Jumat, Juni 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak 2024 kini berkembang menjadi dugaan kasus dengan puluhan korban. Pertanyaannya sederhana kenapa penanganannya terasa berjalan di tempat?

Tabooo.id: Nasional – Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati mencatat laporan pertama masuk pada 2024. Saat itu, satu korban melapor bersama orang tuanya. Kepala Dinsos P3AKB, Aviani Tritanti Venusia, langsung mengarahkan kasus ke Unit PPA Polresta Pati untuk proses hukum.

“Kami langsung tindak lanjuti ke kepolisian. Pendampingan korban juga terus berjalan,” ujar Aviani.

Namun, hingga akhir 2025, keluarga korban kembali datang ke UPTD PPA untuk menanyakan perkembangan. Jawaban yang mereka terima masih sama: proses ada di kepolisian.

Di sisi lain, kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Hingga Rabu, 29 April 2026, ada delapan korban resmi yang melapor. Tapi data lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih besar.

“Berdasarkan saksi dan BAP, jumlahnya bisa mencapai 30 hingga 50 korban,” kata Ali.

Ini Belum Selesai

PB XIV Hangabehi Turunkan 14 Pusaka di Tengah Dualisme Keraton

Pakoe Boewono XIV Purbaya Batal Kirab Pusaka, Ada Apa?

Korban mayoritas merupakan santriwati tingkat SMP. Mereka berada di rentang usia yang sangat rentan.

Perspektif & Analisis

Pengamat hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Eddy O.S. Hiariej, menilai lambannya penanganan kasus kekerasan seksual sering terjadi karena pembuktian yang kompleks.

“Kasus seperti ini butuh keberanian korban dan keseriusan aparat. Kalau lambat, efeknya korban bisa bertambah,” ujarnya dalam diskusi publik, Februari 2026.

Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, mengingatkan bahwa lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, tidak kebal dari kekerasan berbasis kuasa.

“Relasi kuasa antara pengasuh dan santri sering membuat korban takut bicara,” jelasnya.

Tabooo Twist

Ini bukan sekadar kasus pelecehan. Ini soal sistem yang sering gagal melindungi yang paling rentan anak-anak.

Human Impact

Korban dalam kasus ini sudah keluar dari pesantren. Sebagian mulai bekerja. Tapi luka psikologis tidak selesai hanya dengan pindah tempat.

Dampaknya jelas trauma, rasa takut, dan hilangnya kepercayaan pada institusi yang seharusnya melindungi.

Closing

Pemerintah sudah membuka layanan pengaduan 24 jam. Tapi pertanyaan besarnya masih menggantung kalau laporan sudah ada sejak 2024, kenapa keadilan terasa begitu jauh di 2026?

Kalimat Nyentil

Tempat yang seharusnya mendidik moral, justru diduga jadi ruang aman bagi pelaku. @teguh

Tags: Dinas SosialKabupaten PatiKasuskorbanPatiPelecehanpemerintahPesantren

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Agamawan Juga Manusia: Mengapa Kita Tak Berani Mengawasi Mereka?

Agamawan Juga Manusia: Mengapa Kita Tak Berani Mengawasi Mereka?

by dimas
Mei 9, 2026

Kasus kekerasan seksual yang melibatkan tokoh agama di sebuah pesantren di Pati, Jawa Tengah tidak hanya memicu kemarahan publik, tetapi...

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Next Post
Konsep Otomatis

Prabowo Hadir di Monas Saat May Day: Simbol Kedekatan atau Strategi Politik Buruh?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id