Kamis, Juli 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

URI Resmi Berdiri, Mampukah Cetak Pemimpin Berkualitas?

by dimas
Juli 23, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Presiden Prabowo meresmikan Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai sekolah kepemimpinan nasional. Mampukah URI mencetak pemimpin berkualitas dan menjawab tantangan regenerasi elite Indonesia?

Tabooo.id: Jakarta – Seorang pemimpin negara tidak muncul dalam semalam. Pendidikan, pengalaman, integritas, dan karakter membentuk kepemimpinan melalui proses yang panjang. Karena itu, kehadiran Universitas Republik Indonesia (URI) memunculkan pertanyaan penting: mampukah lembaga ini melahirkan generasi pemimpin baru, atau hanya menambah daftar institusi negara tanpa dampak yang nyata?

Presiden RI Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Yos Sunitoyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Kepresidenan, Rabu (23/7/2026). Pelantikan tersebut menandai dimulainya operasional lembaga yang pemerintah proyeksikan sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional.

Prabowo menetapkan pengangkatan keduanya melalui Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Dalam prosesi pelantikan, Presiden membacakan keputusan tersebut sebelum memimpin pengucapan sumpah jabatan.

“Mengangkat Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitoyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia,” ujar Prabowo.

Setelah itu, Donny dan Yos mengucapkan sumpah untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika jabatan, serta mengabdi kepada bangsa dan negara.

Ini Belum Selesai

Hotman Paris Mundur, Pembelaan Febrie Masuk Babak Baru

Belasan Santri Diduga Keracunan MBG, Ujian Pertama Sudaryono

Membangun Sekolah Calon Pemimpin

Pelantikan ini bukan sekadar mengisi jabatan baru. Pemerintah memulai pembangunan institusi yang diharapkan mampu mencetak kader-kader kepemimpinan nasional secara sistematis.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah merancang URI dengan mengadopsi konsep lembaga pendidikan kepemimpinan yang telah berkembang di berbagai negara. Menurutnya, gagasan tersebut sudah dipersiapkan sejak lama.

Ia mencontohkan Prancis yang memiliki École nationale d’administration (ENA), yang kini bertransformasi menjadi Institut National du Service Public (INSP). Lembaga itu selama puluhan tahun melahirkan pejabat tinggi pemerintahan, pimpinan badan usaha milik negara, hingga kepala daerah.

Melalui pendekatan serupa, pemerintah berharap URI dapat membentuk pemimpin yang menguasai tata kelola pemerintahan sekaligus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

“Wawasan kebangsaan menjadi sangat penting karena semua pejabat negara menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Prasetyo.

Menjawab Krisis Regenerasi Kepemimpinan

Kehadiran URI muncul ketika Indonesia menghadapi tantangan regenerasi kepemimpinan yang semakin kompleks.

Selama ini, pemimpin nasional lahir dari berbagai jalur, mulai dari politik, birokrasi, militer, organisasi masyarakat, hingga dunia profesional. Namun, proses tersebut lebih banyak bergantung pada perjalanan masing-masing individu daripada sistem pembinaan yang terencana dan berkelanjutan.

URI berupaya mengisi celah tersebut. Lembaga ini tidak hanya menargetkan penguasaan administrasi pemerintahan, tetapi juga pembentukan karakter, etika publik, kepemimpinan strategis, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang penuh tekanan.

Meski demikian, keberhasilan sekolah kepemimpinan tidak cukup bergantung pada kurikulum yang baik. Kualitas lulusannya justru akan ditentukan oleh cara lembaga itu menjalankan seluruh proses pendidikan.

Independensi Menjadi Penentu

Berbagai negara telah membangun akademi kepemimpinan. Namun, lembaga-lembaga itu memperoleh kepercayaan karena menjaga independensi, menerapkan seleksi yang ketat, membangun sistem pendidikan yang transparan, dan menegakkan budaya meritokrasi.

Tanpa prinsip-prinsip tersebut, sekolah kepemimpinan hanya akan melahirkan elite yang sama dalam wadah yang berbeda. Alih-alih membuka ruang bagi talenta baru, lembaga semacam itu justru berpotensi mempertahankan pola regenerasi yang selama ini menuai kritik.

Karena itu, publik tidak hanya akan menilai struktur organisasi URI. Masyarakat juga akan mengawasi mekanisme seleksi peserta, kualitas pengajar, sistem evaluasi, hingga sejauh mana lembaga ini benar-benar memberi kesempatan kepada putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia.

Investasi Jangka Panjang bagi Kepemimpinan Nasional

Universitas Republik Indonesia membawa gagasan yang melampaui pembangunan sebuah kampus.

Indonesia sedang menghadapi tantangan birokrasi, percepatan transformasi digital, persaingan global, serta bonus demografi. Kondisi tersebut menuntut hadirnya pemimpin yang mampu membaca perubahan, mengambil keputusan secara strategis, dan menjaga kepentingan nasional dalam situasi yang terus berubah.

Pelantikan Donny Ermawan Taufanto dan Yos Sunitoyoso menjadi langkah awal dari upaya tersebut. Namun, perjalanan URI baru benar-benar dimulai setelah lembaga ini menghasilkan lulusan pertamanya.

Pada akhirnya, publik tidak akan menilai URI dari kemegahan gedung, panjangnya kurikulum, atau banyaknya pejabat yang dilantik. Publik akan mengukurnya dari kualitas pemimpin yang lahir, integritas yang mereka tunjukkan, dan kemampuan mereka menjawab persoalan bangsa.

Pertanyaan akhirnya tetap sama mampukah Universitas Republik Indonesia memutus pola lama regenerasi elite dan melahirkan pemimpin yang lebih baik bagi masa depan Indonesia? @dimas

Tags: Kepemimpinan NasionalMeritokrasiPemimpin BerkualitasPrabowo SubiantoRegenerasi PemimpinUniversitas Republik IndonesiaURI

Kamu Melewatkan Ini

URI Diuji: Cetak Negarawan atau Wariskan Kekuasaan?

URI Diuji: Cetak Negarawan atau Wariskan Kekuasaan?

by dimas
Juli 23, 2026

Universitas Republik Indonesia hadir sebagai sekolah kepemimpinan nasional dengan harapan melahirkan negarawan. Mampukah memutus regenerasi elite lama, atau justru menjadi...

Istana Pastikan Belum Ada Reshuffle, Presiden Terus Evaluasi Kinerja Menteri

Istana Pastikan Belum Ada Reshuffle, Presiden Terus Evaluasi Kinerja Menteri

by teguh
Juli 21, 2026

Spekulasi perombakan kabinet atau Reshuffle kembali mencuat. Namun, Istana memastikan Presiden Prabowo Subianto belum mengambil langkah itu. Sebaliknya, Presiden memilih...

Tank Bisa Ditunda, Lapar Nggak Bisa Disuruh Antre

Tank Bisa Ditunda, Lapar Nggak Bisa Disuruh Antre

by teguh
Juli 19, 2026

Satu tanda tangan mampu menggeser miliaran rupiah dalam APBN. Namun, satu pidato tidak pernah bisa mengenyangkan perut rakyat karena lapar...

Next Post
Hotman Paris Mundur, Pembelaan Febrie Masuk Babak Baru

Hotman Paris Mundur, Pembelaan Febrie Masuk Babak Baru

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id