Tabooo.id: Regional – Ada yang berubah di halaman Balai Kota Surabaya sejak akhir November. Taman Surya yang biasanya penuh warga berfoto kini dipadati tenda, kardus bantuan, dan relawan yang bergerak tanpa henti. Pada (29/11/2025), Pemerintah Kota Surabaya membuka Posko Peduli Bencana sebagai pusat bantuan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Respons Cepat Kota
Langkah ini bukan sekadar rutinitas. Wali Kota Eri Cahyadi meminta aparat bergerak tanpa menunggu situasi mereda. Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto menegaskan bahwa instruksi datang cepat dan langsung dieksekusi.
“Mas Wali memerintahkan pembukaan posko. Kami siapkan fasilitas agar warga bisa berbagi,” kata Irvan Minggu 30 November.
Posko yang Mengajak Warga Bergerak
Posko di Taman Surya kini menampung bantuan berupa makanan siap saji, sembako, hingga donasi tunai. Lokasi ini dipilih agar mudah dijangkau publik dan mengundang partisipasi seluas mungkin. Posko akan tetap beroperasi selama dibutuhkan, mengikuti perkembangan kondisi di tiga provinsi yang masih berjuang keluar dari genangan dan longsoran.
Di luar pengumpulan bantuan, Pemkot juga menyiapkan tim gabungan lintas dinas. Personel BPBD, Damkar, Satpol PP, Dishub, DLH, dan Dinas SDA serta Perumahan sudah siaga. Jika daerah terdampak meminta dukungan tenaga, Surabaya siap mengirim tim.
Dampak: Siapa Diuntungkan
Warga Sumatera jelas menerima manfaat langsung. Bantuan dari kota besar seperti Surabaya membantu menutup kekosongan logistik pada hari-hari awal bencana. Namun situasi di lapangan tetap berat. Banyak desa masih terputus akses, listrik padam, dan pengungsian minim sanitasi.
Bagi warga Surabaya, posko ini membuka ruang solidaritas yang nyata. Mereka bisa berpartisipasi tanpa perlu menunggu sorotan media. Ada rasa kedekatan meski terpisah ribuan kilometer.
Ketika Bencana Datang, Kota Harus Bergerak
Tindakan Surabaya menegaskan bahwa kota tidak harus menunggu spotlight untuk hadir. Saat sejumlah daerah sibuk mengurus laporan internal, Surabaya memilih mengulurkan tangan ke wilayah yang bahkan tidak berada di pulau yang sama.
Posko ini bukan hanya tempat menaruh bantuan. Ini simbol bahwa kota dapat membantu tanpa harus berada di lokasi bencana.
Pada akhirnya, setiap bencana menyisakan pertanyaan penting:
Siapa yang tetap peduli ketika kamera pergi
Untuk saat ini, Surabaya menjawabnya melalui tenda sederhana di halaman balai kota. @Sabrina Fidhi/Surabaya





