Tabooo.id: Regional – Selasa pagi (27/1/2026), warga Bantul, DIY, dan Pacitan, Jawa Timur, terbangun oleh guncangan gempa bumi beruntun. BMKG mencatat dua peristiwa seismik: gempa kuat magnitudo 5,5 di Pacitan pukul 08.20 WIB, diikuti gempa lebih kecil magnitudo 2 di Bantul pukul 08.47 WIB.
Fakta Gempa
Gempa Pacitan berpusat di darat, 25 kilometer timur laut Pacitan, pada kedalaman 105 kilometer. Dampaknya terasa hingga Malang, Tulungagung, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, dan Madiun.
Sementara itu, gempa di Bantul berada di kedalaman 19 kilometer dari permukaan laut, sekitar 45 km barat daya kota. Getarannya sampai ke Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto, Pasuruan, Semarang, dan Mataram.
Kepala BMKG menegaskan, “Gempa magnitudo rendah seperti di Bantul umumnya tidak menimbulkan kerusakan berarti, tapi tetap menjadi pengingat kewaspadaan masyarakat.”
Secara fisik, gempa kecil Bantul tidak menimbulkan kerusakan besar, tetapi secara psikologis mengganggu aktivitas masyarakat, terutama anak sekolah dan pekerja kantoran yang sempat panik. Gempa Pacitan lebih berpotensi merusak infrastruktur dan memengaruhi jaringan transportasi lokal.
Fenomena gempa beruntun ini menegaskan Indonesia tetap berada di jalur “siaga tinggi” pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Pesan untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi, menyiapkan rencana evakuasi, dan mengikuti prosedur keselamatan. Gempa mungkin kecil, tapi pesan alamnya jelas: jangan anggap remeh.
Indonesia memang cantik, tapi kadang alamnya seperti teman yang nggak sabaran: indah tapi tiba-tiba bisa guncang-guncang. Siap atau tidak, kita tetap harus belajar menari mengikuti ritmenya. @yudi





