Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bisnis di Balik Jeruji: Siapa Mengubah Fasilitas Lapas Blitar Jadi Komoditas?

by dimas
April 30, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter
Fasilitas yang seharusnya menjadi hak dasar narapidana diduga berubah menjadi komoditas di dalam penjara. Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, praktik jual beli fasilitas kembali mencuat. Oknum petugas diduga memperdagangkan berbagai kemudahan kepada narapidana kasus korupsi. Situasi ini menegaskan bahwa transaksi ilegal masih menemukan ruang hidup di dalam lembaga pemasyarakatan.

Tabooo.id: Regional – Dugaan praktik jual beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar kembali menarik perhatian publik. Sejumlah narapidana memberikan uang kepada oknum petugas untuk mendapatkan fasilitas tertentu. Peneliti dari Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zaenur Rohman, menilai praktik tersebut terus muncul karena pengawasan yang lemah serta ekosistem korupsi yang masih bertahan dalam sistem pemasyarakatan.

Transaksi Ilegal di Balik Jeruji

Kasus di lapas tersebut kembali memicu sorotan publik. Informasi yang beredar menunjukkan bahwa sejumlah narapidana kasus korupsi memperoleh fasilitas tertentu setelah memberikan imbalan kepada petugas.

Selain itu, praktik tersebut memperlihatkan perubahan fungsi fasilitas dasar bagi narapidana. Oknum petugas menjual berbagai kemudahan yang seharusnya menjadi bagian dari layanan dasar di dalam lapas.

Di sisi lain, kondisi ini juga menunjukkan lemahnya kontrol internal. Tanpa pengawasan yang kuat, transaksi ilegal tumbuh dengan mudah di dalam sistem yang seharusnya tertutup dan terkontrol.

Karena itu, banyak pengamat menilai persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan perilaku oknum. Persoalan tersebut juga berhubungan dengan lemahnya sistem pengawasan dalam lembaga pemasyarakatan.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Praktik Lama yang Terus Berulang

Menurut Zaenur Rohman, kasus di Blitar bukan peristiwa baru. Ia melihat pola yang sama berulang di berbagai lembaga pemasyarakatan di Indonesia.

“Ini terulang terus karena memang sistemnya atau ekosistemnya korup,” ujar Zaenur, Kamis (30/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan masih menyimpan banyak celah. Celah tersebut memberi kesempatan bagi oknum petugas untuk memanfaatkan jabatan dan kewenangan mereka.

Karena itu, tanpa perbaikan sistem yang serius, praktik serupa akan terus muncul di berbagai tempat.

Dorongan Reformasi Sistem Pemasyarakatan

Zaenur menekankan pentingnya reformasi tata kelola lembaga pemasyarakatan secara menyeluruh. Pemerintah perlu menindak tegas oknum yang terlibat sekaligus memperkuat sistem pengawasan.

Selain itu, pemerintah perlu memperluas transparansi serta membangun mekanisme kontrol yang lebih kuat di setiap lembaga pemasyarakatan. Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat menekan potensi penyalahgunaan kewenangan.

Pada akhirnya, kasus di Blitar kembali menyoroti persoalan lama dalam sistem pemasyarakatan Indonesia. Penjara seharusnya menjadi tempat pembinaan bagi narapidana.

Namun, ketika pengawasan melemah, ruang transaksi ilegal muncul dengan mudah di balik tembok penjara. Oleh sebab itu, banyak pihak berharap pengungkapan kasus ini mendorong pemerintah mempercepat reformasi pemasyarakatan dan memastikan setiap narapidana memperoleh perlakuan yang setara tanpa praktik jual beli fasilitas. @dimas

Tags: Jawa TimurLapas Blitar

Kamu Melewatkan Ini

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

by teguh
Juni 3, 2026

"TPA Randegan membutuhkan revitalisasi secara komprehensif. Beban sampah harian yang masif tanpa dukungan infrastruktur memadai adalah bom waktu ekologis." Tabooo.id...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
Vivo T5 Series: Gaya Hidup  atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

Vivo T5 Series: Gaya Hidup atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id