Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tak Dipakaikan Rompi, Febrie Resmi Jadi Tersangka

by dimas
Juli 26, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Febrie Adriansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU. Penahanan tanpa rompi merah memicu sorotan publik terhadap konsistensi penegakan hukum.

Tabooo.id – Jakarta belum benar-benar terlelap pada Jumat (24/7/2026). Menjelang tengah malam, seorang pria berbatik abu-abu melangkah keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Publik mengenalnya sebagai Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Selama bertahun-tahun, ia memimpin penyidikan berbagai perkara korupsi besar. Malam itu, posisinya berbalik. Ia tidak lagi memimpin penyidikan, melainkan menjalani proses hukum sebagai tersangka.

Penyidik menahan Febrie setelah memeriksanya selama sekitar 10 jam dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Selanjutnya, penyidik membawanya ke rumah tahanan KPK. Namun, perhatian publik justru tertuju pada satu hal yang tidak berkaitan langsung dengan substansi perkara. Febrie tidak mengenakan rompi merah tahanan saat keluar dari gedung.

Setibanya di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 23.23 WIB, Febrie hanya melontarkan kalimat singkat kepada wartawan.

“Tidak pakai rompi, ya.”

Ucapan itu memang sederhana. Namun, kalimat tersebut segera memicu diskusi luas. Selama ini publik menjadikan rompi merah sebagai simbol bahwa semua tersangka menerima perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Ini Belum Selesai

Kalau Bangunan Sekolah Belum Roboh, Belum Darurat

Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Politik Simbol atau Elektoral?

Ketika Simbol Menggeser Fokus Perkara

Rompi merah bukan sekadar pakaian tahanan. Dalam praktik penegakan hukum Indonesia, atribut itu telah berkembang menjadi simbol transparansi sekaligus kesetaraan. Kehadirannya sering kali menegaskan bahwa jabatan, kekuasaan, dan pengaruh tidak lagi menjadi pembeda ketika seseorang memasuki proses hukum.

Karena itu, absennya rompi merah pada diri mantan Jampidsus langsung memunculkan berbagai tafsir. Perdebatan publik bergeser dari dugaan tindak pidana pencucian uang menuju persoalan perlakuan terhadap seorang mantan petinggi penegak hukum.

Padahal, substansi perkara jauh lebih penting.

Penyidik menduga Febrie terlibat dalam tindak pidana pencucian uang yang berkembang dari penyidikan dugaan manipulasi pasokan batu bara PLN. Penyidikan kemudian meluas hingga menyentuh dugaan korupsi dalam penanganan perkara PT Asabri dan PT Krakatau Steel.

Dalam serangkaian penggeledahan di 13 lokasi, penyidik menyita 74 kilogram emas serta uang tunai dalam berbagai mata uang dengan nilai sekitar Rp536 miliar.

Penyidik menelusuri keterkaitan sebagian barang bukti dengan rumah di kawasan Sentul yang sebelumnya menjadi milik Febrie. Namun, Febrie membantah mengetahui keberadaan aset tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah itu telah dialihkan kepada Don Ritto sejak 2022 untuk operasional sebuah yayasan.

Pembelaan: “Ini Kriminalisasi”

Febrie tidak hanya menyampaikan keberatan atas penahanannya. Ia juga mempertanyakan dasar hukum yang digunakan penyidik.

Menurutnya, ketika masih menjabat sebagai Jampidsus, setiap perkara harus melalui pendalaman alat bukti secara menyeluruh dan beberapa kali ekspose sebelum penyidik menetapkan seseorang sebagai tersangka.

“Di Gedung Bundar tidak seperti ini. Semua alat bukti diperdalam dulu sehingga tidak zalim,” ujarnya.

Meski demikian, Febrie menyatakan tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Di sisi lain, ia menilai penyidik telah mengkriminalisasi dirinya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari hak pembelaan yang nantinya akan diuji dalam proses persidangan. Sementara itu, penyidik meyakini telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan Febrie sebagai tersangka.

Pemburu yang Kini Menjadi Terperiksa

Perjalanan hukum Febrie menghadirkan ironi yang sulit diabaikan.

Selama bertahun-tahun, ia menjadi wajah Kejaksaan Agung dalam memburu kasus-kasus korupsi bernilai besar. Ia memimpin penyidikan, memeriksa saksi, dan menetapkan tersangka dalam sejumlah perkara strategis.

Kini, posisi itu berubah sepenuhnya.

Ia duduk di kursi yang dahulu ia siapkan bagi orang lain.

Perubahan itu mengingatkan publik bahwa jabatan bukan tameng yang mampu menghentikan proses hukum. Kekuasaan juga tidak selalu bergerak dalam satu arah.

Hari ini seseorang memeriksa.

Esok hari, orang yang sama bisa menjalani pemeriksaan.

Yang Dipertaruhkan Bukan Rompinya

Publik tentu berhak mempertanyakan mengapa rompi merah tidak dikenakan dalam proses penahanan tersebut. Namun, pertanyaan yang lebih mendasar bukanlah soal atribut yang melekat pada seorang tersangka.

Yang jauh lebih penting adalah konsistensi penegakan hukum.

Apakah aparat akan membuka proses perkara ini secara transparan?

Apakah aparat penegak hukum akan menerapkan standar pembuktian, memperlakukan tersangka, dan menjalankan proses persidangan dengan ukuran yang sama seperti ketika Febrie menangani perkara-perkara besar?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan arah kepercayaan publik.

Sebab, kepercayaan tidak lahir dari selembar rompi merah.

Kepercayaan tumbuh ketika aparat menegakkan hukum dengan ukuran yang sama kepada siapa pun, tanpa melihat jabatan, pengaruh, ataupun sejarah kekuasaan.

Kasus ini bukan hanya menguji seorang mantan Jampidsus. Kasus ini menguji keberanian institusi penegak hukum untuk membuktikan bahwa hukum tetap berpijak pada prinsip kesetaraan, bahkan ketika mantan penjaganya sendiri duduk di kursi terdakwa. @dimas

Tags: Febrie AdriansyahKejaksaan AgungkorupsiKPKPenegakan HukumTPPU

Kamu Melewatkan Ini

Kematian Sutrimo: Di Balik Bayang-bayang Kasus Febrie

Kematian Sutrimo: Di Balik Bayang-bayang Kasus Febrie

by dimas
Juli 27, 2026

Kematian Sutrimo, yang diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, memicu perhatian publik. Polisi masih menyelidiki penyebab...

Kuntadi Resmi Jadi Jampidsus, Publik Tunggu Janji Evaluasi

Kuntadi Resmi Jadi Jampidsus, Publik Tunggu Janji Evaluasi

by dimas
Juli 24, 2026

Kuntadi resmi menjabat Jampidsus dan langsung menjanjikan evaluasi menyeluruh terhadap perkara besar. Publik kini menanti pembuktian komitmen Kejaksaan dalam menjaga...

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi, Solusi atau Masalah Baru?

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi, Solusi atau Masalah Baru?

by dimas
Juli 24, 2026

Sayembara tangkap begal yang digagas Dedi Mulyadi memicu perdebatan. Di tengah maraknya kejahatan jalanan, muncul pertanyaan apakah langkah tersebut menjadi...

Next Post
Gen Z Menggeser LinkedIn: Dunia Kerja Resmi Masuk Era Algoritma

Gen Z Menggeser LinkedIn: Dunia Kerja Resmi Masuk Era Algoritma

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id