Selasa, Mei 5, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Dokter Internship Tanpa Libur, Apakah Sistem Kesehatan Mengorbankan Dokter Muda?

by dimas
Mei 3, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Seorang dokter muda meninggal di tengah masa pengabdian seharusnya menjadi alarm keras bagi sistem kesehatan. Namun ketika muncul laporan tentang jam kerja panjang tanpa jeda, bekerja dalam kondisi sakit, hingga dugaan tekanan di lingkungan kerja, tragedi ini tidak lagi hanya berbicara tentang satu nyawa yang hilang melainkan tentang bagaimana sistem memperlakukan mereka yang baru memasuki profesi dokter.

Tabooo.id: Deep – Kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter lulusan Universitas Sriwijaya yang menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, memicu perhatian luas publik. Dokter muda itu meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Mohammad Hoesin pada Jumat (1/5/2026).

Kasus ini langsung memicu diskusi besar tentang beban kerja dokter internship di Indonesia. Sepanjang 2026, empat dokter muda yang mengikuti program serupa juga meninggal dalam kondisi berbeda. Situasi ini mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuka investigasi dan mengevaluasi sistem perlindungan dokter muda.

Dokter Muda yang Gugur di Tengah Pengabdian

dr Myta Aprilia Azmy meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang. Sebelum itu, ia menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif.

Rumah sakit daerah tersebut menjadi salah satu wahana pendidikan dokter muda. Di tempat itulah Myta menjalani masa pengabdian awal sebagai dokter.

Kabar duka ini cepat menyebar di media sosial. Rekan sejawat dan tenaga kesehatan menyampaikan belasungkawa sekaligus membagikan pengalaman mereka selama menjalani internship.

Ini Belum Selesai

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Benarkah Pers Indonesia Sudah Merdeka?

Dari Gudang ke Global: Perjalanan Sunyi Virus Hanta

Perhatian publik meningkat setelah muncul informasi bahwa Myta tetap bekerja saat sakit. Beberapa laporan menyebut ia mengalami sesak napas berat dan demam tinggi sebelum kondisinya memburuk.

Meski demikian, jadwal jaga malam tetap berjalan. Ia diduga masih bertugas di instalasi gawat darurat.

Bagi banyak dokter muda, situasi seperti ini bukan hal baru.

Dugaan Jam Kerja Tanpa Libur

Sorotan publik semakin kuat setelah muncul laporan tentang beban kerja Myta.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri, Achmad Junaidi, menandatangani surat yang menyebut Myta bekerja tanpa libur selama tiga bulan. Dalam periode tersebut, ia bertugas di bangsal dan instalasi gawat darurat secara bergantian.

Pola kerja panjang memang sering terjadi dalam pendidikan kedokteran. Banyak dokter muda menjalani jadwal jaga malam berulang dengan waktu istirahat terbatas.

Namun kondisi Myta menimbulkan pertanyaan baru. Ia tetap menjalankan tugas meski kesehatannya menurun.

Laporan yang sama juga menyebut dugaan intimidasi. Beberapa pihak bahkan menduga ada upaya menutup informasi terkait kondisi dokter internship tersebut.

Investigasi Pemerintah

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia langsung membuka investigasi atas kasus ini.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memimpin penelusuran rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kematian Myta.

Tim investigasi memeriksa beberapa aspek penting, antara lain:

  • sistem pelayanan medis di rumah sakit
  • tata kelola wahana internship
  • beban kerja peserta
  • mekanisme pendampingan dokter muda

“Kami memeriksa rekam medis, proses medical check-up, serta keterangan dari keluarga dan rekan sejawat,” kata Azhar di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pejabat rumah sakit dapat menerima sanksi jika terbukti melanggar aturan jam kerja. Pendamping program, wakil direktur medis, kepala SDM, hingga direktur rumah sakit ikut masuk dalam evaluasi.

Sebagai langkah awal, Kementerian Kesehatan menghentikan sementara status RSUD KH Daud Arif sebagai wahana internship. Kebijakan ini berlaku hingga evaluasi selesai.

Empat Dokter Internship Meninggal pada 2026

Kasus Myta menambah daftar kematian dokter internship pada 2026.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Slamet Budiarto, menyebut empat dokter internship meninggal tahun ini.

Beberapa kasus lain terjadi di Cianjur, Rembang, dan Denpasar. Penyebab kematian berbeda-beda, mulai dari komplikasi campak, anemia berat, hingga demam berdarah dengue.

Pemerintah menyatakan sebagian kasus tidak berkaitan langsung dengan beban kerja. Namun Slamet menilai pemerintah tetap perlu mengevaluasi program internship secara menyeluruh.

