Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dua Pelajar Dikeroyok Rombongan Motor di Ring Road Barat Madiun

by dimas
Februari 8, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di Kota Madiun. Dua pelajar menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal di Ring Road Barat, tepatnya di depan Gudang Wing, Minggu (8/2/2026) dini hari. Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden kriminal yang mengintai warga pada jam rawan.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Korban bernama Obet Henri Subandio (16) dan Fais Iman Choirul (16). Keduanya masih berstatus pelajar dan berdomisili di wilayah Kota Madiun. Akibat pengeroyokan itu, keduanya mengalami luka lebam di bagian wajah dan harus mendapat penanganan lebih lanjut.

Dipepet Puluhan Motor di Perempatan Soegaten

Kejadian bermula saat Obet dan Fais melintas menggunakan sepeda motor Honda Vario hitam yang belum bernomor polisi karena masih baru. Saat memasuki perempatan Soegaten, Jalan Puspowarno, suasana mendadak berubah mencekam.

Sekitar 20 sepeda motor tiba-tiba memepet kendaraan korban. Rombongan tersebut datang tanpa peringatan dan langsung membatasi ruang gerak korban. Merasa terancam, kedua pelajar itu spontan memacu kendaraan dan berusaha menyelamatkan diri.

Namun, rombongan motor tersebut terus mengejar hingga korban tiba di depan Gudang Wing, Ring Road Barat.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mengaku Netral, Korban Tetap Dipukuli

Setibanya di lokasi, para pelaku menghadang korban dan memaksa mereka berhenti. Salah satu pelaku kemudian menanyakan apakah korban tergabung dalam perguruan atau kelompok tertentu.

Korban menjawab bahwa mereka bersikap netral dan tidak mengikuti organisasi apa pun. Alih-alih mereda, situasi justru memburuk. Para pelaku langsung menendang dan memukuli korban menggunakan tangan kosong.

Dalam kondisi terdesak, salah satu korban mengeluarkan pisau lipat untuk menggertak pelaku agar mundur. Namun, karena jumlah pengeroyok jauh lebih banyak, korban memilih melarikan diri ke seberang jalan menuju Warung Tini Cell.

Aksi Warga Hentikan Pengeroyokan

Para pelaku kembali mengejar korban hingga ke sekitar warung tersebut dan melanjutkan aksi pengeroyokan. Melihat kondisi itu, penjaga Warung Tini Cell segera turun tangan.

Dengan bantuan warga sekitar, penjaga warung berhasil mengusir para pelaku hingga mereka membubarkan diri. Langkah cepat warga tersebut menghentikan aksi kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban lebih serius.

Penjaga warung kemudian mengamankan kedua pelajar hingga situasi benar-benar terkendali.

Polisi Selidiki Pelaku, Barang Bukti Diamankan

Tak lama kemudian, Tim Buser kepolisian tiba di lokasi. Petugas langsung membawa kedua korban ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sepeda motor korban serta pisau lipat yang sempat digunakan untuk menghalau pelaku.

Hingga saat ini, kepolisian masih memburu para pelaku dan mendalami motif pengeroyokan tersebut. Aparat juga menelusuri kemungkinan keterkaitan kejadian ini dengan konflik kelompok atau aksi kekerasan jalanan yang kerap muncul pada dini hari.

Kasus ini kembali menegaskan bahwa keamanan ruang publik, terutama pada jam-jam rawan, masih menjadi pekerjaan rumah serius. Bagi para pelajar dan warga kota, jalanan seharusnya menjadi ruang aman bukan arena uji nyali. @dimas

Tags: JalananKeamanan NegarakekerasankorbanKotakriminalitasmadiunPelajarSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan pembela HAM sering melangkah dari pengalaman melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Keberanian itu mendorong mereka bersuara, mendampingi...

Kota Modern Selalu Kalah oleh Sampahnya Sendiri. Kenapa?

Kota Modern Selalu Kalah oleh Sampahnya Sendiri. Kenapa?

by teguh
Mei 7, 2026

Setiap pagi, Jakarta bangun bersama ribuan ton sampah baru. Plastik kopi, sisa makanan, kardus belanja online, hingga limbah gaya hidup...

Next Post
Pasar Pundensari, Wisata Budaya yang Menggerakkan Ekonomi Desa

Pasar Pundensari, Wisata Budaya yang Menggerakkan Ekonomi Desa

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id