Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Artis Jule Ditangkap, Polisi Ungkap Jejak Vape Narkoba Etomidate

by dimas
September 20, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on Facebook
Share on Twitter
Artis Jule ditangkap terkait penggunaan vape narkoba etomidate. Polisi mengungkap jejak cartridge hingga jaringan peredarannya.

Tabooo.id: Jakarta – Sebuah vape membawa polisi masuk ke jaringan peredaran etomidate yang lebih luas. Kasus ini bermula dari dua perempuan di Jakarta Barat, lalu bergerak menuju seorang warga negara China yang polisi sebut sebagai pemasok.

Di ujung penelusuran itu muncul nama Julia Prastini alias Jule. Polisi mengamankan selebgram tersebut di sebuah apartemen di Jakarta Selatan setelah menemukan indikasi penggunaan etomidate.

Namun, posisi Jule berbeda dari tiga orang lain yang polisi amankan. Polisi menetapkan RR, RN, dan warga negara China berinisial XC sebagai tersangka.

Sementara itu, polisi menempatkan Jule sebagai pengguna. Ia kemudian menjalani asesmen untuk menentukan proses rehabilitasi.

Jejak Awalnya Berasal dari Jakarta Barat

Cerita ini tidak dimulai dari apartemen Jule.

Ini Belum Selesai

Abdon Kisamdu Ditangkap di Yahukimo, Dugaan Transaksi Senjata Jadi Sorotan

Produk Taktikal Indonesia Dilirik Militer Yordania, Sampel Jadi Ujian Pertama

Pada Senin, 14 September 2026, polisi lebih dulu menangkap RR dan RN di kawasan Jakarta Barat. Dari lokasi itu, penyidik menyita 27 cartridge vape yang mereka duga mengandung etomidate.

Penyidik kemudian menemukan jejak transaksi dan pengiriman cartridge kepada perempuan berinisial JP. Inisial tersebut merujuk kepada Jule.

Temuan itu membuka pintu bagi penyidik untuk bergerak lebih jauh.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu mengatakan polisi menemukan bukti transaksi dan pengiriman barang kepada Jule.

“Ketika kami melakukan penangkapan RR dan RN, di situ terdapat transaksi maupun bukti pengiriman kepada JP,” kata Michael dalam konferensi pers, Sabtu, 19 September 2026.

Dari titik ini, perkara berubah.

Polisi tidak lagi hanya mengejar pengguna. Penyidik mulai memburu rantai pasoknya.

Empat Cartridge di Apartemen Jule

Polisi kemudian menelusuri paket yang mengarah kepada Jule.

Penyidik bergerak ke sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan pada Senin, 14 September 2026. Di sana, polisi menemukan Jule bersama dua temannya.

Pemeriksaan urine menunjukkan hasil berbeda.

Hanya Jule yang menunjukkan indikasi penggunaan etomidate. Polisi juga menemukan empat cartridge di lokasi tersebut.

Tiga cartridge sudah kosong. Satu cartridge masih berisi etomidate.

Temuan itu memperkuat dugaan polisi mengenai penggunaan zat tersebut oleh Jule. Pemeriksaan lebih lanjut juga menunjukkan bahwa ia baru menggunakan etomidate dalam waktu relatif singkat.

Menurut Michael, Jule mengaku baru mencoba etomidate sekitar dua hingga tiga pekan sebelum polisi menangkapnya.

Ia juga menyampaikan alasan pribadi kepada penyidik.

“Alasannya, alasan pribadi. Mungkin dari rasa ada stres atau lain sebagainya,” ujar Michael.

Keterangan tersebut memberi sisi lain pada perkara ini.

Polisi melihat Jule sebagai pengguna. Karena itu, penyidik tidak menempatkannya dalam posisi yang sama dengan pihak yang mereka duga mengedarkan etomidate.

Penelusuran Bergerak ke Warga Negara China

Pengembangan perkara kemudian membawa polisi kepada XC.

Polisi menangkap warga negara China tersebut di sebuah hotel di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Polisi menyebut XC sebagai bandar dalam jaringan peredaran etomidate itu.

Dari lokasi penangkapan, penyidik menemukan 71 cartridge etomidate yang mereka sebut siap diedarkan.

Jika digabungkan, polisi menemukan 27 cartridge dari RR dan RN serta 71 cartridge dari lokasi XC. Sementara itu, polisi menemukan empat cartridge di apartemen Jule.

Total barang bukti yang polisi amankan mencapai 102 cartridge.

Namun, jumlah tersebut perlu dibaca sesuai lokasi temuan. Sebanyak tiga cartridge di apartemen Jule sudah kosong, sedangkan satu lainnya masih terisi.

Polisi juga mengamankan sejumlah telepon seluler dan barang lain untuk kepentingan penyidikan.