PB IDI menerima banyak keluhan dari dokter muda. Keluhan tersebut berkaitan dengan jam kerja panjang, tekanan kerja, dan minimnya perlindungan.

Program Internship di Persimpangan

Program internship berfungsi sebagai tahap transisi bagi dokter baru sebelum praktik mandiri. Selama satu tahun, dokter muda bertugas di rumah sakit dan puskesmas untuk memperdalam pengalaman klinis.

Namun banyak peserta mengaku menghadapi tekanan berat.

Sebagian dokter internship mengeluhkan jam kerja panjang. Mereka juga menyebut supervisi dari pembimbing sering terbatas.

Fasilitas kesehatan di beberapa daerah juga belum memadai. Selain itu, insentif yang diterima sering tidak sebanding dengan beban kerja.

Situasi ini membuat banyak dokter muda berada dalam posisi rentan. Mereka masih berstatus peserta pendidikan, tetapi sering memikul tanggung jawab yang hampir setara dengan dokter penuh.

Usulan Perbaikan dari IDI

Melihat berbagai persoalan tersebut, Ikatan Dokter Indonesia mengajukan sejumlah usulan perubahan.

Organisasi ini mengusulkan masa internship dipersingkat dari 12 bulan menjadi enam bulan. IDI juga meminta pemerintah membatasi jam kerja maksimal 40 jam per minggu.

Selain itu, dokter internship perlu memperoleh cuti minimal satu hari setiap bulan. Mereka juga berhak mendapatkan libur pada hari nasional.

IDI juga mendorong pemerintah menjamin perlindungan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan bagi dokter internship.

Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya bantuan biaya hidup dan jasa pelayanan medis yang layak bagi peserta.

“Perbaikan pelaksanaan terkait dokter internship perlu dilakukan,” ujar Slamet.

Momentum Evaluasi Sistem

Kasus Myta kini menjadi sorotan bagi sistem pendidikan dokter di Indonesia.

Bagi banyak tenaga kesehatan, tragedi ini bukan sekadar peristiwa tunggal. Kasus ini membuka kembali diskusi tentang sistem yang selama ini bertumpu pada kerja keras dokter muda.

Pertanyaan besar kini muncul. Apakah program internship masih berfungsi sebagai proses pendidikan yang sehat?

Atau justru berubah menjadi sistem kerja yang belum sepenuhnya melindungi dokter yang baru memasuki profesi?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan masa depan ribuan dokter muda yang setiap tahun memasuki sistem kesehatan Indonesia. @dimas

Tags: Dokter InternshipDokter MudaEvaluasi KesehatanInternship DokterJam KerjaKematian DokterPerlindungan MedisReformasi InternshipSistem KesehatanTenaga Medis

Kamu Melewatkan Ini

Dari Mimpi Mengabdi ke Duka Keluarga: Kisah Tragis Dokter Myta

Dari Mimpi Mengabdi ke Duka Keluarga: Kisah Tragis Dokter Myta

by dimas
Mei 5, 2026

Kisah dokter muda Myta Aprilia Azmy kini bukan sekadar duka keluarga, melainkan cermin keras tentang realitas di balik pengabdian tenaga...

Dokter Semakin Banyak, Tapi Mengapa Kesejahteraan Semakin Tipis?

Dokter Semakin Banyak, Tapi Mengapa Kesejahteraan Semakin Tipis?

by dimas
Mei 5, 2026

Tidak ada sirene darurat. Tidak ada antrean pasien yang membludak di lorong rumah sakit. Yang ada justru sesuatu yang lebih...

Dokter Muda Dipaksa Kerja Saat Sakit hingga Meninggal, Di Mana Perlindungan Negara?

Dokter Muda Dipaksa Kerja Saat Sakit hingga Meninggal, Di Mana Perlindungan Negara?

by dimas
Mei 3, 2026

Kematian seorang dokter muda di tengah pengabdian seharusnya tidak menjadi bagian dari cerita sistem kesehatan. Namun ketika laporan menyebut jam...

Next Post
BYD U9 Xtreme: Mobil Listrik Rp44 Miliar yang Bikin Eropa Gelisah

BYD U9 Xtreme: Mobil Listrik Rp44 Miliar yang Bikin Eropa Gelisah

Pilihan Tabooo

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Mei 3, 2026

Realita Hari Ini

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Mei 5, 2026

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Mei 5, 2026

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Mei 5, 2026

Saat Dunia Guncang, Barito Pacific Justru Tancap Gas 200% Lebih

Mei 5, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id