QRIS kini dapat digunakan di seluruh daratan China. Langkah ini memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia, memperluas konektivitas pembayaran digital, dan mempertegas posisi Indonesia di ekosistem keuangan Asia.
Tabooo.id: Reality – Tidak semua kerja sama internasional lahir dari ruang diplomasi yang megah. Sebagian justru tumbuh dari kebiasaan sederhana. Membeli kopi, membayar makan siang, atau naik transportasi umum kini menjadi bagian dari diplomasi ekonomi modern.
Sejak Mei 2026, warga negara Indonesia (WNI) yang bepergian ke daratan China tidak lagi harus menukar uang tunai atau membawa mata uang asing. Mereka cukup membuka aplikasi pembayaran yang mendukung Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Setelah memindai kode QR, mereka dapat langsung bertransaksi di merchant yang terhubung dengan jaringan UnionPay maupun Alipay.
Sekilas, kemudahan itu tampak seperti inovasi pembayaran biasa. Namun perubahan yang terjadi jauh lebih besar. Persaingan sistem pembayaran global kini mulai bergeser dari dominasi kartu kredit menuju ekosistem pembayaran QR lintas negara.
Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, mengatakan QRIS sudah dapat digunakan di seluruh daratan China sejak Mei 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan China. Langkah itu juga mempermudah masyarakat Indonesia yang bepergian ke Negeri Tirai Bambu.
“QRIS sejak bulan Mei yang lalu sudah bisa dipakai di seluruh daratan China. Jadi kalau ke sana tidak usah membawa uang tunai lagi, pakai QRIS bisa,” ujar Djauhari dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/7/2026).
Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran nasional mengembangkan QRIS sebagai standar pembayaran berbasis QR Code. Seluruh penyedia jasa pembayaran di Indonesia menggunakan standar yang sama. Kebijakan ini membuat transaksi digital menjadi lebih mudah, cepat, dan saling terhubung.
Saat ini masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS di merchant yang terhubung dengan UnionPay maupun Alipay. Kedua perusahaan tersebut menguasai sebagian besar ekosistem pembayaran digital di China.
Dari ASEAN Menuju China
Ekspansi QRIS tidak dimulai dari China.
Bank Indonesia lebih dulu membangun konektivitas pembayaran dengan sejumlah negara Asia Tenggara. Setelah implementasi di kawasan ASEAN menunjukkan hasil positif, bank sentral mulai memperluas kerja sama ke negara dengan aktivitas ekonomi yang jauh lebih besar.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan pembahasan kerja sama kini berlangsung dengan India, Arab Saudi, dan Hong Kong. Namun setiap negara tetap harus menyiapkan regulasi, infrastruktur, industri, serta koordinasi antarotoritas sebelum implementasi dapat berjalan.
“Kami berharap implementasi ini dapat segera direalisasikan dengan memperhatikan kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, dan koordinasi otoritas masing-masing negara,” kata Filianingsih usai Rapat Dewan Gubernur BI.
Data Bank Indonesia menunjukkan transaksi QRIS lintas negara terus meningkat sepanjang kuartal II 2026.
Nilai transaksi inbound, yaitu pembayaran wisatawan asing di Indonesia menggunakan sistem pembayaran negaranya, mencapai Rp1,85 triliun. Sementara itu, transaksi outbound, yakni pembayaran masyarakat Indonesia di luar negeri menggunakan QRIS, mencapai sekitar Rp330 miliar.
Perbandingan tersebut menghasilkan net inbound sebesar Rp1,52 triliun. Angka itu menunjukkan lebih banyak dana mengalir masuk ke Indonesia daripada keluar melalui sistem pembayaran lintas negara.
Pergeseran Kekuatan Finansial Digital
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kompetisi ekonomi digital terus berubah. Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya aset perbankan atau cadangan devisa.
Kini, negara berlomba membangun interoperabilitas sistem pembayaran. Mereka ingin memastikan masyarakat dapat bertransaksi lintas negara dengan lebih mudah dan efisien.
Indonesia memanfaatkan QRIS untuk mengurangi hambatan transaksi lintas batas. Strategi ini juga memperkuat penggunaan mata uang lokal. Pada saat yang sama, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan terhadap jaringan pembayaran internasional yang selama puluhan tahun mendominasi transaksi global.
China juga memperoleh manfaat dari integrasi tersebut. Kerja sama ini semakin memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi digital Asia sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan negara-negara mitra.
Lebih dari Sekadar Scan QR
Wisatawan Indonesia akan langsung merasakan kemudahan saat menggunakan QRIS di China. Mereka tidak lagi harus menukarkan uang tunai atau mencari metode pembayaran lain.
Namun dampak terbesarnya berada pada lapisan ekonomi yang lebih luas.
Biaya transaksi dapat ditekan. Proses pembayaran menjadi lebih efisien. Pelaku usaha memperoleh sistem pembayaran yang lebih sederhana. Pada saat yang sama, perdagangan dan pariwisata berpotensi tumbuh karena hambatan transaksi semakin kecil.
Di tengah persaingan ekonomi global yang semakin digital, jaringan pembayaran lintas batas telah berubah menjadi instrumen baru diplomasi ekonomi. Negara yang mampu membangun konektivitas pembayaran akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam arsitektur ekonomi kawasan.
Karena itu, QRIS tidak lagi sekadar alat untuk membeli secangkir kopi di Shanghai atau Beijing.
QRIS kini menjadi simbol perubahan. Indonesia mulai menempatkan diri sebagai pemain yang ikut membentuk ekosistem keuangan digital Asia. Perannya tidak lagi sebatas pengguna teknologi, tetapi juga sebagai salah satu penggerak standar pembayaran regional.
Pada akhirnya, transformasi ekonomi sering lahir dari perubahan yang tampak sederhana. Satu kode QR kini mampu menghubungkan dua kekuatan ekonomi Asia dalam satu ekosistem pembayaran yang semakin terintegrasi. @dimas







