Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak 2024 kini berkembang menjadi dugaan kasus dengan puluhan korban. Pertanyaannya sederhana kenapa penanganannya terasa berjalan di tempat?

Tabooo.id: Nasional – Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati mencatat laporan pertama masuk pada 2024. Saat itu, satu korban melapor bersama orang tuanya. Kepala Dinsos P3AKB, Aviani Tritanti Venusia, langsung mengarahkan kasus ke Unit PPA Polresta Pati untuk proses hukum.

“Kami langsung tindak lanjuti ke kepolisian. Pendampingan korban juga terus berjalan,” ujar Aviani.

Namun, hingga akhir 2025, keluarga korban kembali datang ke UPTD PPA untuk menanyakan perkembangan. Jawaban yang mereka terima masih sama: proses ada di kepolisian.

Di sisi lain, kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Hingga Rabu, 29 April 2026, ada delapan korban resmi yang melapor. Tapi data lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih besar.

“Berdasarkan saksi dan BAP, jumlahnya bisa mencapai 30 hingga 50 korban,” kata Ali.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Korban mayoritas merupakan santriwati tingkat SMP. Mereka berada di rentang usia yang sangat rentan.

Perspektif & Analisis

Pengamat hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Eddy O.S. Hiariej, menilai lambannya penanganan kasus kekerasan seksual sering terjadi karena pembuktian yang kompleks.

“Kasus seperti ini butuh keberanian korban dan keseriusan aparat. Kalau lambat, efeknya korban bisa bertambah,” ujarnya dalam diskusi publik, Februari 2026.

Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, mengingatkan bahwa lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, tidak kebal dari kekerasan berbasis kuasa.

“Relasi kuasa antara pengasuh dan santri sering membuat korban takut bicara,” jelasnya.

Tabooo Twist

Ini bukan sekadar kasus pelecehan. Ini soal sistem yang sering gagal melindungi yang paling rentan anak-anak.

Human Impact

Korban dalam kasus ini sudah keluar dari pesantren. Sebagian mulai bekerja. Tapi luka psikologis tidak selesai hanya dengan pindah tempat.

Dampaknya jelas trauma, rasa takut, dan hilangnya kepercayaan pada institusi yang seharusnya melindungi.

Closing

Pemerintah sudah membuka layanan pengaduan 24 jam. Tapi pertanyaan besarnya masih menggantung kalau laporan sudah ada sejak 2024, kenapa keadilan terasa begitu jauh di 2026?

Kalimat Nyentil

Tempat yang seharusnya mendidik moral, justru diduga jadi ruang aman bagi pelaku. @teguh

Tags: Dinas SosialKabupaten PatiKasuskorbanPatiPelecehanpemerintahPesantren

Kamu Melewatkan Ini

Pati Menagih, Bangkalan Membela: Dua Suara Daerah Menuju Jakarta

Pati Menagih, Bangkalan Membela: Dua Suara Daerah Menuju Jakarta

by dimas
Agustus 23, 2026

Pati menagih pengesahan RUU Perampasan Aset, sementara Bangkalan membela program Prabowo. Dua suara daerah bergerak menuju Jakarta dengan tujuan berbeda....

Pati Bergerak, Tuntut RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

Pati Bergerak, Tuntut RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

by dimas
Agustus 21, 2026

Warga Pati bergerak ke Jakarta untuk aksi 27 Agustus 2026. Mereka menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi...

Dari Larangan ke Kericuhan: Sound Horeg Memanas di Pati

Dari Larangan ke Kericuhan: Sound Horeg Memanas di Pati

by dimas
Agustus 13, 2026

Larangan sound horeg memicu kericuhan di Pati. Massa menggeruduk Kecamatan Tayu hingga gerbang jebol, sebelum camat mencabut larangan tersebut. Tabooo.id:...

Next Post
Konsep Otomatis

Prabowo Hadir di Monas Saat May Day: Simbol Kedekatan atau Strategi Politik Buruh?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id