Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

by jeje
Juli 28, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi di Solo Raya turun ke jalan, Selasa (28/7/2026). Mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta maaf setelah menyebut wartawan dengan istilah “Londo Ireng”, yang dinilai melukai profesi pers dan berpotensi mempersempit ruang kebebasan berekspresi di Indonesia.

Tabooo.id – Aksi berlangsung di depan Monumen Pers Nasional, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Jurnalis dari media cetak, elektronik, radio, televisi, dan media daring bergabung bersama PWI Solo, AJI Solo, PFI Solo, serta sejumlah lembaga pers mahasiswa. Tidak hanya itu, banyak peserta yang berasal dari komunitas Pers Solo turut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Jurnalis Bukan Londo Ireng”, “Jurnalis Bukan Ancaman”, dan “Jurnalis Adalah Pilar Demokrasi”. Sejumlah peserta menutup mata dan mulut untuk menyimbolkan pembungkaman terhadap kebebasan pers.

Massa kemudian berjalan mundur sebagai simbol kemunduran demokrasi. Melalui aksi itu, mereka menyampaikan kekhawatiran atas semakin sempitnya ruang kebebasan pers di Indonesia.

PWI Solo: Presiden Perlu Meminta Maaf

Ketua PWI Solo, Sri Hartanto, menilai ucapan Presiden Prabowo memberi stigma negatif terhadap profesi wartawan. Ia menegaskan jurnalis bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Wartawan menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan, bukan menjadi lawan negara.

“Wartawan bekerja berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, dengan tugas menyampaikan fakta kepada publik serta menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan. Karena itu, kami menilai Presiden Prabowo harus meminta maaf kepada wartawan atas pernyataan yang telah menimbulkan stigma terhadap profesi wartawan,” kata Sri Hartanto.

Sri menegaskan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dalam kerja pers. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menganggap kritik sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.

Ini Belum Selesai

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

“Ruang kerja wartawan harus tetap dijaga agar dapat berlangsung secara bebas, aman, dan independen. Negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi,” tegasnya.

PFI Solo Soroti Hak Publik atas Informasi

Ketua PFI Solo, Yoma Times Suryadi, mengatakan wartawan foto memikul tanggung jawab yang sama dengan jurnalis lainnya dalam menghadirkan informasi kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, kerja jurnalistik tidak berhenti pada pengambilan gambar. Wartawan mencari fakta, mengajukan pertanyaan, memverifikasi informasi, meminta klarifikasi, lalu menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.

“Kemerdekaan pers adalah salah satu pilar demokrasi. Tanpa wartawan yang dapat bekerja secara bebas, aman, dan independen, hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat akan terancam,” ujar Yoma.

Kekerasan terhadap Wartawan Masih Tinggi

Massa aksi juga mengingatkan publik bahwa ancaman terhadap kebebasan pers masih tinggi. Data AJI Indonesia mencatat 89 kasus kekerasan terhadap wartawan sepanjang 2025. Mereka menilai stigmatisasi terhadap pekerja media hanya akan memperburuk situasi dan meningkatkan risiko terhadap keselamatan jurnalis.

Aksi di Solo mengingatkan publik bahwa kebebasan pers bukan hanya melindungi jurnalis. Kebebasan pers juga menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat, kritis, dan independen sebagai fondasi demokrasi. @jeje

Tags: DemokrasiJurnalis IndonesiaKebebasan PersPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Polda Minta Maaf, tetapi Siapa yang Menjamin Pers Tetap Bebas?

Polda Minta Maaf, tetapi Siapa yang Menjamin Pers Tetap Bebas?

by eko
Oktober 29, 2026

Polda Metro Jaya meminta maaf setelah wartawan terhalang meliput demonstrasi di Jakarta. Insiden ini memunculkan pertanyaan tentang batas pengamanan dan...

Mahasiswa Terhalang Barikade, Demo di Bundaran HI Berujung Ricuh

Mahasiswa Terhalang Barikade, Demo di Bundaran HI Berujung Ricuh

by dimas
Oktober 29, 2026

Mahasiswa terhalang barikade polisi saat berunjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta. Aksi berujung ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata....

Polda Metro Minta Maaf Usai Wartawan Dihalangi Liput Demo

Polda Metro Minta Maaf Usai Wartawan Dihalangi Liput Demo

by eko
Oktober 29, 2026

Polda Metro Jaya meminta maaf setelah anggotanya menghalangi wartawan meliput demo di Bundaran HI dan berjanji mengevaluasi personel. Tabooo.id: Jakarta...

Next Post
Benarkah Pakai Sandal Jepit Bisa Ditilang?

Benarkah Pakai Sandal Jepit Bisa Ditilang?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id