Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dana Hibah Jatim: Dugaan Komitmen 30 Persen Seret Nama Khofifah

by sigit
Februari 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kabar ini langsung mengguncang Jawa Timur. KPK membenarkan dugaan bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima biaya komitmen hingga 30 persen dari dana hibah kelompok masyarakat. Angkanya besar. Dampaknya luas. Karena itu, publik wajar bertanya: ke mana sebenarnya uang rakyat mengalir?

Fakta Awal yang Dibuka KPK

Pertama, KPK berbicara terbuka. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi informasi tersebut pada Rabu, 4 Februari 2026. Ia menyebut sumbernya jelas. Jaksa membacakan berita acara pemeriksaan mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, di persidangan perkara hibah pokmas.

Dengan kata lain, dugaan ini lahir dari ruang sidang, bukan dari gosip politik. Karena itu, bobotnya serius.

Hakim Bereaksi, Gubernur Dipanggil

Selanjutnya, majelis hakim langsung merespons. Hakim meminta jaksa menghadirkan Gubernur Jawa Timur sebagai saksi. Sidang dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kini, publik menunggu. Bukan klarifikasi di media sosial, melainkan penjelasan resmi di bawah sumpah.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Dua Nama, Satu Dugaan Besar

Sementara itu, dokumen yang diperoleh Tempo mengungkap dua nama penting. Selain Khofifah, dokumen juga mencantumkan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Keduanya diduga menerima biaya komitmen hingga 30 persen dari pengajuan hibah pokok pikiran DPRD Jawa Timur periode 2019–2024.

Dugaan itu tidak sederhana. Aliran dana disebut berlangsung melalui tunai dan transfer. Jika benar, maka skemanya sistematis.

Respons yang Masih Sunyi

Namun hingga kini, Khofifah belum memberi jawaban. Emil juga belum merespons. Keheningan ini justru memperbesar sorotan publik. Semakin lama diam, semakin keras pertanyaan muncul.

Padahal sebelumnya, KPK sudah memeriksa Khofifah pada Juli 2025. Saat itu, ia menyebut penyidik hanya menanyakan struktur organisasi perangkat daerah. Akan tetapi, situasi sekarang berbeda. Dugaan berkembang. Konteks berubah. Taruhannya tidak lagi administratif, melainkan kepercayaan publik.

Lebih jauh, perkara ini melibatkan banyak pihak. KPK telah menetapkan 21 tersangka. Empat orang berperan sebagai penerima suap. Sebanyak 17 orang menjadi pemberi, mayoritas dari sektor swasta. Fakta ini menunjukkan satu hal: ada kepentingan besar di balik dana hibah.

Lalu siapa yang dirugikan? Jawabannya jelas: masyarakat. Dana hibah seharusnya menguatkan kelompok warga. Namun jika sebagian besar berubah menjadi komisi, maka fungsi sosialnya runtuh.

Sindiran Terakhir untuk Penguasa

Kasus hibah Jawa Timur kembali membuka luka lama. Program bantuan sosial rawan berubah menjadi ladang transaksi. Jika benar 30 persen mengalir ke elite, maka rakyat hanya menerima sisa.

Kini publik menunggu kejujuran di ruang sidang. Sebab jika dana hibah saja bisa “dipotong,” mungkin yang perlu dibersihkan bukan hanya aliran uangnya, tetapi juga cara sebagian penguasa memaknai amanah. @tabooo

Tags: dana hibahGubernurJawa TimurKorupsi di IndonesiaKPKottsurabaya

Kamu Melewatkan Ini

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Konsep Otomatis

Pemerintah Madiun dalam Sorotan KPK: Ketika Sistem Terlalu Lama Dibiarkan

by jeje
Mei 11, 2026

Di Kota Madiun, cerita itu seperti membuka bab baru dari buku lama. Sebab, kasus yang kini menyeret sejumlah nama di...

27 Tahun Reformasi: Kenapa Publik Mulai Kehilangan Harapan?

27 Tahun Reformasi: Kenapa Publik Mulai Kehilangan Harapan?

by Waras
Mei 8, 2026

Dulu Reformasi datang bersama teriakan mahasiswa dan harapan besar tentang Indonesia yang lebih adil. Sekarang, 27 tahun kemudian, banyak orang...

Next Post
Prabowo dan Albanese Bahas Sertifikasi Profesi dan Kerja Sama Pendidikan

Prabowo dan Albanese Bahas Sertifikasi Profesi dan Kerja Sama Pendidikan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id