Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

by jeje
Juli 28, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi di Solo Raya turun ke jalan, Selasa (28/7/2026). Mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta maaf setelah menyebut wartawan dengan istilah “Londo Ireng”, yang dinilai melukai profesi pers dan berpotensi mempersempit ruang kebebasan berekspresi di Indonesia.

Tabooo.id – Aksi berlangsung di depan Monumen Pers Nasional, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Jurnalis dari media cetak, elektronik, radio, televisi, dan media daring bergabung bersama PWI Solo, AJI Solo, PFI Solo, serta sejumlah lembaga pers mahasiswa. Tidak hanya itu, banyak peserta yang berasal dari komunitas Pers Solo turut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Jurnalis Bukan Londo Ireng”, “Jurnalis Bukan Ancaman”, dan “Jurnalis Adalah Pilar Demokrasi”. Sejumlah peserta menutup mata dan mulut untuk menyimbolkan pembungkaman terhadap kebebasan pers.

Massa kemudian berjalan mundur sebagai simbol kemunduran demokrasi. Melalui aksi itu, mereka menyampaikan kekhawatiran atas semakin sempitnya ruang kebebasan pers di Indonesia.

PWI Solo: Presiden Perlu Meminta Maaf

Ketua PWI Solo, Sri Hartanto, menilai ucapan Presiden Prabowo memberi stigma negatif terhadap profesi wartawan. Ia menegaskan jurnalis bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Wartawan menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan, bukan menjadi lawan negara.

“Wartawan bekerja berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, dengan tugas menyampaikan fakta kepada publik serta menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan. Karena itu, kami menilai Presiden Prabowo harus meminta maaf kepada wartawan atas pernyataan yang telah menimbulkan stigma terhadap profesi wartawan,” kata Sri Hartanto.

Sri menegaskan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dalam kerja pers. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menganggap kritik sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.

Ini Belum Selesai

Dari Medan Perang ke Ring Dunia, Begini Perjalanan Muay Thai Menjadi Identitas Thailand

QRIS Tembus China: Jembatan Baru Diplomasi Ekonomi Asia

“Ruang kerja wartawan harus tetap dijaga agar dapat berlangsung secara bebas, aman, dan independen. Negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi,” tegasnya.

PFI Solo Soroti Hak Publik atas Informasi

Ketua PFI Solo, Yoma Times Suryadi, mengatakan wartawan foto memikul tanggung jawab yang sama dengan jurnalis lainnya dalam menghadirkan informasi kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, kerja jurnalistik tidak berhenti pada pengambilan gambar. Wartawan mencari fakta, mengajukan pertanyaan, memverifikasi informasi, meminta klarifikasi, lalu menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.

“Kemerdekaan pers adalah salah satu pilar demokrasi. Tanpa wartawan yang dapat bekerja secara bebas, aman, dan independen, hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat akan terancam,” ujar Yoma.

Kekerasan terhadap Wartawan Masih Tinggi

Massa aksi juga mengingatkan publik bahwa ancaman terhadap kebebasan pers masih tinggi. Data AJI Indonesia mencatat 89 kasus kekerasan terhadap wartawan sepanjang 2025. Mereka menilai stigmatisasi terhadap pekerja media hanya akan memperburuk situasi dan meningkatkan risiko terhadap keselamatan jurnalis.

Aksi di Solo mengingatkan publik bahwa kebebasan pers bukan hanya melindungi jurnalis. Kebebasan pers juga menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat, kritis, dan independen sebagai fondasi demokrasi. @jeje

Tags: DemokrasiJurnalis IndonesiaKebebasan PersPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Londo Ireng dan Demokrasi: Saat Kritik Mulai Dipandang sebagai Ancaman

Londo Ireng dan Demokrasi: Saat Kritik Mulai Dipandang sebagai Ancaman

by eko
Juli 28, 2026

Ucapan Presiden Prabowo yang menyebut wartawan "Londo Ireng" memicu aksi protes jurnalis di Solo. Peristiwa ini memunculkan perdebatan tentang kebebasan...

Kita Setara Saat Lapar, Berjarak Saat Kenyang

Kita Setara Saat Lapar, Berjarak Saat Kenyang

by eko
Juli 23, 2026

Mengapa semua orang terlihat setara saat sama-sama lapar? Warteg memperlihatkan bagaimana sekat sosial mencair, lalu kembali muncul setelah makan. Tabooo.id...

URI Resmi Berdiri, Mampukah Cetak Pemimpin Berkualitas?

URI Resmi Berdiri, Mampukah Cetak Pemimpin Berkualitas?

by dimas
Juli 23, 2026

Presiden Prabowo meresmikan Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai sekolah kepemimpinan nasional. Mampukah URI mencetak pemimpin berkualitas dan menjawab tantangan regenerasi...

Next Post
Benarkah Pakai Sandal Jepit Bisa Ditilang?

Benarkah Pakai Sandal Jepit Bisa Ditilang?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id