Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Senyap ke Viral: Kasus Pelecehan Mahasiswa Unair

by teguh
Mei 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Empat mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya terseret dugaan kasus pelecehan seksual. Kasus ini tiba-tiba viral di media sosial, meski pihak kampus mengaku sudah lebih dulu menangani. Pertanyaannya, kenapa publik baru tahu sekarang?

Tabooo.id: Nasional – Akun Instagram @unairjournal memicu perhatian publik setelah mengunggah identitas terduga pelaku. Unggahan itu juga memuat rincian dugaan pelanggaran, mulai dari pelecehan verbal, sentuhan fisik paksa, hingga dugaan pemerkosaan. Nama mahasiswa dari FISIP dan FKG ikut terseret.

Pihak kampus langsung merespons. Ketua Pusat Humas dan Protokol Unair, Pulung Siswantaro, menegaskan bahwa Satgas PPKPT sudah lebih dulu menangani kasus ini.

“Kasus kekerasan seksual ini bukan kasus baru. Satgas PPKPT sudah menanganinya sesuai prosedur,” ujar Pulung, Jumat (01/05/2026).

Pulung menjelaskan, Satgas telah menyelesaikan tiga kasus dan menjatuhkan sanksi kepada pelaku. Sementara itu, satu kasus lain masih dalam tahap pendalaman.

“Tiga kasus sudah kami tangani. Kami juga sudah menjatuhkan sanksi sesuai rekomendasi Satgas. Korban pun mendapat pendampingan,” jelasnya.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Namun, kampus menahan detail kronologi dan jenis sanksi. Pulung menegaskan bahwa kampus mengikuti aturan perlindungan data pribadi serta regulasi Kemendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.

Perspektif Dan Kutipan Tambahan

Kebijakan tertutup ini memicu perdebatan. Publik menuntut transparansi, sementara kampus menekankan perlindungan korban.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, sebelumnya menegaskan pentingnya keamanan di kampus.

“Kampus harus jadi ruang aman. Sistem harus berani melindungi korban,” ujarnya, 2024.

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Musni Umar, melihat kasus ini sebagai fenomena berulang.

“Kasus seperti ini sering tersembunyi. Korban takut bicara, dan sistem belum sepenuhnya berpihak,” jelasnya, Sabtu (02/05/2026).

Praktisi hukum pidana, Suparji Ahmad, menekankan pentingnya jalur hukum.

“Jika ada unsur pidana, proses hukum harus berjalan terbuka. Penanganan internal saja tidak cukup,” tegasnya.

Budayawan Goenawan Mohamad ikut menyoroti budaya diam di institusi.

“Masalahnya bukan hanya pelaku. Budaya diam membuat korban memilih bungkam,” tulisnya.

Tabooo Twist

Ini bukan sekadar kasus pelecehan di kampus. Ini benturan antara sistem internal yang berjalan diam dan tekanan publik yang menuntut keterbukaan.

Human Impact

Bagi mahasiswa, ini soal rasa aman. Mereka butuh kepastian: kampus benar-benar melindungi, bukan sekadar menyelesaikan di balik layar.

Closing

Kasus ini membuka realitas yang sering luput kekerasan seksual di kampus sering terjadi, tapi jarang terlihat.

Sekarang publik sudah tahu. Pertanyaannya, apakah sistem akan ikut berubah atau tetap berjalan diam seperti sebelumnya?

Tags: BudayawanKampusKasusMahasiswaPelecehanSosiolog

Kamu Melewatkan Ini

Kabar Media Lokal Dilarang Meliput Demo Ramai Dibahas, Apa Faktanya?

Kabar Media Lokal Dilarang Meliput Demo Ramai Dibahas, Apa Faktanya?

by eko
Agustus 7, 2026

Viral klaim pemerintah melarang media lokal meliput demonstrasi jelang HUT ke-81 RI. Penelusuran menunjukkan narasi tersebut tidak benar. Simak fakta...

Wisuda Tak Selalu Tentang Toga, Ada Perjuangan yang Tak Terlihat

Wisuda Tak Selalu Tentang Toga, Ada Perjuangan yang Tak Terlihat

by teguh
Agustus 3, 2026

Setiap musim wisuda, ribuan foto memenuhi media sosial. Toga hitam, bunga, pelukan orang tua, dan senyum lega seolah menjadi penutup...

Kampus Baru Bergerak Setelah Viral. Lalu, Sebelum Itu Siapa Yang Peduli?

Kampus Baru Bergerak Setelah Viral. Lalu, Sebelum Itu Siapa Yang Peduli?

by teguh
Agustus 2, 2026

Disiplin selalu menjadi mata kuliah yang tidak pernah tertulis di KRS. Sejak hari pertama kuliah, mahasiswa belajar menghargai waktu, mematuhi...

Next Post
Buruh Kepung Monas, Presiden Turun Kasi 'Kado'?

Buruh Kepung Monas, Presiden Turun Kasi "Kado"?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id