Dengan demikian, kasus ini tidak lagi sekadar berkaitan dengan penggunaan etomidate.

Penyidik mulai membongkar jalur distribusinya.

Dari Vape ke Rantai Peredaran

Vape menjadi bagian penting dalam perkara ini.

Perangkat tersebut biasanya hadir sebagai benda konsumsi sehari-hari. Namun, polisi menemukan penggunaan vape sebagai sarana untuk mengonsumsi etomidate dalam kasus ini.

Di titik tersebut, bentuk menjadi persoalan.

Zat yang masuk melalui perangkat yang familiar dapat membuat batas antara produk konsumsi dan narkotika terasa kabur bagi sebagian orang.

Polisi menyebut jaringan tersebut menggunakan pola distribusi tertutup. Mereka menyebut jaringan pemasaran berjalan melalui hubungan pertemanan dan komunikasi dari mulut ke mulut.

Polisi juga menyebut adanya keuntungan dalam setiap cartridge yang terjual.

Artinya, barang tersebut tidak bergerak secara acak.

Ada pihak yang memasok, ada pihak yang menjual dan ada pula pengguna yang membeli.

Rantai itulah yang kini polisi coba petakan.

Mengapa Jule Tidak Menjadi Tersangka?

Pertanyaan ini kemudian muncul setelah polisi mengumumkan hasil penyidikan.

Jule memang menunjukkan indikasi penggunaan etomidate. Polisi juga menemukan cartridge yang sudah kosong di apartemennya.

Namun, penyidik tidak menetapkannya sebagai tersangka.

Polisi menempatkan Jule sebagai pengguna dan menerapkan mekanisme restorative justice. Selanjutnya, ia menjalani asesmen untuk menentukan kebutuhan rehabilitasi melalui BNNP Banten.

Sebaliknya, polisi menetapkan RR, RN, dan XC sebagai tersangka.

Ketiganya menjalani penahanan dan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mengembangkan perkara untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain.

Perbedaan status tersebut menunjukkan fokus penyidikan.

Polisi membedakan posisi pengguna dengan pihak yang mereka duga menjalankan peredaran.

Stres dan Wajah Lain Kasus Etomidate

Ada satu bagian yang mudah tenggelam karena nama besar Jule.

Ia mengaku baru menggunakan etomidate selama beberapa pekan. Kepada penyidik, ia menyebut stres dan persoalan pribadi sebagai alasan.

Keterangan itu tentu tidak otomatis menjelaskan seluruh alasan seseorang menggunakan zat tersebut.

Namun, kasus ini menunjukkan satu persoalan yang lebih luas.

Akses terhadap zat berbahaya dapat bertemu dengan kondisi psikologis seseorang. Ketika akses itu hadir melalui perangkat yang populer, risikonya menjadi semakin sulit dikenali.

Vape juga membuat persoalan ini terlihat berbeda.

Bentuknya tidak selalu membuat orang langsung mengaitkannya dengan narkotika. Padahal, isi cartridge menentukan risiko dan konsekuensinya.

Karena itu, publik perlu melihat perkara ini lebih jauh dari sekadar nama Jule.

Yang penting bukan hanya siapa yang menggunakannya.

Pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana zat tersebut bisa masuk ke jaringan pengguna.

Ini Bukan Sekadar Kasus Selebgram

Nama Jule membuat perkara ini cepat menarik perhatian publik.

Namun, substansi kasus berada pada rantai yang lebih panjang.

Polisi menemukan puluhan cartridge dari penangkapan RR dan RN. Pengembangan berikutnya membawa penyidik kepada XC yang mereka sebut sebagai bandar.

Dari sana, polisi kemudian menghubungkan jaringan tersebut dengan pengguna.

Ini bukan sekadar cerita tentang selebgram dan vape. Ini adalah gambaran tentang bagaimana sebuah zat bergerak dari pemasok menuju konsumen.

Polisi masih mengembangkan perkara tersebut.

Karena itu, cerita ini belum berhenti pada empat nama.

Pertanyaan berikutnya justru lebih besar: seberapa luas peredaran etomidate melalui vape, dan berapa banyak pengguna lain yang belum terdeteksi?

Bagi publik, persoalannya bukan hanya siapa yang ditangkap.

Persoalannya adalah bagaimana barang seperti itu bisa masuk ke lingkungan pengguna sejak awal.

Di situlah kasus Jule berubah dari sekadar berita selebritas menjadi potret kecil tentang cara sebuah jaringan peredaran bekerja. @dimas

Tags: Artis JuleEtomidateKasus JulePeredaran EtomidateVape Narkoba

Kamu Melewatkan Ini

No Content Available
Next Post
Pegawai SPPG Olok-olok Korban MBG, Empati Jadi Sorotan

Pegawai SPPG Olok-olok Korban MBG, Empati Jadi Sorotan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id