Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

by teguh
April 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Dunia film Indonesia kembali berduka. Sutradara Nayato Fio Nuala meninggal dunia pada Sabtu, 18/04/2025. Artis Raffi Ahmad pertama kali membagikan kabar itu lewat akun Instagram pribadinya.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Nayato Fio Nuala.”

Kabar tersebut langsung menyebar luas. Banyak orang mengenal Nayato sebagai sutradara produktif yang mewarnai perfilman Indonesia sejak awal 2000-an.

Sosok yang Membuka Jalan Banyak Karier

Raffi Ahmad mengenang Nayato sebagai orang pertama yang mengajaknya masuk ke dunia hiburan saat ia masih berusia 13 tahun.

“Beliau adalah sosok sutradara yang pertama kali mengajak saya masuk ke dunia entertainment sinetron/film, saat saya masih berusia 13 tahun.”

Raffi juga menegaskan bahwa ia belajar banyak hal dari almarhum.

“Sosok yang bukan hanya membuka jalan, tapi juga memberi makna dalam perjalanan hidup saya.”

Di industri hiburan, kepercayaan pertama sering menentukan masa depan seseorang. Nayato memberi kesempatan itu kepada banyak talenta muda.

Ini Belum Selesai

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Sutradara dengan Banyak Nama dan Banyak Karya

Semasa hidup, Nayato memakai beberapa nama lain seperti Koya Pagayo, Ian Nguyen Lampa, dan Pingkan Utari. Identitas itu melekat kuat dalam perjalanan kariernya.

Ia memulai debut layar lebar lewat film The Soul pada 2002. Setelah itu, ia terus melahirkan karya dalam tempo cepat.

Beberapa film terkenalnya antara lain:

  • Ekskul
  • Cinta Pertama
  • Ada Hantu di Sekolah
  • Me Vs High Heels
  • Hantu Perawan Jeruk Purut
  • Gaby dan Lagunya

Pada era 2000-an, namanya rutin hadir dalam genre remaja, horor, dan drama populer.

Industri Kehilangan Pekerja Keras

Kritikus film Hikmat Darmawan pernah menyampaikan dalam diskusi perfilman pada Juni 2018 bahwa industri film bertahan karena kerja banyak orang di balik layar.

“Industri ini bertahan bukan hanya karena bintang besar, tapi karena orang-orang yang terus bekerja membuat film hadir.”

Kalimat itu menggambarkan Nayato dengan tepat. Ia terus bekerja, terus memproduksi cerita, dan terus menjaga denyut industri.

Sutradara Joko Anwar juga pernah menegaskan dalam Festival Film Indonesia 2021 bahwa generasi baru tumbuh dari kerja keras generasi sebelumnya.

“Setiap generasi berdiri di atas kerja keras generasi sebelumnya.”

Keluarga Belum Memberi Keterangan Resmi

Hingga berita ini tayang, pihak keluarga belum memberi penjelasan resmi terkait penyebab meninggalnya Nayato. Keluarga menyemayamkan jenazah di Rumah Duka Boen Tek Bio, Karawaci Ilir, Tangerang.

Bukan Sekadar Kabar Duka

Kepergian Nayato bukan sekadar kabar duka. Dunia hiburan kehilangan sosok pekerja keras yang ikut membentuk wajah film populer Indonesia.

Penonton mungkin lebih sering mengingat aktor di depan layar. Namun, banyak cerita besar lahir dari tangan sutradara di belakang kamera.

Hari ini, salah satu tangan itu berhenti berkarya. @teguh

Tags: DiskusiFilmHororIndustrijenazahKabar DukakarierKaryaNasionalSutradaratangerang

Kamu Melewatkan Ini

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Next Post
Hutan Kalimantan Rusak: Paru-Paru Dunia Kini di Ujung Napas?

Hutan Kalimantan Rusak: Paru-Paru Dunia Kini di Ujung Napas?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id