Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pasar Pundensari, Wisata Budaya yang Menggerakkan Ekonomi Desa

by dimas
Februari 8, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pasar Pundensari di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tumbuh sebagai motor ekonomi desa berbasis budaya. Pasar ini tidak hanya melayani transaksi jual beli, tetapi juga menghubungkan tradisi lokal dengan aktivitas pariwisata yang terus berkembang.

Letaknya yang dekat dengan jalan raya Madiun memudahkan wisatawan mengakses kawasan pasar. Setiap Minggu pagi, sejak pukul 06.00 hingga 11.00 WIB, warga desa dan wisatawan memadati area pasar untuk berbelanja sekaligus menikmati suasana tradisional.

Pasar Pundensari, Wisata Budaya yang Menggerakkan Ekonomi Desa
Pengunjung memadati Pasar Pundensari sambil berbelanja jajanan tradisional khas Madiun dalam suasana pasar budaya bernuansa era 1970-an, Minggu (8/2/2026) pagi.

Konsep 70-an Menghidupkan Tradisi Lokal

Pengelola Pasar Pundensari mengusung konsep era 1970-an yang kental dengan budaya Jawa. Para pedagang mengenakan lurik dan kebaya, sementara kelompok seni memainkan musik karawitan di pintu masuk pasar. Suasana ini langsung membedakan Pasar Pundensari dari pasar tradisional lain di Kabupaten Madiun.

Pedagang menawarkan beragam kuliner khas, seperti nasi pecel Madiun, sego brokohan, nasi manten, sop manten, dan jajanan tradisional Jawa Timur. Pengelola pasar melarang penggunaan plastik sebagai wadah makanan. Kebijakan ini memperkuat komitmen pasar terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mempertegas identitas wisata budaya.

Sistem Uang Bambu Perkuat Pengalaman Wisata

Sebelum berbelanja, pengunjung menukarkan uang rupiah dengan uang bambu yang Pokdarwis sediakan di pintu masuk. Pengelola membagi uang bambu ke dalam beberapa warna dan nominal, mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Pengunjung menggunakan uang bambu tersebut untuk seluruh transaksi di dalam pasar. Jika masih tersisa, pengunjung dapat menukarkannya kembali atau menyimpannya sebagai suvenir khas Pasar Pundensari. Sistem transaksi ini menciptakan pengalaman belanja yang berbeda sekaligus menegaskan nuansa tradisional pasar.

Promosi Digital dan Event Budaya Dongkrak Kunjungan

Pokdarwis Pasar Pundensari menjalankan promosi secara daring dan luring untuk menjaga daya saing. Melalui akun Instagram @pasarpundensari, pengelola rutin membagikan informasi aktivitas pasar dan agenda event. Di tingkat desa, pengelola memasang poster kegiatan di sekitar gapura Desa Wisata Gunungsari agar warga dan wisatawan mudah memperoleh informasi.

Pokdarwis juga menggelar event tahunan untuk menarik kunjungan wisatawan. Festival Tahu Cap Go Meh saat perayaan Imlek menarik minat pengunjung melalui pertunjukan barongsai dan sajian kuliner berbahan dasar tahu. Selain itu, peringatan Hari Wayang Nasional menghadirkan pameran wayang dan pertunjukan wayang climen yang memperkaya atraksi budaya pasar.

Penguatan SDM dan Inovasi Lingkungan

Pokdarwis memulai pengembangan pasar dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Pengelola rutin menggelar evaluasi setelah pelaksanaan pasar dan menjelang event besar. Langkah ini membantu anggota meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

Di sektor lingkungan, Pokdarwis mengoperasikan mesin pengolahan sampah anorganik yang menghasilkan bahan bakar alternatif bagi warga sekitar. Pengelola juga membudidayakan maggot untuk mengolah sampah organik sisa kegiatan pasar. Program ini mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat dipasarkan dan menambah pendapatan pengelola.

Budaya Lokal sebagai Pilar Ekonomi Desa

Pasar Pundensari membuktikan bahwa pengelolaan wisata berbasis budaya mampu mendorong kemandirian ekonomi warga desa. Aktivitas pasar membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan pedagang, dan memperkuat identitas budaya lokal.

Di tengah maraknya pembangunan destinasi wisata modern, Pasar Pundensari justru menunjukkan bahwa tradisi dan partisipasi warga dapat menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan. Pasar ini mengingatkan bahwa kemajuan desa tidak selalu lahir dari proyek besar, tetapi dapat tumbuh dari budaya yang dikelola secara konsisten dan kolektif. @dimas

Tags: BudayadesaEkonomi IndonesiaGunungsariJawa TimurKabupaten MadiunLokalPariwisataTradisional

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Rupiah Rp15 Ribu: Target Berani atau Cara Halus Menenangkan Pasar?

Katanya Rupiah Mau ke Rp15.000, Kok Malah Nyasar ke Rp18.000?

by dimas
Juni 5, 2026

Pemerintah menargetkan rupiah kembali ke Rp15.000 per dolar AS. Namun pasar justru mendorongnya tembus Rp18.000. Salah strategi atau krisis kepercayaan?...

Next Post
Pemerintah Serahkan 200 Becak Listrik kepada Abang Becak di Kota Madiun

Pemerintah Serahkan 200 Becak Listrik kepada Abang Becak di Kota Madiun

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id