekjen Golkar Sarmuji menilai bahwa keberhasilan visi Prabowo akan menjadi kunci.

“Kalau rakyat cinta, urusan 2029 bisa lebih mudah.”

Pernyataan ini terdengar seperti optimisme, sekaligus pagar pengaman.

Sementara itu, Demokrat menampilkan sikap yang lebih berhati-hati.

Sekjen Demokrat Herman Khaeron menegaskan partainya masih fokus membantu Presiden Prabowo menyukseskan program-program pemerintah.

Menurutnya, tantangan politik, ekonomi, dan sosial masih terlalu besar untuk ditinggalkan.

Dengan demikian, Demokrat belum ingin berbicara jauh soal dua periode.

Cepat Mengatur Kekuasaan, Lambat Mengurus Pekerjaan Rumah

Di sinilah absurditasnya terasa lengkap.

Masalah harga pangan, lapangan kerja, pendidikan, serta akses layanan publik masih menjadi keluhan sehari-hari. Namun, elite politik justru lebih dulu membahas konfigurasi kekuasaan tiga tahun ke depan.

Ironisnya, hampir setiap elite menutup pernyataan mereka dengan kalimat klise “fokus kerja dulu.”

Padahal, mereka sendiri yang paling rajin membuka obrolan tentang 2029.

Situasi ini mirip seseorang yang mengaku sedang diet, tetapi terus membuka aplikasi pesan makanan.

Rakyat Hadir sebagai Angka, Bukan Cerita

Nama elite berseliweran di ruang publik.

Jokowi. Prabowo. Gibran. Cak Imin. Zulhas.

Sebaliknya, rakyat lebih sering muncul sebagai variabel: elektabilitas, survei, dan basis suara.

Mereka jarang hadir sebagai manusia dengan cerita konkret tentang biaya hidup, cicilan, dan masa depan anak-anaknya.

Akibatnya, politik terasa seperti permainan papan yang hanya bisa dimainkan elite, sementara rakyat menjadi pion yang dipindah-pindah.

Punchline: Kampanye Tidak Pernah Libur, Kerja Sering Cuti

Indonesia mungkin satu-satunya negara di mana kampanye selalu datang lebih cepat daripada penyelesaian masalah.

Tiga tahun sebelum Pilpres, elite sudah membagi kursi.

Namun, bertahun-tahun setelah janji kampanye, banyak janji masih duduk di ruang tunggu.

Maka pertanyaannya sederhana:

Jika sekarang saja mereka sibuk mengatur 2029, kapan tepatnya mereka benar-benar mengatur 2026?

Atau jangan-jangan, yang benar-benar dua periode di negeri ini bukan presidennya melainkan janji politiknya selalu diperpanjang, jarang diselesaikan. @dimas

Tags: DemokrasiElitegibranIsujanjikekuasaanNasionalPolitik IndonesiapraboworakyatSatirSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Politik Mahal, Demokrasi Terancam Menjadi Investasi Kekuasaan’

Politik Mahal, Demokrasi Terancam Menjadi Investasi Kekuasaan

by dimas
Oktober 17, 2026

Politik mahal mengancam demokrasi ketika uang menentukan akses kekuasaan. Simak risiko ketergantungan politik dan pentingnya transparansi dana kampanye. Tabooo.id -...

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

BEM DIY Geruduk KPU, Tuntut Gibran dan Komisioner KPU Mundur

BEM DIY Geruduk KPU, Tuntut Gibran dan Komisioner KPU Mundur

by dimas
Oktober 8, 2026

BEM DIY menggelar aksi di KPU DIY dan menuntut Gibran serta komisioner KPU mundur setelah putusan MK soal syarat pendidikan...

Next Post
Dana Hibah Jatim: Dugaan Komitmen 30 Persen Seret Nama Khofifah

Dana Hibah Jatim: Dugaan Komitmen 30 Persen Seret Nama Khofifah

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id