Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter
Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden.

Tabooo.id: Madiun – Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) akan menggelar puncak Suran Agung ke-123 Tahun 2026 pada Minggu, (28/6/2026), di Kota Madiun. Ribuan warga persaudaraan dari berbagai koordinator lapangan (korlap) wilayah Mataraman dan sekitarnya dijadwalkan hadir dalam agenda tahunan tersebut.

Tahun ini, Suran Agung mengusung konsep Purabaya. Panitia mengangkat tema “Meneguhkan Kesucian dan Kebenaran, Merawat Perdamaian, Menguatkan Persaudaraan dan Persatuan untuk Kesejahteraan Bersama.”

Tema tersebut menjadi pijakan seluruh rangkaian kegiatan. Panitia juga mengajak seluruh warga menjaga ketertiban, persatuan, dan kedamaian selama Suran Agung berlangsung.

Purabaya Jadi Spirit Suran Agung

Panitia memilih konsep Purabaya sebagai identitas Suran Agung ke-123. Konsep ini menegaskan komitmen PSHW dalam merawat ajaran, memperkuat persaudaraan, dan menjaga nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Melalui tema tahun ini, PSHW mengajak seluruh warga menjunjung kesucian hati, menegakkan kebenaran, dan mempererat persatuan. Organisasi juga berharap seluruh peserta mampu menghadirkan suasana yang damai selama kegiatan berlangsung.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Seluruh Warga Wajib Jaga Ketertiban

Panitia menargetkan pelaksanaan Suran Agung 2026 berlangsung tanpa insiden. Karena itu, seluruh warga wajib menaati aturan dan maklumat keamanan yang berlaku.

Panitia melarang peserta melakukan konvoi menggunakan kendaraan bermotor. Seluruh warga juga harus menjaga nama baik organisasi, menghormati masyarakat, dan mematuhi arahan petugas selama berada di Madiun.

Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Suran Agung yang aman, tertib, dan kondusif.

Polisi Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

Polres Madiun Kota bersama Polres Ngawi telah menyusun skema pengamanan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Petugas akan mengawal jalur keberangkatan dan kepulangan peserta. Polisi juga akan menerapkan penyekatan serta pengalihan arus di sejumlah titik rawan di kawasan Madiun Raya.

Langkah itu bertujuan mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus menjaga keamanan seluruh peserta dan masyarakat.

Polisi mengimbau pengguna jalan agar menyesuaikan waktu perjalanan. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas selama rekayasa lalu lintas berlangsung.

Ribuan Warga Hadir di Madiun

Pusat kegiatan Suran Agung tahun ini berada di wilayah Madiun. Ribuan warga PSHW dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti acara tersebut.

Suran Agung bukan sekadar agenda tahunan organisasi. Momentum ini juga mempertemukan saudara seasuhan dari berbagai daerah dalam satu ikatan persaudaraan.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi ruang untuk melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat nilai budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.

Persaudaraan Jadi Ukuran Keberhasilan

Bagi PSHW, keberhasilan Suran Agung tidak hanya diukur dari kemeriahan acara. Organisasi juga menilai keberhasilan melalui kedisiplinan, ketertiban, dan sikap seluruh warga selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, panitia mengajak seluruh peserta menjadikan Suran Agung sebagai momentum memperlihatkan wajah persaudaraan yang damai dan bertanggung jawab.

Dengan semangat Purabaya dan komitmen zero insiden, PSHW berharap Suran Agung ke-123 mampu menjadi contoh bahwa tradisi besar dapat berjalan aman, tertib, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. @dimas

Tags: madiunPSHWPurabayaSetia Hati WinongoSuran Agung 2026

Kamu Melewatkan Ini

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

by dimas
Juni 27, 2026

Bersih Desa Winongo 2026 menjadi tradisi yang menjaga identitas, memperkuat gotong royong, dan melestarikan budaya di Kota Madiun. Tabooo.id -...

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

by dimas
Juni 27, 2026

Tabooo Network Indonesia menghadirkan TABOOO Corner di Winongo, ruang baru yang mengajak publik memahami realitas sosial dan budaya. Tabooo.id: Madiun...

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta menghidupkan kisah Raden Ronggo Prawirodirjo III dari Madiun, sosok yang berani melawan kolonialisme sebelum Perang Jawa....

Next Post
Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id