Senin, Juni 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Kamu pasti pernah berharap kuota internet tidak hangus. Tanpa masa aktif. Bisa dipakai kapan saja. Kedengarannya ideal. Tapi operator seluler justru melihat risiko besar di balik skema itu dan dampaknya bisa langsung kamu rasakan.

Tabooo.id: Teknologi – Dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (04/05/2026), Chief Customer Experience XLSMART, Sukaca Purwokardjono, menyampaikan posisi yang cukup tegas.

Ia mengakui model kuota tanpa batas waktu bisa diterapkan. Namun ia langsung menyoroti dampaknya.

“Model berbasis volume tanpa batas waktu memang dimungkinkan. Tapi praktiknya akan menimbulkan tantangan signifikan,” ujar Sukaca.

Ia menekankan tiga hal utama kapasitas jaringan, kualitas layanan, dan potensi perubahan tarif.

Rollover: Solusi Favorit yang Bisa Jadi Masalah Baru

Banyak pengguna menyukai fitur rollover karena sisa kuota tidak hangus. Mereka bisa memakainya di periode berikutnya.

Namun Sukaca melihat risiko yang lebih besar jika semua operator menerapkan skema ini.

Ini Belum Selesai

English Fun Holiday Winongo Hadirkan Liburan Edukatif untuk Anak

MBG Libur Sekolah, Anak Tenang, Pengusaha Kepanasan

“Jika semua layanan memakai rollover, industri akan menghadapi masalah dalam skala besar.”

Semakin banyak pengguna menyimpan kuota, semakin berat beban jaringan saat mereka memakainya bersamaan.

Operator Bantah “Cuan dari Kuota Hangus”

Isu lama kembali muncul operator dianggap untung dari kuota yang tidak terpakai. Sukaca langsung membantah.

“Kami tidak mendapat pendapatan tambahan dari kuota yang tidak terpakai.”

Ia juga menegaskan bahwa perusahaan selalu memberi informasi transparan. Mereka mencantumkan kuota dan masa berlaku di setiap paket. Sistem juga mengirim notifikasi saat paket aktif.

Internet Bukan Listrik: Cara Kerjanya Berbeda Total

Banyak orang menyamakan kuota internet dengan listrik. Bayar, lalu pakai kapan saja. Namun operator melihatnya berbeda.

“Listrik dikonsumsi langsung tanpa dimensi waktu. Telekomunikasi bergantung pada kapasitas jaringan bersama,” jelas Sukaca.

Jaringan internet harus menyesuaikan waktu, lokasi, dan jumlah pengguna secara bersamaan. Saat banyak orang mengakses di waktu yang sama, beban langsung melonjak.

Pandangan Ahli: Beban Naik, Tarif Bisa Ikut Bergerak

Pengamat telekomunikasi dari ITB, Dr. Budi Raharjo, menjelaskan konsekuensi teknisnya.

“Kalau operator menghapus batas waktu, mereka harus menambah kapasitas besar-besaran. Biaya naik, tarif kemungkinan ikut berubah.”

Sosiolog digital dari UI, Dr. Nur Aini, melihat dari sisi perilaku.

“Tanpa batas waktu, pengguna cenderung menunda pemakaian lalu menghabiskan kuota secara bersamaan. Itu membuat pola trafik tidak stabil.”

Peran Pemerintah: Menjaga Keseimbangan yang Sulit

Pemerintah terus mendorong transparansi dan perlindungan konsumen. Tapi regulator juga harus menjaga industri tetap sehat.

Di satu sisi, publik ingin fleksibilitas dan sisi lain, jaringan butuh stabilitas.

Tabooo: Ini Bukan Soal Kuota, Ini Soal Akses Bersama

Kamu merasa membeli kuota berarti kamu “memiliki” internet. Padahal kamu hanya mendapat akses ke jaringan yang dipakai jutaan orang.

Ketika semua orang bebas memakai kapan saja tanpa batas, sistem bisa kehilangan kendali. Ini bukan sekadar fitur. Ini soal keseimbangan.

Dampaknya Buat Kamu

Kalau skema tanpa masa berlaku dipaksakan:

  • Jaringan bisa melambat saat jam sibuk
  • Operator bisa menaikkan tarif
  • Kualitas layanan bisa turun

Yang terlihat seperti keuntungan, bisa berubah jadi kompromi besar.

Penutup

Kita sering menuntut teknologi agar lebih fleksibel. Tapi kita jarang memikirkan batas sistem di baliknya.

Sekarang pertanyaannya sederhana Kamu lebih butuh kuota yang bebas, atau internet yang tetap stabil?. @teguh

Tags: biayainternetITBJaringanKuotaMahkamah KonstitusiNaikOperatorPengamatSidangSosiolog

Kamu Melewatkan Ini

RUU Pemilu dan Ancaman Penyempitan Ruang Demokrasi

RUU Pemilu dan Ancaman Penyempitan Ruang Demokrasi

by dimas
Juni 21, 2026

RUU Pemilu memicu kekhawatiran atas penyempitan hak pilih rakyat. Benarkah regulasi baru menjaga demokrasi, atau justru menguntungkan elite politik? Tabooo.id...

Hasto Sebut Indonesia Jadi Otoriter Populis Sejak Era Jokowi

Hasto Sebut Indonesia Jadi Otoriter Populis Sejak Era Jokowi

by Tabooo
Juni 1, 2026

Hasto Sebut Indonesia Jadi Otoriter Populis Sejak Era Jokowi dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Partai PDIP, Jakarta...

Patung Pancoran yang Dibayar dengan Pengorbanan

Patung Pancoran yang Dibayar dengan Pengorbanan

by teguh
Juni 1, 2026

Jakarta memiliki banyak bangunan yang menjulang tinggi. Sebagian menjadi simbol kekuasaan. Lainnya tumbuh sebagai pusat ekonomi dan aktivitas masyarakat. Namun...

Next Post
Cek Fakta: Semakin Jarang Ejakulasi, Semakin Sehat Mitos atau Fakta?

Cek Fakta: Semakin Jarang Ejakulasi, Semakin Sehat Mitos atau Fakta?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id