Tabooo.id: Regional – Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di Kota Madiun. Dua pelajar menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal di Ring Road Barat, tepatnya di depan Gudang Wing, Minggu (8/2/2026) dini hari. Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden kriminal yang mengintai warga pada jam rawan.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Korban bernama Obet Henri Subandio (16) dan Fais Iman Choirul (16). Keduanya masih berstatus pelajar dan berdomisili di wilayah Kota Madiun. Akibat pengeroyokan itu, keduanya mengalami luka lebam di bagian wajah dan harus mendapat penanganan lebih lanjut.
Dipepet Puluhan Motor di Perempatan Soegaten
Kejadian bermula saat Obet dan Fais melintas menggunakan sepeda motor Honda Vario hitam yang belum bernomor polisi karena masih baru. Saat memasuki perempatan Soegaten, Jalan Puspowarno, suasana mendadak berubah mencekam.
Sekitar 20 sepeda motor tiba-tiba memepet kendaraan korban. Rombongan tersebut datang tanpa peringatan dan langsung membatasi ruang gerak korban. Merasa terancam, kedua pelajar itu spontan memacu kendaraan dan berusaha menyelamatkan diri.
Namun, rombongan motor tersebut terus mengejar hingga korban tiba di depan Gudang Wing, Ring Road Barat.
Mengaku Netral, Korban Tetap Dipukuli
Setibanya di lokasi, para pelaku menghadang korban dan memaksa mereka berhenti. Salah satu pelaku kemudian menanyakan apakah korban tergabung dalam perguruan atau kelompok tertentu.
Korban menjawab bahwa mereka bersikap netral dan tidak mengikuti organisasi apa pun. Alih-alih mereda, situasi justru memburuk. Para pelaku langsung menendang dan memukuli korban menggunakan tangan kosong.
Dalam kondisi terdesak, salah satu korban mengeluarkan pisau lipat untuk menggertak pelaku agar mundur. Namun, karena jumlah pengeroyok jauh lebih banyak, korban memilih melarikan diri ke seberang jalan menuju Warung Tini Cell.
Aksi Warga Hentikan Pengeroyokan
Para pelaku kembali mengejar korban hingga ke sekitar warung tersebut dan melanjutkan aksi pengeroyokan. Melihat kondisi itu, penjaga Warung Tini Cell segera turun tangan.
Dengan bantuan warga sekitar, penjaga warung berhasil mengusir para pelaku hingga mereka membubarkan diri. Langkah cepat warga tersebut menghentikan aksi kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban lebih serius.
Penjaga warung kemudian mengamankan kedua pelajar hingga situasi benar-benar terkendali.
Polisi Selidiki Pelaku, Barang Bukti Diamankan
Tak lama kemudian, Tim Buser kepolisian tiba di lokasi. Petugas langsung membawa kedua korban ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sepeda motor korban serta pisau lipat yang sempat digunakan untuk menghalau pelaku.
Hingga saat ini, kepolisian masih memburu para pelaku dan mendalami motif pengeroyokan tersebut. Aparat juga menelusuri kemungkinan keterkaitan kejadian ini dengan konflik kelompok atau aksi kekerasan jalanan yang kerap muncul pada dini hari.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa keamanan ruang publik, terutama pada jam-jam rawan, masih menjadi pekerjaan rumah serius. Bagi para pelajar dan warga kota, jalanan seharusnya menjadi ruang aman bukan arena uji nyali. @dimas




