Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

by teguh
Mei 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Saat stunting, campak, hingga angka kematian ibu dan bayi masih menghantui banyak keluarga, sebuah video dari ruang rapat DPRD Jember memancing amarah publik. Seorang anggota DPRD tampak diduga bermain game sambil merokok ketika rapat kesehatan berlangsung.

Tabooo.id: Kini, Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember membuka peluang pemberian sanksi berat terhadap anggota DPRD Jember Achmad Syahri As Siddiqi. Namun, BK tetap menunggu laporan resmi sebelum memulai pemeriksaan etik.

Anggota BK DPRD Jember Muhammad Holil Asy’ari menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.

“Kita tidak bisa langsung men-justice bahwa ini nanti akan dikenai sanksi atau tidak. Kita lihat dulu nanti bagaimana hasil penyelidikan dan pemeriksaan kita,” kata Holil kepada Kompas.com, Rabu (13/05/2026).

Holil menjelaskan, BK memiliki sejumlah pilihan sanksi. BK bisa memberi teguran ringan. Namun, jika pelanggaran terbukti berat, BK bahkan dapat merekomendasikan pemberhentian anggota DPRD.

“Kalau sanksi maksimal bisa sampai diberhentikan dari anggota DPRD,” ujar Holil.

Ini Belum Selesai

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Rapat Bahas Kesehatan, Publik Justru Lihat Hal Lain

Video yang viral di media sosial itu memperlihatkan Achmad Syahri As Siddiqi saat rapat dengar pendapat umum (RDP) Komisi D DPRD Jember pada Senin (11/05/2026).

Komisi D saat itu membahas isu yang menyentuh langsung kehidupan warga. Forum tersebut mengulas stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga Universal Health Coverage (UHC).

Karena itu, banyak warga mempertanyakan sikap pejabat publik ketika agenda rapat menyangkut kesehatan masyarakat.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim langsung meminta maaf kepada publik. Ia juga memastikan DPRD akan membawa kasus itu ke BK.

“Tentu prosesnya nanti akan kita proses di Badan Kehormatan,” kata Halim.

Ini Bukan Sekadar Video Viral

Masalahnya bukan cuma soal game atau rokok di ruang rapat. Publik mempertanyakan keseriusan wakil rakyat ketika membahas isu yang menyangkut masa depan anak-anak dan kesehatan warga.

Pengamat politik FISIP Universitas Jember, Dr. Muhammad Iqbal, menilai legitimasi lembaga politik tidak hanya lahir dari keputusan politik, tetapi juga perilaku pejabat di ruang publik. Menurutnya, publik mudah kehilangan kepercayaan ketika pejabat terlihat tidak serius dalam agenda yang menyangkut kepentingan warga.

Sosiolog juga kerap melihat pola serupa. Di era media sosial, satu gestur kecil bisa berubah menjadi krisis kepercayaan besar. Apalagi ketika peristiwa muncul di tengah pembahasan stunting dan kesehatan ibu-anak.

Namun, BK tetap harus menjalankan proses sesuai aturan. Holil memastikan BK akan bergerak cepat jika masyarakat atau pimpinan DPRD mengirim laporan resmi.

Pertanyaannya sekarang sederhana kalau isu kesehatan saja gagal mendapat perhatian penuh, lalu kapan rakyat bisa merasa benar-benar diprioritaskan?. @teguh

Tags: Anggota DPRD JemberBK DPRD JemberDPRD JemberEtik PejabatJemberKesehatan PublikPolitik IndonesiaStuntingTabooo NewsViral IndonesiaWakil Rakyat

Kamu Melewatkan Ini

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

by jeje
Mei 13, 2026

Amir Syarifuddin bukan tokoh yang mudah dijelaskan dalam satu kalimat. Ia pernah menjadi Perdana Menteri kedua Republik Indonesia, memimpin perlawanan...

LCC 4 Pilar atau Lomba Artikulasi? Ketika Pengetahuan Kalah oleh Teknis

LCC 4 Pilar atau Lomba Artikulasi? Ketika Pengetahuan Kalah oleh Teknis

by teguh
Mei 13, 2026

Jika Dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) mengacu pada jawaban yang benar masih bisa dianggap salah karena pengucapan, lalu pendidikan sebenarnya...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Next Post
Demokrasi Tidak Mati Karena Kritik, Tapi Karena Fanatisme Politik

Demokrasi Tidak Mati Karena Kritik, Tapi Karena Fanatisme Politik

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id