Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Haji Her Satukan Kades dan Pengusaha Tembakau

by teguh
April 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Di tengah naik-turun nasib sektor pertanian, suara tegas datang dari Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pengusaha rokok Khairul Umam atau Haji Her mengajak para pengusaha, kepala desa, dan kiai untuk bersatu menjaga kesejahteraan petani tembakau.

Ia menyampaikan ajakan itu saat menghadiri silaturahmi kepala desa, pengusaha, dan kiai di Monumen Arek Lancor, Jumat malam, 17/04/2026. Forum tersebut membawa satu pesan jelas petani tidak boleh berjalan sendiri.

Harga Sudah Naik, Jangan Turun Lagi

Saat ditemui pada Sabtu, 19/04/2026, Haji Her menilai petani tembakau mulai bangkit dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, harga tembakau kini sudah lebih baik dan memberi napas bagi petani.

“Ini harus dipertahankan. Mereka harus sejahtera, salah satunya tembakau tetap harus terbeli mahal,” kata Haji Her, Sabtu, 18/04/2026.

Ucapan itu menegaskan satu hal penting. Petani tidak hanya membutuhkan musim panen. Mereka juga membutuhkan harga layak agar rumah tangga tetap bertahan.

Ini Belum Selesai

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

Kepala Desa Harus Turun Tangan

Haji Her lalu menyoroti peran kepala desa. Menurutnya, kepala desa paling dekat dengan petani dan paling tahu persoalan di lapangan.

“Kita pengusaha harus kompak. Kepala desa juga harus kompak,” ujarnya.

Pesannya sederhana, tetapi kuat. Jika desa, pengusaha, dan tokoh agama bergerak bersama, petani punya peluang lebih besar menikmati hasil kerja mereka sendiri.

Forum Rutin dan Bernuansa Budaya

Haji Her juga ingin forum seperti ini hadir secara rutin. Ia menyiapkan konsep kolaborasi tradisi Samman dan Tembang Macapat bernuansa religi agar pertemuan terasa dekat dengan budaya masyarakat.

Ketua Pelaksana Silaturrahmi, Farid Afandi, langsung menyambut gagasan itu. Kepala Desa Tentenan Timur tersebut siap ikut mendorong kesejahteraan petani tembakau di Madura.

“Untuk mempererat hubungan antar-kepala desa dengan pengusaha dan kiai, forum ini kita gelar secara rutin,” kata Farid Afandi.

Ia menjelaskan, para penggagas sudah menyiapkan forum ini sejak beberapa bulan lalu sebelum akhirnya terlaksana tahun ini.

Beda Latar Belakang, Satu Tujuan

Lora Abbas menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Menurutnya, semua pihak justru bisa mengubah keberagaman menjadi kekuatan bersama.

“Kita semua memiliki karakter yang berbeda. Tidak masalah kita berbeda, tetapi kita berharap bisa bersatu dalam kebaikan,” pungkasnya.

Tabooology: Saat Desa Memilih Bersatu

Ini bukan sekadar acara silaturahmi. Ini langkah politik ekonomi tingkat desa. Saat pengusaha, kepala desa, dan kiai duduk satu meja, petani mendapat ruang lebih besar untuk diperjuangkan.

Masalahnya, banyak daerah gemar bicara hasil panen, tetapi lupa membahas nasib petani setelah panen. Pamekasan mencoba memulai dari akar: menyatukan kekuatan lokal.

Pertanyaannya sekarang, siapa daerah berikutnya yang berani melakukan hal sama?. @teguh

Tags: ForumJawa TimurKepala DesaKesejahteraanKolaborasiKonsepLapanganpengusahaPetaniReligiRokokSilaturahmi

Kamu Melewatkan Ini

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

Saat Kedai Jadi Perpustakaan: Budaya Membaca Sedang Mencari Rumah Baru

by teguh
Juli 13, 2026

Di sudut sebuah kedai ramen di Kota Mojokerto, aroma kuah hangat bercampur dengan wangi kertas buku yang mulai menguning. Seorang...

Tahu Campur: Legenda yang Lahir dari Dapur Hampir Kosong

Tahu Campur: Legenda yang Lahir dari Dapur Hampir Kosong

by dimas
Juli 12, 2026

Tahu Campur lahir dari dapur sederhana di Lamongan. Kisah kuliner legendaris yang membuktikan kreativitas sering tumbuh dari keterbatasan. Tabooo.id -...

Komunitas Membagikan Buku Gratis: Kenapa Akses Literasi Masih Bergantung pada Relawan?

Komunitas Membagikan Buku Gratis: Kenapa Akses Literasi Masih Bergantung pada Relawan?

by teguh
Juli 11, 2026

Membeli secangkir kopi hari ini jauh lebih mudah daripada menemukan perpustakaan yang hidup. Kedai-kedai baru bermunculan di hampir setiap sudut...

Next Post
80% Capekmu Mungkin Datang dari Hal yang Tidak Penting

80% Capekmu Mungkin Datang dari Hal yang Tidak Penting

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id