Sabtu, Mei 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Smart City Modern: WiFi Kencang, Chaos Saat Hujan

by Waras
Mei 23, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Smart city sekarang terdengar canggih: penuh aplikasi, dashboard digital, dan proyek kota masa depan. Tapi setiap hujan deras datang, banyak kota modern langsung chaos. Ironisnya, ratusan tahun lalu leluhur kita justru sudah memahami cara mengatur air dan membangun kota tanpa harus memusuhi alam.

Tabooo.id: Smart city sekarang keren banget.

Ada CCTV AI.
Ada command center.
Lalu ada dashboard digital.
Bahkan ada aplikasi laporan warga.

Tapi begitu hujan tiga jam, kota langsung berubah jadi waterpark dadakan.

Ironisnya, ratusan tahun lalu Majapahit justru sudah ngerti satu hal yang sering gagal dipahami kota modern:
air itu gak bisa disuruh diam.

Kota Modern Suka Beton, Alam Suka Balas Dendam

Hari ini banyak kota sibuk ngejar istilah:
waterfront city,
superblock,
kawasan premium,
smart living.

Ini Belum Selesai

Kreativitas Tidak Akan Habis, Karena Hati Tidak Bisa Diotomatisasi

Kapolda Perintahkan Begal Ditembak: Tegas atau Langgar HAM?

Artinya sering sederhana:
semua yang hijauberiubah jadi beton mahal.

Rawa ditimbun.
Sungai dipersempit.
Tanah resapan diaspal.

Lalu pemerintah bikin seminar soal sustainability sambil kota perlahan tenggelam.

Majapahit mungkin bakal bingung lihat ini.

Karena mereka justru membangun kanal, waduk, dan sistem distribusi air yang mengikuti cara alam bekerja.

Bukan melawannya demi brosur investasi.

Smart City Modern Kadang Cuma WiFi + Banjir

Ada obsesi lucu dalam pembangunan modern:
asal digital, berarti maju.

Padahal:
WiFi kencang tidak otomatis bikin drainase pintar.

Aplikasi laporan banjir juga gak banyak membantu kalau airnya memang sudah kehilangan tempat pulang.

Kita sibuk bikin kota “smart”.
Tapi lupa bikin kota tetap bisa bernapas.

Leluhur Tak Punya AI, Tapi Punya Akal Lingkungan

Sriwijaya menyesuaikan tata kota dengan rawa pasang surut. Bali membangun Subak berbasis musyawarah dan distribusi air yang adil.

Sementara sekarang?
Air sering kalah cepat dari proyek properti.

Lucunya, manusia modern suka menyebut leluhur sebagai “kuno”.

Padahal mereka hidup ratusan tahun tanpa krisis ekologis separah hari ini.

Kita Modern, Tapi Sering Kehilangan Logika Dasar

Kota makin tinggi.
Udara makin panas.
Ruang hijau makin hilang.
Manusia makin stres.

Tapi brosur smart city tetap terlihat indah.

Mungkin karena modernitas terlalu sibuk menjual masa depan sampai lupa belajar dari masa lalu.

Dan mungkin, masalah terbesar kota modern bukan kurang teknologi.

Tapi terlalu banyak orang pintar yang lupa cara mendengarkan alam.

Majapahit gak punya aplikasi anti-banjir.

Tapi setidaknya mereka gak membangun kota sambil pura-pura lupa kalau air selalu mencari jalannya sendiri. @waras

Tags: krisis kota modernpembangunan melawan alamsejarah lingkungansmart city nusantarateknologi air kuno

Kamu Melewatkan Ini

Nusantara Sudah Punya Smart City, Tapi Kita Lupa Mengkopi

Nusantara Sudah Punya Smart City, Tapi Kita Lupa Mengkopi

by Waras
Mei 22, 2026

Leluhur Nusantara ternyata sudah membangun sistem sanitasi, irigasi, dan tata kota yang sangat maju jauh sebelum istilah smart city lahir....

Next Post
Kalau Kamu Jadi Bupati, Pilih Pasar Tradisional atau 150 Pekerja?

Kalau Kamu Jadi Bupati, Pilih Pasar Tradisional atau 150 Pekerja?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Rupiah Rp15 Ribu: Target Berani atau Cara Halus Menenangkan Pasar?

Rupiah Rp15 Ribu: Target Berani atau Cara Halus Menenangkan Pasar?

Mei 23, 2026

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Mei 21, 2026

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Mei 22, 2026

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Mei 22, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id