Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

by dimas
Maret 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto menaikkan level respons negara terhadap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Ia tidak lagi melihat peristiwa ini sebagai kriminal biasa, melainkan tindakan terorisme yang harus diusut hingga ke akar.

Pernyataan itu ia sampaikan tegas, pada Kamis (19/3/2026). Ia meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi membongkar siapa yang memerintah dan mendanai aksi tersebut.

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut,” tegas Prabowo.

Ia menekankan bahwa negara tidak akan mentoleransi kekerasan terhadap warga, apalagi terhadap aktivis yang menyuarakan kritik. Ia juga memastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu, termasuk jika aparat negara terlibat.

Negara Diuji: Berani atau Setengah Hati?

Pernyataan Presiden langsung menempatkan kasus ini dalam konteks yang lebih besar perlindungan kebebasan sipil dan kredibilitas penegakan hukum.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Kasus ini tidak hanya menyangkut satu korban. Ia menyentuh rasa aman publik, terutama bagi aktivis, jurnalis, dan kelompok masyarakat sipil yang kerap berada di garis depan kritik.

Ketika kepala negara menyebutnya sebagai terorisme, publik menunggu pembuktian apakah negara benar-benar berani menindak hingga ke aktor intelektual, atau berhenti di pelaku teknis seperti banyak kasus sebelumnya.

Serangan di Senen, Luka yang Masih Dalam

Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Orang tak dikenal menyiramkan air keras saat ia berada di ruang publik.

Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius di wajah, mata, dada, dan tangan. Kondisinya sempat mengkhawatirkan, terutama pada bagian mata kanan.

Tim medis di RSCM terus menangani luka tersebut secara intensif. Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menyebut kerusakan sel punca kornea mencapai sekitar 40 persen.

Tim dokter memasang membran amnion dan memberikan terapi antiinflamasi untuk melindungi permukaan mata. Kondisi pasien kini stabil, meski proses pemulihan masih berlangsung dan membutuhkan pengawasan ketat.

Jejak Pelaku Mengarah ke Internal TNI

Perkembangan terbaru penyelidikan mengungkap fakta sensitif. Aparat menemukan keterlibatan empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai terduga pelaku.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, menyebut keempatnya berasal dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma Bais TNI). Mereka masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Aparat telah menahan keempatnya di Pomdam Jaya. Namun, penyidik masih mendalami motif di balik serangan tersebut.

Temuan ini memperbesar tekanan publik. Jika benar melibatkan aparat, maka kasus ini tidak hanya soal kekerasan, tetapi juga menyangkut akuntabilitas institusi negara.

Desakan Transparansi: Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan

Koalisi masyarakat sipil mendorong pembentukan tim pencari fakta independen. Mereka menilai penyelidikan harus berjalan transparan dan bebas intervensi, mengingat dugaan adanya pola terstruktur dalam serangan ini.

Mereka juga meminta Komnas HAM segera turun tangan untuk menilai kemungkinan pelanggaran HAM berat.

Selain itu, koalisi mendesak agar proses hukum berjalan di peradilan umum, bukan militer. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas dan kepercayaan publik.

Lebih dari Sekadar Kasus Kekerasan

Kasus ini telah melampaui batas kriminal biasa. Ia menyentuh isu besar: kebebasan sipil, keamanan aktivis, dan keberanian negara menegakkan hukum tanpa kompromi.

Yang paling terdampak bukan hanya korban, tetapi juga ruang demokrasi itu sendiri. Ketika kekerasan menyasar suara kritis, rasa takut bisa menyebar lebih cepat daripada fakta.

Kini, semua mata tertuju pada langkah aparat. Presiden sudah memberi perintah tegas. Pertanyaannya tinggal satu apakah penegakan hukum benar-benar akan menembus sampai ke dalang, atau kembali berhenti di permukaan seperti yang sudah-sudah. @dimas

Tags: Andrie YunusHak Asasi ManusiaHAMKasusKontraSKriminal & HukumNasionalPenegakanPenyiramanPrabowo Subiantotransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Next Post
7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id