Purbaya dicopot dari posisi Menteri Keuangan. Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai pengganti dalam reshuffle Kabinet Merah Putih.
Tabooo.id: Jakarta – Pergantian menteri keuangan kembali mengguncang Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi bendahara negara pada Senin (14/9/2026) sore.
Prabowo menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk menggantikan Purbaya. Pergantian itu berlangsung ketika pemerintahan masih menjalankan sisa masa jabatan periode 2024-2029.
Keputusan tersebut menempatkan Kementerian Keuangan kembali di bawah kendali sosok yang sudah lama berada dalam lingkaran kebijakan fiskal pemerintah.
Purbaya Pergi, Suahasil Masuk
Prabowo melantik Suahasil di Istana Negara pada Senin. Dalam prosesi itu, Presiden terlebih dahulu menyampaikan pertanyaan sebelum mengambil sumpah jabatan.
“Terlebih dulu saya bertanya kepada saudara,” kata Prabowo dalam prosesi pelantikan.
Suahasil tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.44 WIB. Ia mengenakan jas hitam dengan dasi biru muda.
Sebelum pelantikan, wartawan sempat menanyakan kedatangannya kepada Suahasil. Ia hanya menjawab singkat ketika ditanya apakah sudah mendapat panggilan dari Sekretariat Negara.
“(Sudah) ditelpon,” ujarnya.
Suahasil belum menyebut posisi yang akan ia tempati saat itu.
Namun, tanda-tanda pergantian mulai menguat pada Senin siang. Purbaya juga tidak hadir dalam rapat bersama DPD RI. Ketidakhadiran tersebut ikut memunculkan dugaan bahwa Presiden akan mengganti posisi Menteri Keuangan.
Tak lama kemudian, keputusan itu menjadi kenyataan.
Purbaya Hanya Bertahan Sekitar Setahun
Prabowo menunjuk Purbaya sebagai Menteri Keuangan pada September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya memegang posisi tersebut.
Sebelum masuk kabinet, Purbaya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Pengalamannya di bidang ekonomi dan keuangan menjadi salah satu modal dalam memasuki pemerintahan.
Kini, masa tugasnya sebagai Menteri Keuangan berakhir jauh sebelum periode pemerintahan 2024-2029 selesai.
Perubahan itu tentu bukan sekadar pergantian nama di jajaran kabinet. Menteri Keuangan memegang posisi strategis dalam menentukan arah anggaran, penerimaan negara, belanja pemerintah, serta kebijakan fiskal.
Karena itu, setiap pergantian di kursi tersebut membawa konsekuensi politik dan kebijakan.
Suahasil Bukan Orang Baru
Suahasil Nazara bukan wajah baru di Kementerian Keuangan.
Ekonom kelahiran Jakarta, 23 November 1970, itu telah lama berkecimpung dalam dunia kebijakan publik. Ia juga berkarier sebagai akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Suahasil meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia pada 1994. Ia kemudian menyelesaikan program magister di Cornell University pada 1997.
Gelar doktor ia peroleh dari University of Illinois Urbana-Champaign pada 2003.
Karier akademiknya di UI dimulai sejak 1999. Universitas Indonesia kemudian mengukuhkannya sebagai profesor pada 2010.
Bidang keahliannya mencakup ekonomi pembangunan serta ekonomi regional dan perkotaan.
Di pemerintahan, Suahasil juga memiliki rekam jejak panjang. Ia pernah terlibat dalam Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan atau TNP2K dan menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional.
Ia juga pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.
Pada 25 Oktober 2019, pemerintah menunjuk Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia kemudian tetap berada di posisi tersebut dalam pemerintahan berikutnya.
Kini, pengalaman panjang itu membawanya satu tingkat lebih tinggi.
Pergantian di Tengah Jalan
Masuknya Suahasil membuat pertanyaan besar muncul mengapa Prabowo mengganti Menteri Keuangan sekarang?
Materi yang tersedia belum memuat penjelasan resmi Presiden mengenai alasan pencopotan Purbaya. Karena itu, tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa pergantian tersebut terjadi karena kegagalan, konflik, atau persoalan tertentu.
Fakta yang terlihat hanya satu: Prabowo memilih mengubah figur yang memegang kendali kementerian keuangan.
Pilihan itu menarik karena Presiden tidak mengambil sosok yang benar-benar baru. Prabowo justru menaikkan wakil menteri yang sudah memahami struktur, kebijakan, dan mesin birokrasi Kementerian Keuangan.
Langkah tersebut bisa menjaga kesinambungan kerja kementerian. Pada saat yang sama, pergantian ini menunjukkan bahwa Presiden masih memiliki ruang untuk mengubah komposisi tim ekonominya.
Bukan Sekadar Ganti Kursi
Kementerian Keuangan bukan kementerian biasa.
Di dalamnya berkumpul keputusan tentang uang negara. Anggaran pendidikan, kesehatan, pembangunan, subsidi, perpajakan, hingga pembiayaan negara bersinggungan dengan meja menteri keuangan.
Karena itu, pergantian pucuk pimpinan akan menjadi perhatian pelaku usaha, birokrasi, parlemen, dan masyarakat.
Suahasil kini menghadapi pekerjaan besar. Ia harus menjaga roda kementerian tetap berjalan setelah pergantian mendadak tersebut.
Pada saat yang sama, publik akan melihat apakah perubahan figur itu hanya bersifat administratif atau membawa arah kebijakan baru.
Di titik inilah pergantian Purbaya menjadi lebih dari sekadar rotasi kabinet.
Ini bukan sekadar siapa yang duduk di kursi Menteri Keuangan. Ini tentang siapa yang dipercaya Prabowo untuk mengendalikan uang negara hingga akhir periode pemerintahannya.
Dan sejak Senin, jawabannya adalah Suahasil Nazara. @dimas








