Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Smart City: Kota Pintar yang Warganya Masih Nanya WiFi Gratis di Balai Kota

by teguh
November 1, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangin kamu jalan di tengah kota yang katanya “pintar”, tapi sinyal HP kamu malah hilang begitu masuk parkiran. Sementara itu, CCTV di perempatan sibuk merekam kamu melamun karena lampu merahnya gak kunjung hijau. Selamat datang di era smart city konsep kota futuristik yang kadang lebih smart di brosur daripada di kenyataan.

Katanya, kota pintar itu efisien, hijau, dan serba digital. Tapi kadang hasilnya malah kayak update software gagal: loading lama, hasilnya gak keliatan, dan warga tetap stres di jalanan. Pemerintah bangga punya dashboard digital buat pantau kemacetan, tapi rakyat masih bingung kalau udah tahu macet, kenapa gak diubah?.

Kota yang Lebih Pintar dari Warganya (Katanya)

Menurut data dari Smart City Index 2024, beberapa kota di Indonesia mulai melompat ke masa depan ada sensor banjir, aplikasi pelaporan sampah, sampai lampu jalan yang bisa nyala otomatis. Tapi masalahnya, semua teknologi itu tetap butuh sinyal dan listrik. Dan dua hal itu sering absen di saat dibutuhkan.

“Smart city itu bukan cuma soal teknologi, tapi soal komunikasi,” kata Prof. Fadhillah Azhar dari ITB. Setuju banget, Prof. Tapi kadang, yang perlu dikomunikasikan dulu justru logika dasarnya buat apa bikin sistem AI buat atur lampu lalu lintas, kalau pengendaranya tetap nyalip dari trotoar?

Telko, Sang “Kabel Tak Terlihat” yang Menyambung Semua Drama

Jujur aja, di balik semua teknologi keren itu, telko alias penyedia layanan telekomunikasi adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka kayak mantan yang diam-diam masih bantu kamu login Netflix keluarga gak kelihatan, tapi kalau hilang, dunia langsung chaos.

Ini Belum Selesai

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabil atau Berbahaya?

Telko yang bikin data bisa ngalir dari sensor sampah ke dashboard wali kota. Mereka juga yang jagain koneksi IoT biar lampu jalan gak “ngelag” kayak WiFi kosan.
Cuma ya, kadang sistemnya masih suka crash pas jam sibuk. Jadi kalau tiba-tiba lampu jalan semua nyala siang-siang, ya itu mungkin server down, bukan wahyu.

IoT dan Edge Computing: Kedengeran Keren, Tapi Tetap Butuh Akal Sehat

Kata para pakar, edge computing itu masa depan: data diproses langsung di tempat, gak perlu jauh-jauh ke pusat data. Tapi di lapangan, edge ini kadang kayak ujung sabar warga makin tipis tiap kali ada update sistem tapi masalah lama belum kelar. Sensor polusi udah dipasang, tapi polusinya sendiri masih numpuk.
Aplikasi laporan jalan rusak udah ada, tapi jalanan tetap lebih banyak lubangnya daripada fitur aplikasinya.

Smart City Bukan Tentang Teknologi, Tapi Tentang Empati

Kota pintar itu idealnya bisa bikin hidup warga lebih mudah, bukan cuma bikin wali kota lebih gampang press release. Di tengah semua jargon keren AI, IoT, edge, cloud yang paling dibutuhkan justru common sense dan komunikasi yang manusiawi.

Kota gak akan jadi smart kalau masih gagal dengerin suara warganya. Kadang yang dibutuhkan bukan sistem baru, tapi kepekaan lama: dengarkan, lihat, lalu bertindak.
Karena kalau semua masalah harus diselesaikan lewat aplikasi, mungkin yang kita butuhkan bukan smart city, tapi therapy city.

Kota Pintar, Warga Masih Nanya Password WiFi

Jadi, sebelum kita sibuk bikin kota dengan AI dan sensor di mana-mana, mungkin ada baiknya cek dulu sinyal 4G di kantor kelurahan nyala gak?
Karena percuma punya kota pintar kalau warganya masih antre cuma buat bayar pajak motor.

Dan jujur aja, kota ini baru bisa disebut smart kalau kamu gak perlu nanya password WiFi di balai kota lagi. Kalau masih harus begitu ya berarti masih beta version, bro. @teguh


Tags: CCTVFuturistikITBMasa Depan

Kamu Melewatkan Ini

Patung Pancoran yang Dibayar dengan Pengorbanan

Patung Pancoran yang Dibayar dengan Pengorbanan

by teguh
Juni 1, 2026

Jakarta memiliki banyak bangunan yang menjulang tinggi. Sebagian menjadi simbol kekuasaan. Lainnya tumbuh sebagai pusat ekonomi dan aktivitas masyarakat. Namun...

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

by Naysa
Mei 8, 2026

Dulu, fashion cuma soal terlihat keren. Sekarang, itu sudah tidak cukup. Tahun 2026 mengubah semuanya, baju bukan lagi sekadar gaya,...

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

by teguh
Mei 8, 2026

Kamu pasti pernah berharap kuota internet tidak hangus. Tanpa masa aktif. Bisa dipakai kapan saja. Kedengarannya ideal. Tapi operator seluler...

Next Post
Minum Lemon Biar Kurus? Plot Twist: Lemonnya Nggak Salah, Kamu yang Kebablasan

Minum Lemon Biar Kurus? Plot Twist: Lemonnya Nggak Salah, Kamu yang Kebablasan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id