Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Komdigi Klaim Internet Ngebut Siapa yang Sebenarnya Menikmati?

by teguh
Januari 27, 2026
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Internet Indonesia katanya makin cepat. Pemerintah memamerkan angka, grafik menanjak, dan target ambisius terus bermunculan. Namun, di balik klaim “internet ngebut”, publik diam-diam bertanya, ngebutnya sampai ke mana, dan siapa yang ikut menikmati?

Klaim Pemerintah: Ibu Kota Provinsi Sudah Lari Kencang

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan peningkatan signifikan kecepatan internet sepanjang 2025. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut kecepatan mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi telah mencapai 63,5 Mbps. Sementara itu, fixed broadband mencatat rata-rata kecepatan 51,84 Mbps.

Meutya menyampaikan klaim tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Senin (26/01/2026). Pemerintah menilai capaian ini sebagai bukti keberhasilan pembangunan infrastruktur digital nasional.

Data Publik Bicara Lain: Versi Ookla Lebih Rendah

Namun, data independen menghadirkan cerita berbeda. Laporan Ookla per Desember 2025 mencatat kecepatan internet Indonesia masih berada di bawah klaim Komdigi.

Ookla mencatat kecepatan unduh mobile broadband di angka 52,73 Mbps, dengan kecepatan unggah 17,28 Mbps. Untuk fixed broadband, kecepatan unduh berada di 44,38 Mbps, sementara unggah mencapai 30,61 Mbps.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan serius. Pemerintah mengukur kecepatan berbasis wilayah ibu kota provinsi. Sementara itu, pengguna internet sehari-hari merasakan koneksi yang jauh lebih beragam dan sering kali tidak stabil.

Jaringan Meluas, Tapi Kualitas Masih Timpang

Di sisi cakupan, Komdigi mengklaim jaringan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia. Pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 99,05 persen pada 2026, bahkan melampaui target RPJMN 2029.

Layanan 5G juga mulai berkembang. Sepanjang 2025, jaringan ini menjangkau 6,33 persen wilayah permukiman, melebihi target RPJMN sebesar 4,4 persen. Pemerintah menargetkan cakupan 5G naik ke 8,5 persen pada 2026.

Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Kota besar menikmati koneksi cepat dan stabil. Sebaliknya, wilayah pinggiran masih berkutat dengan sinyal lemah dan kecepatan tak konsisten.

Kampung Internet dan Layanan Darurat Digital

Untuk mengejar ketertinggalan, Komdigi menjalankan Program Kampung Internet. Hingga 2025, program ini menjangkau 1.194 titik, terutama di daerah yang sebelumnya sulit mengakses jaringan.

Di sektor kebencanaan, pemerintah juga mendorong digitalisasi. Hingga akhir 2025, integrasi Sistem Informasi Kebencanaan dengan Layanan Darurat 112 telah berjalan di 186 kabupaten/kota. Pemerintah menilai integrasi ini mampu mempercepat respons dalam situasi darurat.

Pada 2026, Komdigi menargetkan perluasan integrasi tersebut ke 200 kabupaten/kota.

Siapa Diuntungkan, Siapa Masih Tertinggal?

Kecepatan internet yang meningkat jelas menguntungkan pelaku startup, bisnis digital, kreator konten, dan masyarakat urban. Mereka langsung memanen hasil dari koneksi cepat dan stabil.

Namun, masyarakat di daerah dengan kuota mahal, perangkat terbatas, dan sinyal naik-turun masih tertinggal. Internet cepat belum otomatis menghadirkan keadilan digital.

Penutup: Internet Cepat atau Cepat di Laporan?

Internet Indonesia memang berlari lebih kencang di atas kertas. Tapi selama kecepatan hanya terasa di kota besar dan ruang rapat, publik akan terus bertanya internet ini benar-benar hadir untuk semua, atau hanya berlari cepat di laporan resmi?. @teguh

Tags: BisnisDigitalinternetJaringanKlaimMenkomdigi

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Semua Orang Bisa Komentar, Tapi Tidak Semua Berani Bicara

Berani Bicara Itu Mahal di Era Semua Orang Bisa Komentar

by eko
Mei 15, 2026

Berani bicara hari ini terdengar sangat sederhana. Cukup buka media sosial, tulis apa yang ada di kepala, lalu tekan kirim....

Dari Ujung Timur ke Dunia: Papua Tak Lagi Sekadar Pinggiran

Dari Ujung Timur ke Dunia: Papua Tak Lagi Sekadar Pinggiran

by teguh
Mei 10, 2026

Papua tak lagi sekedar pinggiran. Dulu, banyak orang menyebut Papua sebagai “ujung Indonesia”. Tempat yang terasa jauh, mahal dijangkau, dan...

Next Post
Toy Story 5 Pixar Angkat Konflik Mainan vs Teknologi

Toy Story 5 Pixar Angkat Konflik Mainan vs Teknologi

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id