Indonesia punya banyak kuliner khas dengan identitas kuat di tiap daerah. Salah satunya lontong kupang, makanan khas pesisir Jawa Timur yang identik dengan Surabaya. Sekarang, warga Madiun tidak perlu pergi jauh untuk mencicipinya. Mereka bisa langsung datang ke Lontong Kupang Pak Dhamos yang sudah lama jadi incaran pecinta kuliner lokal.
Tabooo.id: Lifestyle – Lontong Kupang Pak Dhamos berdiri sejak 2003 di Jalan Setiaki, Kota Madiun. Setelah Pak Dhamos meninggal, Raisa melanjutkan usaha ini bersama ibunya.
“Dulu kami sempat jualan di depan GOR sekitar delapan bulan. Setelah itu pindah ke Jalan Setiaki sampai sekarang,” ujar Raisa.
Raisa tidak hanya meneruskan usaha, tapi juga menjaga rasa yang sudah dikenal pelanggan selama puluhan tahun.
Resep Khas yang Disesuaikan
Pak Dhamos membawa resep asli dari Surabaya. Namun, keluarga ini tidak berhenti di situ. Mereka menyesuaikan rasa agar lebih cocok dengan lidah warga Madiun.
“Kami tetap pakai cita rasa asli kupang, tapi kami sesuaikan sedikit. Jadi rasanya lebih pas dan banyak yang suka,” kata Raisa.
Satu porsi lontong kupang berisi lontong potong, kupang segar, petis, dan bumbu rempah yang kuat. Mereka menambahkan bawang goreng dan lento untuk memperkaya rasa.
Harga Stabil, Rasa Konsisten
Raisa mempertahankan harga Rp13.000 per porsi sejak delapan tahun lalu. Ia memilih menjaga keterjangkauan agar semua kalangan bisa menikmati kuliner ini.
“Kalau makan di sini dapat bonus lento. Kalau dibungkus juga bisa, Rp7.000 dapat 10 biji plus sambal petis,” jelasnya.
Strategi ini membuat pelanggan tetap datang tanpa merasa terbebani harga.
Bahan Langsung dari Surabaya
Untuk menjaga kualitas, Raisa rutin mengambil bahan langsung dari Surabaya setiap minggu.
“Kami kulakan seminggu sekali. Sekalian karena keluarga bapak masih di sana,” ujarnya.
Langkah ini memastikan rasa tetap autentik, meskipun dijual di kota berbeda.
Pembeli Datang dari Berbagai Kota
Warung ini buka setiap pukul 11.00 WIB. Dalam waktu singkat, tempat ini menarik perhatian banyak orang, bahkan dari luar kota.
“Banyak yang datang dari Solo, Semarang, Pacitan, sampai Ponorogo. Mereka mampir ke sini daripada harus ke Surabaya,” kata Raisa.
Selain lontong kupang, mereka juga menjual lontong balap dan sate kerang sebagai pilihan tambahan.
Lebih dari Sekadar Makanan
Lontong Kupang Pak Dhamos bukan hanya soal rasa. Usaha ini menunjukkan bagaimana tradisi bisa bertahan lewat adaptasi dan konsistensi.
Di satu sisi, Raisa menjaga resep keluarga. Di sisi lain, ia menyesuaikan diri dengan pasar lokal.
Hasilnya sederhana: kuliner pesisir bisa hidup di tengah kota, tanpa kehilangan identitasnya. @jeje





