Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

by teguh
April 4, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Mencari kesembuhan seharusnya membawa harapan. Tapi di Magetan, cerita itu berubah jadi mimpi buruk. Polisi menangkap seorang dukun berinisial KN setelah ia diduga memperkosa pasiennya sendiri dengan dalih pengobatan. Ini bukan sekadar kasus kriminal. Ini soal kepercayaan yang disalahgunakan.

Ritual, Ancaman Mistis, dan Relasi Kuasa

Satreskrim Polres Magetan menangkap KN, warga Kecamatan Sidorejo, setelah LS (43) melapor. Korban awalnya datang untuk mencari pengobatan bagi suaminya yang sakit sejak 2023. Alih-alih memberi solusi, pelaku menawarkan “ritual khusus”.

Kasi Humas Polres Magetan, Indra Suprihatin, menjelaskan bahwa pelaku meminta korban menjalani sejumlah syarat, termasuk ritual di rumah dan di makam. Dari luar, praktik ini tampak seperti pengobatan alternatif biasa. Tapi di balik itu, pelaku membangun kontrol secara perlahan.

Masalahnya, pelaku mengaku sebagai “tuhan kedua”. Dari titik itu, relasi kuasa mulai terbentuk dan korban makin sulit menolak.

Dari Pengobatan ke Dugaan Kekerasan Seksual

Pelaku tidak berhenti di ritual. Ia memanfaatkan kondisi psikologis korban yang sedang putus asa ingin menyembuhkan suaminya.

Ini Belum Selesai

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Kasi Humas Polres Magetan, Indra Suprihatin, mengatakan korban melaporkan praktik pengobatan yang menyimpang. “Korban awalnya mencari pengobatan untuk suaminya yang sakit sejak 2023 hingga 2024. Pelaku kemudian menawarkan metode penyembuhan alternatif dengan sejumlah syarat, termasuk menjalani ritual tertentu,” ujarnya melalui pesan singkat Jumat (03/04/2026).

Polisi menemukan bahwa pelaku berulang kali menyetubuhi korban lebih dari lima kali.

Pelaku juga menekan korban dengan ancaman mistis. Ia menakut-nakuti korban dengan narasi “hamil gaib” agar korban terus menuruti perintahnya.

“Korban mengikuti permintaan pelaku diduga karena keinginan kuat menyembuhkan suaminya,” katanya. Indra

Ini bukan soal percaya atau tidak percaya hal mistis. Ini soal bagaimana seseorang menggunakan ketakutan untuk mengendalikan orang lain.

Tidak Ada Uang Hilang, Tapi Ada Trauma

Penyidik tidak menemukan kerugian materi dalam kasus ini. Pelaku tidak mengambil uang dari korban.

Namun, kerugian yang muncul jauh lebih dalam. Korban kehilangan rasa aman, kepercayaan, dan kendali atas tubuhnya sendiri.

Korban tetap bertahan karena satu hal keinginan kuat untuk menyembuhkan suaminya. Dan di situlah pelaku melihat celah lalu memanfaatkannya.

Ancaman Hukuman dan Dugaan Korban Lain

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 6 huruf c UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara dan denda hingga Rp300 juta.

“Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta mengembangkan kasus guna mengungkap fakta tambahan,” kata Indra.

Tabooo Insight: Ketika Kepercayaan Jadi Senjata

Kasus ini membuka realitas yang sering kita abaikan praktik pengobatan alternatif tanpa kontrol bisa berubah jadi ruang abu-abu yang berbahaya.

Ini bukan soal semua dukun salah. Tapi ketika seseorang mengklaim kuasa absolut bahkan menyebut diri “tuhan kedua” itu bukan lagi pengobatan. Itu manipulasi.

Dan korban sering tidak sadar, karena yang mereka pegang hanya satu harapan.

Lalu, pertanyaannya Kalau kepercayaan bisa dipelintir sedalam ini, siapa yang benar-benar melindungi orang-orang yang sedang paling rentan?

Tags: KriminalMagetanPolisiRitual

Kamu Melewatkan Ini

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Lexus RX350 Surabaya Ditarik Paksa, Polisi Mulai Penyidikan

Lexus RX350 Surabaya Ditarik Paksa, Polisi Mulai Penyidikan

by Naysa
Mei 2, 2026

Kasus dugaan penarikan paksa mobil mewah di Surabaya kini masuk fase serius. Polisi sudah menaikkan status perkara ke penyidikan. Namun,...

Pisau di Bandara Langgur: Saat Politik Lokal Kehilangan Rem

Pisau di Bandara Langgur: Saat Politik Lokal Kehilangan Rem

by teguh
April 20, 2026

Minggu siang, 19 April 2026, Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur berubah mendadak dari ruang kedatangan menjadi ruang duka. Agrapinus Rumatora...

Next Post
Harga CPO Melejit: Biodiesel Jadi Raja Baru, Dompet Siap Ikut Terbakar?

Harga CPO Melejit: Biodiesel Jadi Raja Baru, Dompet Siap Ikut Terbakar?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026

Wacana Beras Satu Harga, Bulog Buka Kartu Soal Rugi

Desember 30, 2025

Kota Sehat, Papua Sekarat: Ironi Layanan Kesehatan Indonesia

November 27, 2025
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id