• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Regional

Bank Sampah Winongo Tembus Top 99 SINOVIK 2025, Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas

Februari 7, 2026
in Regional
A A
Bank Sampah Winongo Tembus Top 99 SINOVIK 2025, Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas

Perintis Bank Sampah Matahari, Kelurahan Winongo, Siyam Sumartini saat merakit bunga dari olahan sampah, Jumat, (6/7/26)(Foto:Tabooo.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional- Saat banyak daerah masih kewalahan menghadapi gunungan sampah, Kota Madiun justru memanen prestasi dari persoalan yang sama. Bank Sampah Matahari di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, menembus Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) 2025 dan mengalahkan 2.476 nominator dari seluruh Indonesia.

Prestasi ini bukan sekadar piagam. Capaian ini membuktikan bahwa warga bisa mengubah masalah klasik menjadi peluang ekonomi.

Siyam Sumartini mendirikan Bank Sampah Matahari pada 11 November 2010. Ia memulai gerakan ini karena resah melihat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo yang menerima sekitar 100 ton sampah setiap hari dengan sistem timbun. Tumpukan sampah memicu risiko lingkungan dan kesehatan. Nyamuk berkembang biak, ancaman demam berdarah meningkat.

Alih-alih mengeluh, Siyam mengajak warga mengubah cara pandang. Warga kini memilah sampah dari rumah, lalu menyetorkannya untuk dikelola.

“Tujuannya agar masyarakat melek terhadap sampah yang dihasilkan sendiri dan bisa menjadikan sampah menjadi cuan,” ujar Siyam.

RelatedPosts

7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

Mudik Berujung Duka: Satu Keluarga Tewas di Tol Pemalang-Batang, Balita Kritis

Dari Plastik Jadi Tabungan Emas

Pengelola mengolah plastik kresek dan sendok makan bekas menjadi tas dan bunga hias. Mereka juga memanfaatkan botol plastik untuk membuat sapu, asbak, meja, kursi, baki, hingga tempat sampah.

Setiap bulan, tim produksi membuat hampir 100 sapu dari botol plastik. Jumlah itu menyerap sekitar 30 ribu botol bekas agar tidak berakhir di TPA.

Pengelola tidak hanya menjual produk daur ulang. Mereka mengonversi nilainya menjadi tabungan pendidikan, kesehatan, bahkan tabungan emas bagi nasabah. Skema ini membuat warga merasakan langsung manfaat ekonomi dari sampah yang mereka hasilkan.

Program ini juga membuka lapangan kerja. Warga ikut mengumpulkan, memilah, dan memproduksi kerajinan. Aktivitas itu menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat kampung.

Siapa yang Terdampak

Warga Winongo jelas diuntungkan. Mereka memperoleh tambahan penghasilan, lingkungan lebih bersih, dan akses tabungan alternatif. Pemerintah daerah juga merasakan manfaat karena volume sampah berkurang dan sistem pengelolaan menjadi lebih tertata.

Anak muda ikut ambil peran. Siyam rutin melibatkan generasi muda dalam proses pengolahan agar kesadaran lingkungan tumbuh sejak dini.

Sebaliknya, pola lama yang mengandalkan sistem buang-angkut-timbun mulai kehilangan tempat. Cara lama itu tidak lagi relevan ketika warga mampu mengelola sampah secara mandiri dan produktif.

Keberhasilan Bank Sampah Matahari mendorong pemerintah mengadopsi sistem tata kelola dan mekanisme tabungan mereka sebagai model program “satu bank sampah satu RT” di Kota Madiun.

Prestasi ini menegaskan satu hal: perubahan tidak selalu datang dari proyek besar. Warga bisa memulainya dari rumah, dari kantong plastik yang dulu mereka anggap tak bernilai.

Kalau sampah saja bisa jadi tabungan emas, alasan apa lagi untuk terus membuangnya sembarangan? @eko

Tags: bank sampahkelurahan winongoKota Madiunmadiunpengelolaan sampahTPAWinongo
Next Post
Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

KPK Ungkap Dugaan Suap Eksekusi Lahan di Pengadilan Negeri Depok

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.