Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bank Sampah Winongo Tembus Top 99 SINOVIK 2025, Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas

by eko
Februari 7, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional- Saat banyak daerah masih kewalahan menghadapi gunungan sampah, Kota Madiun justru memanen prestasi dari persoalan yang sama. Bank Sampah Matahari di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, menembus Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) 2025 dan mengalahkan 2.476 nominator dari seluruh Indonesia.

Prestasi ini bukan sekadar piagam. Capaian ini membuktikan bahwa warga bisa mengubah masalah klasik menjadi peluang ekonomi.

Siyam Sumartini mendirikan Bank Sampah Matahari pada 11 November 2010. Ia memulai gerakan ini karena resah melihat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo yang menerima sekitar 100 ton sampah setiap hari dengan sistem timbun. Tumpukan sampah memicu risiko lingkungan dan kesehatan. Nyamuk berkembang biak, ancaman demam berdarah meningkat.

Alih-alih mengeluh, Siyam mengajak warga mengubah cara pandang. Warga kini memilah sampah dari rumah, lalu menyetorkannya untuk dikelola.

“Tujuannya agar masyarakat melek terhadap sampah yang dihasilkan sendiri dan bisa menjadikan sampah menjadi cuan,” ujar Siyam.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Dari Plastik Jadi Tabungan Emas

Pengelola mengolah plastik kresek dan sendok makan bekas menjadi tas dan bunga hias. Mereka juga memanfaatkan botol plastik untuk membuat sapu, asbak, meja, kursi, baki, hingga tempat sampah.

Setiap bulan, tim produksi membuat hampir 100 sapu dari botol plastik. Jumlah itu menyerap sekitar 30 ribu botol bekas agar tidak berakhir di TPA.

Pengelola tidak hanya menjual produk daur ulang. Mereka mengonversi nilainya menjadi tabungan pendidikan, kesehatan, bahkan tabungan emas bagi nasabah. Skema ini membuat warga merasakan langsung manfaat ekonomi dari sampah yang mereka hasilkan.

Program ini juga membuka lapangan kerja. Warga ikut mengumpulkan, memilah, dan memproduksi kerajinan. Aktivitas itu menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat kampung.

Siapa yang Terdampak

Warga Winongo jelas diuntungkan. Mereka memperoleh tambahan penghasilan, lingkungan lebih bersih, dan akses tabungan alternatif. Pemerintah daerah juga merasakan manfaat karena volume sampah berkurang dan sistem pengelolaan menjadi lebih tertata.

Anak muda ikut ambil peran. Siyam rutin melibatkan generasi muda dalam proses pengolahan agar kesadaran lingkungan tumbuh sejak dini.

Sebaliknya, pola lama yang mengandalkan sistem buang-angkut-timbun mulai kehilangan tempat. Cara lama itu tidak lagi relevan ketika warga mampu mengelola sampah secara mandiri dan produktif.

Keberhasilan Bank Sampah Matahari mendorong pemerintah mengadopsi sistem tata kelola dan mekanisme tabungan mereka sebagai model program “satu bank sampah satu RT” di Kota Madiun.

Prestasi ini menegaskan satu hal: perubahan tidak selalu datang dari proyek besar. Warga bisa memulainya dari rumah, dari kantong plastik yang dulu mereka anggap tak bernilai.

Kalau sampah saja bisa jadi tabungan emas, alasan apa lagi untuk terus membuangnya sembarangan? @eko

Tags: Kota Madiunmadiun

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Next Post
Dari Konflik Agraria ke Lorong Suap: OTT KPK di Pengadilan Negeri Depok

KPK Ungkap Dugaan Suap Eksekusi Lahan di Pengadilan Negeri Depok

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id