Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Desa ke Karung: Jejak Uang Korupsi Bupati Pati

by dimas
Januari 22, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati nonaktif Sudewo, Senin (19/1/2026). Operasi ini membongkar praktik pemerasan pengisian jabatan perangkat desa yang berlangsung terbuka, sistematis, dan tanpa rasa takut.

OTT tersebut tidak hanya menyeret kepala daerah, tetapi juga membuka jalur uang dari desa hingga ke pusat kekuasaan kabupaten.

Karung Uang Berpindah di Dalam Mobil

Sebuah video berdurasi 20 detik yang diterima media memperlihatkan sejumlah karung berisi uang berpindah tangan. Dua orang menyerahkan karung tersebut kepada Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jakenan, Sumarjiono yang dikenal dengan sapaan JION saat ia menunggu di dalam mobil.

Pada saat kejadian, tim KPK belum menetapkan Sumarjiono sebagai tersangka karena penyidik baru mengamankannya dalam operasi senyap tersebut. Dua orang lain dalam video itu diduga bertindak sebagai perantara setoran.

Rekaman singkat tersebut memberi gambaran awal tentang cara uang haram bergerak dari tingkat desa menuju lingkar kekuasaan kabupaten.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

KPK Tegaskan Video Bagian dari OTT

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan bahwa peristiwa dalam video itu menjadi bagian dari rangkaian OTT di Kabupaten Pati.

“Itu bagian dari peristiwa tangkap tangan,” ujar Budi melalui pesan singkat, Kamis (22/1/2026).

Meski KPK belum membeberkan jumlah uang dalam video, penyidik segera mengungkap fakta lanjutan yang menunjukkan besarnya skala pemerasan.

Setoran Jabatan Desa Tembus Rp 2,6 Miliar

KPK mencatat total uang hasil pemerasan pengisian jabatan perangkat desa mencapai Rp 2,6 miliar. Para pelaku mengumpulkan uang itu dalam karung sebelum menyerahkannya kepada Sudewo.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan mekanisme pengumpulan uang tersebut secara gamblang.

“Orang-orang mengumpulkan uang itu dari banyak pihak, lalu memasukkannya ke dalam karung. Ada karung hijau, dibawa seperti membawa beras,” jelasnya dalam jumpa pers, Selasa (20/1/2026).

Para pelaku memilih cara tersebut karena mudah dan cepat. Namun, metode itu justru menegaskan betapa kasar dan vulgar praktik korupsi yang mereka jalankan.

Tim Sukses Sudewo Kumpulkan Setoran

Asep mengungkapkan bahwa tim sukses Sudewo saat Pilkada bersama orang-orang kepercayaannya aktif mengumpulkan uang setoran. Mereka menarik dana dari berbagai pihak dengan nominal kecil, lalu menggabungkannya hingga mencapai miliaran rupiah.

“Pecahannya bermacam-macam. Ada Rp10.000, ada Rp100.000. Ada yang diikat karet, ada yang lepas. Setelah itu mereka kemas ulang,” tambahnya.

Skema tersebut menunjukkan bahwa pemerasan jabatan berlangsung terorganisasi dan melibatkan banyak tangan.

Desa Menanggung Dampak Terberat

Kasus ini tidak berhenti pada sosok bupati dan karung uang. Perangkat desa serta warga desa menanggung dampak paling berat. Mereka harus menyiapkan uang sebagai “tiket” jabatan, yang pada akhirnya mendorong munculnya pelayanan publik mahal, lamban, dan penuh pungutan.

Dalam jangka panjang, praktik ini merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Jabatan publik tidak lagi berfungsi sebagai alat pelayanan, melainkan berubah menjadi barang dagangan politik.

Karung Uang dan Wajah Kekuasaan

Karung-karung uang dalam OTT Sudewo menggambarkan wajah korupsi secara telanjang. Uang itu berangkat dari desa, berpindah melalui orang kepercayaan, lalu berhenti di tangan penguasa.

Ketika kekuasaan memperlakukan jabatan seperti beras yang bisa dikarungkan, publik pantas bertanya berapa mahal harga pelayanan yang harus rakyat bayar setelahnya? Dan sampai kapan kekuasaan merasa aman bersembunyi di balik karung-karung itu sebelum hukum merobeknya? @dimas

Tags: Bupati PatiDaerahjual beli jabatanKorupsi di IndonesiaKPKottPemerasanSudewoUang

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Pemerintah Targetkan RPP Penempatan Polisi Aktif Terbit Akhir Januari 2026

Pemerintah Targetkan RPP Penempatan Polisi Aktif Terbit Akhir Januari 2026

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id