Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mario Balik Lagi: Box Office Meledak, Tapi Masih Kalah dari Versi Lama?

by teguh
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Libur panjang biasanya identik dengan jalan-jalan. Tapi kali ini, banyak orang justru memilih “traveling” ke bioskop dan tujuannya cuma satu The Super Mario Galaxy Movie.

Sekuel dari film 2023 itu langsung tancap gas. Film animasi yang digarap Aaron Horvath dan Michael Jelenic serta ditulis Matthew Fogel ini “berhasil menguasai puncak box office Amerika Utara pada akhir pekan panjang.”

Dalam debutnya, film ini mengumpulkan US$130 juta di akhir pekan pertama. Bahkan dalam lima hari, angkanya melonjak jadi US$190 juta dari 4.252 bioskop.

Nostalgia yang Dibayar Mahal dan Terbayar

Secara global, Mario gak cuma lari di layar dia juga “lari” di kas studio. Film ini mengumpulkan US$182,4 juta dari 78 negara, dan jika digabung dengan pasar domestik, totalnya mencapai US$372,5 juta.

Artinya jelas: ini bukan sekadar film animasi biasa. Ini mesin uang.

Ini Belum Selesai

Sate Kere: Saat Kemiskinan Menjadi Warisan Rasa

Seni dalam Kain: Merawat Warisan, Menolak Dilupakan

Apalagi kalau melihat bujetnya yang “hanya” US$110 juta, atau “cuma naik US$10 juta dari pendahulunya.” Margin keuntungan? Sudah mulai terasa sejak hari pertama.

“Ini adalah angka yang luar biasa,” kata David A. Gross, penerbit buletin box office FranchiseRe. “Sejauh ini, film tersebut mampu mempertahankan sebagian besar penonton dari film pertamanya.”

Dan di industri film, mempertahankan penonton lama itu sering lebih sulit daripada mencari yang baru.

Tapi Masih Kalah dari Kakaknya

Di balik euforia, ada fakta yang sedikit mengganjal.

Film ini memang besar, tapi belum cukup besar untuk mengalahkan pendahulunya, The Super Mario Bros. Movie (2023), yang sebelumnya meraih US$146 juta di akhir pekan perdana dan US$204 juta dalam lima hari pertama.

Jadi, ini tetap sukses tapi bukan rekor baru. Pertanyaannya apakah hype Mario mulai turun, atau ekspektasi penonton yang makin tinggi?

Illumination Masih Main Aman?

Kesuksesan ini juga mempertegas posisi Illumination sebagai “kerajaan animasi” yang tahu cara membaca pasar.

Mereka tidak menciptakan tren baru mereka mengoptimalkan yang sudah dicintai publik.

Dari Despicable Me, Minions, hingga Mario, polanya sama familiar, aman, tapi tetap menghibur. Dan hasilnya? Masih laku keras.

Persaingan Ketat, Tapi Mario Masih di Depan

Di posisi kedua, film fiksi ilmiah Project Hail Mary dari Amazon MGM menambah US$30,6 juta di pekan ketiga, meski turun 43 persen. Total globalnya kini mencapai US$420,7 juta.

Sementara itu, The Drama di posisi ketiga mengumpulkan US$14,3 juta, disusul Hoppers yang mulai turun drastis dengan pendapatan US$5,8 juta.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: penonton keluarga dan mainstream masih memilih hiburan yang familiar dan Mario adalah paket lengkap itu.

Lebih dari Sekadar Film

Pada akhirnya, Mario bukan cuma soal angka box office. Dia adalah simbol dari memori kolektif game, masa kecil, dan pop culture yang terus hidup.

Dan lewat film ini, satu hal jadi jelas nostalgia masih jadi komoditas paling kuat di industri hiburan.

Tapi di tengah angka fantastis ini, ada satu pertanyaan yang layak kamu pikirkan.

Apakah kita benar-benar menikmati cerita baru atau cuma jatuh cinta lagi pada kenangan lama yang dikemas ulang?. @teguh

Tags: Box OfficeEuforiaFilmHiburanIndustriKalahmeledak

Kamu Melewatkan Ini

Bahasa Daerah, Senjata Baru Film Indonesia?

Bahasa Daerah, Senjata Baru Film Indonesia?

by eko
Juli 13, 2026

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Di layar lebar, bahasa membentuk identitas, emosi, sekaligus cara penonton mengenal sebuah budaya. Kehadiran FOUFO...

402 Rumah Sakit Angker Korea, Adaptasi yang Tak Sekadar Remake

402 Rumah Sakit Angker Korea, Adaptasi yang Tak Sekadar Remake

by eko
Juli 11, 2026

402 Rumah Sakit Angker Korea mengadaptasi Gonjiam: Haunted Asylum dengan cerita baru, misteri ruang 402, dan sentuhan horor Korea yang...

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

by Tabooo
Juni 25, 2026

Film pendek sering disalahpahami sebagai karya kecil yang cukup hanya menang di visual. Padahal, yang membuat film pendek kuat bukan...

Next Post
Bollywood vs Hollywood: Saat AI Bukan Sekadar Alat, Tapi Sutradara Baru

Bollywood vs Hollywood: Saat AI Bukan Sekadar Alat, Tapi Sutradara Baru

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id