Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, pelemahan rupiah kini bukan lagi sekadar angka di layar perdagangan.

Tabooo.id: Reality – Nilai tukar rupiah kembali mencetak sejarah pahit. Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), rupiah menembus level Rp 17.500 per dolar AS dan mencatat pelemahan terdalam sepanjang sejarah. Bagi publik, angka itu mungkin terlihat seperti statistik ekonomi biasa. Tapi di balik layar, pasar sedang mengirim sinyal yang jauh lebih serius kepercayaan mulai goyah.

Rupiah Tertekan dari Dua Arah

Data Bloomberg menunjukkan rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 17.512 per dolar AS pada siang hari. Angka itu melemah 0,56 persen dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 17.414 per dolar AS. Dalam waktu singkat, rupiah berubah dari sekadar mata uang yang melemah menjadi simbol kegelisahan pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.

Tekanan datang dari faktor eksternal dan domestik secara bersamaan. Dari luar negeri, konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Situasi itu membuat investor global memburu dolar AS sebagai aset aman. Akibatnya, indeks dolar AS menguat dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan.

Namun pasar tidak hanya melihat faktor global. Pelaku pasar juga mulai menyoroti kondisi ekonomi dalam negeri. Meski ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026, banyak investor menilai pertumbuhan itu belum mencerminkan kekuatan sektor riil maupun investasi yang sehat.

Pengamat ekonomi dan mata uang dari PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut. Ia memperkirakan nilai tukar rupiah bisa bergerak menuju Rp 17.550 per dolar AS dalam pekan ini jika sentimen negatif belum mereda.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Sorotan Lembaga Internasional

Sentimen pasar semakin memburuk setelah sejumlah lembaga internasional memberi perhatian khusus terhadap Indonesia. MSCI tengah meninjau status pasar saham Indonesia. Di saat yang sama, Moody’s Ratings dan Fitch Ratings sudah lebih dulu menurunkan proyeksi peringkat kredit Indonesia.

Kondisi itu membuat investor asing mulai mempertanyakan arah kebijakan ekonomi pemerintah. Mereka juga menyoroti konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan iklim investasi.

Investor global sangat sensitif terhadap ketidakjelasan arah kebijakan. Ketika pasar melihat ketidakpastian, modal asing biasanya keluar lebih cepat daripada respons pemerintah.

Langkah BI Dinilai Belum Menyentuh Akar Masalah

Bank Indonesia sudah menyiapkan tujuh langkah stabilisasi untuk menahan tekanan rupiah. BI melakukan intervensi pasar valuta asing, membeli surat berharga negara di pasar sekunder, dan memperketat pembelian dolar AS.

Namun sejumlah ekonom menilai langkah tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan sentimen pasar. Mereka menilai masalah utama bukan hanya soal moneter, tetapi juga menyangkut kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Ini bukan sekadar cerita rupiah melemah. Ini tentang bagaimana pasar membaca tingkat kepercayaan terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Dampaknya Mulai Terasa ke Publik

Tekanan rupiah perlahan mulai menyentuh kehidupan masyarakat. Pelemahan nilai tukar berpotensi mendorong kenaikan harga impor, biaya produksi industri, hingga harga kebutuhan pokok.

Ketika dolar terus naik, tekanan paling besar biasanya tidak dirasakan elite pasar. Masyarakat dengan daya beli terbatas justru menghadapi dampak paling nyata.

Kini pertanyaannya bukan hanya soal seberapa jauh rupiah akan melemah. Pertanyaan besarnya apakah pemerintah mampu mengembalikan kepercayaan pasar sebelum tekanan ini berubah menjadi beban ekonomi yang lebih luas bagi publik? @dimas

Tags: Dolar ASEkonomi IndonesiaKrisis Kepercayaan PasarNilai Tukar RupiahRupiah Melemah

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

Mahasiswa Solo Menggugat: BBM Naik, Rakyat Makin Terjepit

by dimas
Juni 13, 2026

Ratusan mahasiswa Solo Raya menggelar aksi di DPRD Solo. Mereka menyoroti BBM naik, rupiah melemah, MBG, RUU Polri, hingga TPA...

Next Post
Perempuan Pembela HAM: Demokrasi Butuh Mereka, Kekuasaan Takut Suara Mereka

Perempuan Pembela HAM: Demokrasi Butuh Mereka, Kekuasaan Takut Suara Mereka

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id