Tabooo.id: Regional – Arus mudik Lebaran tahun ini mulai terasa di Terminal Tirtonadi. Ribuan pemudik gratis tiba dalam beberapa hari terakhir, menandai meningkatnya mobilitas warga yang pulang ke kampung halaman.
Program mudik gratis dari pemerintah menjadi tulang punggung lonjakan ini. Kepala Divisi Pengawasan Dalam Terminal Tirtonadi, Sunardi, mencatat total 242 unit bus masuk ke terminal dengan estimasi 7.039 penumpang.
“Total bus mudik gratis sekitar 242 unit dengan estimasi penumpang kurang lebih 7.039 orang,” ujarnya, pada Kamis (19/3/2026).
Dominasi Program DKI Jakarta dan Kemenhub
Sebagian besar pemudik berasal dari program yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan.
Pemprov DKI Jakarta mengirim sekitar 75 unit bus dengan jumlah penumpang mencapai 3.000 hingga 3.542 orang. Sementara Kementerian Perhubungan menambah 28 unit bus dengan kapasitas rata-rata 40 penumpang per kendaraan.
Kontribusi dua program ini memperlihatkan peran negara dalam mengurai beban biaya mudik, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Puncak H-4: Lonjakan Tak Terhindarkan
Sunardi menyebut puncak kedatangan terjadi pada H-4 Lebaran. Pada hari itu, jumlah bus yang masuk meningkat tajam dibandingkan hari sebelumnya.
Lonjakan ini menunjukkan pola klasik mudik sebagian besar warga memilih pulang lebih awal untuk menghindari kepadatan ekstrem mendekati hari H.
Di sisi lain, terminal harus bekerja ekstra menjaga kelancaran arus, mulai dari pengaturan kedatangan bus hingga distribusi penumpang ke berbagai daerah tujuan.
Dampak Nyata: Akses Mudik Lebih Terjangkau
Program mudik gratis memberi dampak langsung bagi masyarakat. Warga yang sebelumnya terbebani biaya transportasi kini bisa pulang kampung tanpa mengeluarkan ongkos besar.
Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar perjalanan, tetapi kesempatan bertemu keluarga yang mungkin hanya terjadi setahun sekali.
Namun, di balik angka ribuan penumpang, muncul pertanyaan yang terus berulang setiap tahun apakah program ini cukup untuk menjangkau semua yang membutuhkan, atau masih sekadar solusi sementara untuk masalah yang selalu datang di musim mudik? @dimas





