Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pajak Mobil 0%: Kebijakan Lingkungan atau Desain Ekonomi Terselubung?

by teguh
Mei 6, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter
Jakarta sedang menekan pedal gas untuk kendaraan listrik. Pemerintah mempertahankan pajak nol persen. Tapi pertanyaannya: ini benar soal lingkungan atau strategi besar yang sedang berjalan?

Tabooo.id: Deep – Pemerintah pusat membuka babak baru pada 01/04/2026. Kemendagri menerbitkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 dan memberi kewenangan kepada daerah untuk memungut pajak kendaraan listrik. Artinya jelas kendaraan listrik tidak lagi sepenuhnya bebas beban.

Namun, hanya tiga minggu kemudian, arah itu berubah. Kemendagri mengirim Surat Edaran pada 22/04/2026 dan meminta seluruh gubernur memberikan keringanan, bahkan pembebasan penuh pajak.

Pemerintah DKI Jakarta langsung menyesuaikan langkah.

“Pemerintah DKI Jakarta selalu mereferensi keputusan pemerintah pusat,” kata Gubernur Pramono Anung Wibowo, Selasa (05/05/2026).

Sebelumnya, Pemprov sempat menyusun skema insentif berbasis harga kendaraan. Mereka merancang potongan bertingkat, mulai dari 75 persen hingga 25 persen.

Ini Belum Selesai

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Namun, perubahan kebijakan pusat menghentikan skema itu. DKI akhirnya menetapkan satu keputusan pajak tetap nol persen.

Tarik-Menarik yang Tidak Terlihat

Perubahan cepat ini bukan kebetulan. Ini menunjukkan tarik-menarik kepentingan yang nyata.

Pemerintah daerah membutuhkan pemasukan. Sebaliknya, pemerintah pusat ingin mempercepat adopsi kendaraan listrik.

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Dr. Raka Mahendra, melihat konflik ini sebagai hal yang wajar.

“Negara sedang memainkan dua fungsi sekaligus menarik pajak dan membangun pasar baru,” ujarnya.

Sosiolog perkotaan, Siti Nur Aisyah, menyoroti sisi kekuasaan dalam kebijakan ini.

“Kita tidak sedang bicara kendaraan saja. Kita sedang bicara siapa yang akan menguasai mobilitas masa depan,” katanya.

Ekosistem Sedang Dibangun

Kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah juga menyiapkan subsidi besar.

Mereka menargetkan:

  • 100 ribu mobil listrik
  • 100 ribu motor listrik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arah kebijakan tersebut.

“Kita ingin mendorong konsumsi sekaligus menekan penggunaan bahan bakar,” katanya.

Pemerintah bahkan menyiapkan subsidi Rp5 juta untuk motor listrik.

Akademisi energi ITB, Prof. Dedi Kurniawan, membaca langkah ini sebagai strategi industrial.

“Negara tidak menunggu pasar terbentuk. Negara menciptakan demand agar industri bisa hidup,” jelasnya.

Bukan Sekadar Pajak Ini Cara Negara Menciptakan Pasar

Ini bukan sekadar pajak nol persen. Ini adalah mesin percepatan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dari nol.

Negara tidak hanya mendorong konsumsi tapi sedang membentuk arah industri masa depan.

Siapa yang Diuntungkan?

Jawabannya tidak netral. Kelompok yang paling cepat merasakan manfaat adalah:

  • Konsumen kelas menengah atas
  • Produsen kendaraan listrik
  • Investor sektor energi dan transportasi

Sementara itu, masyarakat kelas bawah belum merasakan dampak langsung.

Budayawan ekonomi Agus Santoso menyebut kondisi ini sebagai ketimpangan hijau.

“Kebijakan hijau sering terlihat inklusif, tapi manfaat awalnya dinikmati kelompok tertentu,” ujarnya.

Dampaknya Buat Kamu: Pilihan atau Arah yang Sudah Ditentukan?

Buat kamu, kebijakan ini terlihat sederhana harga kendaraan listrik jadi lebih ringan.

Namun, dampaknya jauh lebih besar:

  • Arah harga energi bisa berubah
  • Industri otomotif lama bisa tergeser
  • Pilihan mobilitas kamu bisa semakin terbatas

Kamu mungkin merasa memilih. Padahal, sistem sedang mengarahkan pilihan itu.

Di Balik Kebijakan Hijau, Ada Mesin Ekonomi yang Bekerja

Kebijakan ini bermain di dua sisi sekaligus. Negara mendorong agenda lingkungan, tapi juga mempercepat agenda ekonomi.

Ini bukan soal benar atau salah. Ini soal kesiapan. Siapa yang siap masuk ekosistem baru akan melaju cepat. Sedangkan yang tertinggal akan semakin jauh di belakang.

Arah Sudah Ditentukan Kamu Mengikuti atau Menentukan?

Kalau kebijakan ini terus berjalan, kendaraan listrik tidak lagi jadi alternatif. Ia akan menjadi standar baru.

Pertanyaannya sekarang kamu sedang memilih atau sedang diarahkan?

Kalau arah sudah ditentukan sejak awal, apakah ini benar pilihan atau hanya ilusi pilihan?. @teguh

Tags: BudayawanDKI JakartaEkonomi IndonesiaGubernurKebijakanMobil ListrikNegarapajak

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Purbaya Dicopot Usai Rombak Pajak dan Bea Cukai, Kebetulan atau Konflik?

Purbaya Dicopot Usai Rombak Pajak dan Bea Cukai, Kebetulan atau Konflik?

by dimas
September 17, 2026

Purbaya dicopot usai merombak pajak dan bea cukai. Benarkah kebetulan, atau ada konflik di balik pergantian Menkeu? Tabooo.id - Ada...

Benarkah Rumah Kontrakan Kena Pajak Baru Mulai 2027?

Benarkah Rumah Kontrakan Kena Pajak Baru Mulai 2027?

by eko
Agustus 25, 2026

Viral klaim rumah kontrakan akan kena pajak baru mulai 2027. Faktanya, pemerintah belum menetapkan pajak baru khusus untuk pemilik kontrakan....

Next Post
Charles Gozali Bikin Horor dari Luka “Wong Kalahan”

Charles Gozali Bikin Horor dari Luka “Wong Kalahan”

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id