Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Wacana Beras Satu Harga, Bulog Buka Kartu Soal Rugi

by teguh
Desember 30, 2025
in Nasional
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Bulog Buka Kartu Soal Beras Satu Harga

Tabooo.id: Nasional – Wacana pemerintah menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras satu harga dari Sabang sampai Merauke memantik respons Perum Bulog. Perusahaan pelat merah itu menyatakan siap mendukung kebijakan tersebut, asal negara ikut menyesuaikan aturan mainnya.

Bulog menilai konsep beras satu harga tak bisa berdiri sendirian. Tanpa dukungan kebijakan tambahan, ide itu justru berisiko memberatkan distribusi dan keuangan perusahaan.

Margin 5% Dianggap Tak Masuk Akal

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara terbuka menyebut margin fee yang berlaku saat ini terlalu kecil. Bulog hanya mengantongi Rp 50 per kilogram beras, angka yang nyaris tak berarti jika harus menutup biaya logistik lintas pulau.

Bulog pun terus mencatat kerugian. Di satu sisi, perusahaan menjalankan penugasan negara. Di sisi lain, Bulog tetap harus menanggung biaya operasional, distribusi, dan bunga pinjaman bank Himbara.

“Kondisi ini jelas membebani,” kata Ahmad Rizal saat ditemui di kantornya, Senin (29/12/2025).

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Ferdy Sambo Kuliah S2 di Penjara: Hak Warga Binaan atau Privilege Elite?

Usul Margin Naik Jadi 10%

Untuk keluar dari tekanan itu, Bulog mengusulkan kenaikan margin fee menjadi 10%. Ahmad Rizal menilai angka tersebut lebih realistis untuk menopang operasional perusahaan.

Jika usulan ini berjalan, Bulog memperkirakan potensi keuntungan bisa mencapai Rp 2,1 triliun. Dana itu akan langsung menopang distribusi beras nasional.

“Targetnya jelas, beras satu harga dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Tertekan?

Jika margin naik, Bulog diuntungkan. Perusahaan bisa menjalankan tugas negara tanpa terus berdarah-darah. Distribusi beras ke daerah terpencil juga lebih terjamin karena biaya logistik tertutup.

Masyarakat di wilayah timur Indonesia berpeluang merasakan harga beras yang lebih adil. Selama ini, harga beras di daerah terpencil sering melonjak karena ongkos angkut.

Namun, beban negara ikut naik. Pemerintah perlu mengatur ulang skema subsidi, pengawasan harga, dan dampak lanjutan ke pasar. Jika tak hati-hati, kebijakan ini bisa memicu kritik soal efisiensi BUMN.

Bulog Ingin Lepas dari Ketergantungan Negara

Ahmad Rizal menegaskan, margin yang sehat bukan sekadar soal untung. Ia ingin Bulog mandiri secara finansial.

Selama ini, Bulog selalu bergantung pada bantuan pemerintah saat ingin membangun atau merehabilitasi gudang. Dengan margin 10%, Bulog mengklaim bisa membiayai kebutuhan itu sendiri.

“Kalau margin ini ada, Bulog bisa bangun dan rehab sendiri,” katanya.

Harga Sama, Tapi Siapkah Sistemnya?

Wacana beras satu harga terdengar ideal. Semua warga membayar harga yang sama, tanpa diskriminasi wilayah. Namun, di balik slogan itu, ada persoalan klasik siapa yang menanggung ongkos keadilan.

Bulog sudah mengajukan jawabannya margin harus naik. Kini bola ada di tangan pemerintah. Mau memperkuat distribusi pangan nasional, atau tetap menekan BUMN sambil berharap harga stabil sendiri?

Beras boleh satu harga, tapi kebijakan setengah matang justru bisa membuat dapur negara ikut panas. @teguh

Tags: berasBulogDistribusiFinansialKebijakanpemerintah

Kamu Melewatkan Ini

Pajak Mobil 0%: Kebijakan Lingkungan atau Desain Ekonomi Terselubung?

Pajak Mobil 0%: Kebijakan Lingkungan atau Desain Ekonomi Terselubung?

by teguh
Mei 6, 2026

Jakarta sedang menekan pedal gas untuk kendaraan listrik. Pemerintah mempertahankan pajak nol persen. Tapi pertanyaannya: ini benar soal lingkungan atau...

Pajak Mobil Listrik 0%: Insentif Hijau atau Strategi Politik?

Pajak Mobil Listrik 0%: Insentif Hijau atau Strategi Politik?

by teguh
Mei 6, 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pajak kendaraan listrik tetap 0 persen. Keputusan ini muncul setelah arah kebijakan dari pemerintah pusat...

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026

Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak...

Next Post
Google Uji Baterai Udara: Simpan Listrik Pakai CO₂

Google Uji Baterai Udara: Simpan Listrik Pakai CO₂

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

Mei 14, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Mei 14, 2026

Ferdy Sambo Kuliah S2 di Penjara: Hak Warga Binaan atau Privilege Elite?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id