Kamis, Juli 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

by teguh
April 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Dunia film Indonesia kembali berduka. Sutradara Nayato Fio Nuala meninggal dunia pada Sabtu, 18/04/2025. Artis Raffi Ahmad pertama kali membagikan kabar itu lewat akun Instagram pribadinya.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Nayato Fio Nuala.”

Kabar tersebut langsung menyebar luas. Banyak orang mengenal Nayato sebagai sutradara produktif yang mewarnai perfilman Indonesia sejak awal 2000-an.

Sosok yang Membuka Jalan Banyak Karier

Raffi Ahmad mengenang Nayato sebagai orang pertama yang mengajaknya masuk ke dunia hiburan saat ia masih berusia 13 tahun.

“Beliau adalah sosok sutradara yang pertama kali mengajak saya masuk ke dunia entertainment sinetron/film, saat saya masih berusia 13 tahun.”

Raffi juga menegaskan bahwa ia belajar banyak hal dari almarhum.

“Sosok yang bukan hanya membuka jalan, tapi juga memberi makna dalam perjalanan hidup saya.”

Di industri hiburan, kepercayaan pertama sering menentukan masa depan seseorang. Nayato memberi kesempatan itu kepada banyak talenta muda.

Ini Belum Selesai

Garmin Cirqa: Saat Smart Band Tak Lagi Butuh Layar

Sudaryono Benahi BGN, Transparansi MBG Jadi Prioritas

Sutradara dengan Banyak Nama dan Banyak Karya

Semasa hidup, Nayato memakai beberapa nama lain seperti Koya Pagayo, Ian Nguyen Lampa, dan Pingkan Utari. Identitas itu melekat kuat dalam perjalanan kariernya.

Ia memulai debut layar lebar lewat film The Soul pada 2002. Setelah itu, ia terus melahirkan karya dalam tempo cepat.

Beberapa film terkenalnya antara lain:

  • Ekskul
  • Cinta Pertama
  • Ada Hantu di Sekolah
  • Me Vs High Heels
  • Hantu Perawan Jeruk Purut
  • Gaby dan Lagunya

Pada era 2000-an, namanya rutin hadir dalam genre remaja, horor, dan drama populer.

Industri Kehilangan Pekerja Keras

Kritikus film Hikmat Darmawan pernah menyampaikan dalam diskusi perfilman pada Juni 2018 bahwa industri film bertahan karena kerja banyak orang di balik layar.

“Industri ini bertahan bukan hanya karena bintang besar, tapi karena orang-orang yang terus bekerja membuat film hadir.”

Kalimat itu menggambarkan Nayato dengan tepat. Ia terus bekerja, terus memproduksi cerita, dan terus menjaga denyut industri.

Sutradara Joko Anwar juga pernah menegaskan dalam Festival Film Indonesia 2021 bahwa generasi baru tumbuh dari kerja keras generasi sebelumnya.

“Setiap generasi berdiri di atas kerja keras generasi sebelumnya.”

Keluarga Belum Memberi Keterangan Resmi

Hingga berita ini tayang, pihak keluarga belum memberi penjelasan resmi terkait penyebab meninggalnya Nayato. Keluarga menyemayamkan jenazah di Rumah Duka Boen Tek Bio, Karawaci Ilir, Tangerang.

Bukan Sekadar Kabar Duka

Kepergian Nayato bukan sekadar kabar duka. Dunia hiburan kehilangan sosok pekerja keras yang ikut membentuk wajah film populer Indonesia.

Penonton mungkin lebih sering mengingat aktor di depan layar. Namun, banyak cerita besar lahir dari tangan sutradara di belakang kamera.

Hari ini, salah satu tangan itu berhenti berkarya. @teguh

Tags: DiskusiFilmHororIndustrijenazahKabar DukakarierKaryaNasionalSutradaratangerang

Kamu Melewatkan Ini

Bahasa Daerah, Senjata Baru Film Indonesia?

Bahasa Daerah, Senjata Baru Film Indonesia?

by eko
Juli 13, 2026

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Di layar lebar, bahasa membentuk identitas, emosi, sekaligus cara penonton mengenal sebuah budaya. Kehadiran FOUFO...

402 Rumah Sakit Angker Korea, Adaptasi yang Tak Sekadar Remake

402 Rumah Sakit Angker Korea, Adaptasi yang Tak Sekadar Remake

by eko
Juli 11, 2026

402 Rumah Sakit Angker Korea mengadaptasi Gonjiam: Haunted Asylum dengan cerita baru, misteri ruang 402, dan sentuhan horor Korea yang...

Karya Terbaik Lahir Saat Kita Berani Percaya pada Tangan Sendiri

Karya Terbaik Lahir Saat Kita Berani Percaya pada Tangan Sendiri

by eko
Juli 11, 2026

Tidak semua orang membutuhkan pola untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa. Terkadang, karya terbaik justru lahir ketika keberanian lebih besar...

Next Post
Hutan Kalimantan Rusak: Paru-Paru Dunia Kini di Ujung Napas?

Hutan Kalimantan Rusak: Paru-Paru Dunia Kini di Ujung Napas?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id