TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat.
Tabooo.id – Sebuah tradisi tidak akan bertahan hanya karena masyarakat terus menggelarnya setiap tahun. Tradisi akan hidup ketika masyarakat mendokumentasikan, mengembangkan, lalu mewariskan nilai yang terkandung di dalamnya kepada generasi berikutnya.
Atas semangat itu, Tabooo Network Indonesia menghadirkan TABOOO Cultural Production sebagai bagian dari rangkaian Bersih Desa Winongo 2026. Program ini menjadi implementasi strategis Corporate Blueprint 2026 yang menempatkan Madiun Raya sebagai Cultural Production Base, yakni pusat produksi budaya yang mengolah realitas lokal menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property (IP) untuk memperkuat ekosistem kreatif Tabooo.
Selama 4-12 Juli 2026, tim Tabooo akan berkolaborasi dengan masyarakat di Balai Kelurahan Winongo melalui berbagai program budaya yang melengkapi rangkaian Bersih Desa, mulai dari dokumentasi, ruang kolaborasi, hingga pengembangan talenta.
Membangun Ekosistem Budaya
Melalui Corporate Blueprint 2026, Tabooo tidak hanya mengembangkan media digital. Perusahaan ini juga membangun ekosistem yang mampu mengolah budaya lokal menjadi pengetahuan, karya kreatif, riset, dokumentasi, dan hak kekayaan intelektual.
Tabooo memilih Madiun Raya sebagai titik awal karena wilayah ini memiliki tradisi yang kuat, komunitas budaya yang aktif, dan banyak talenta kreatif yang terus tumbuh.
Momentum Bersih Desa Winongo kemudian menjadi ruang pertama untuk menerapkan konsep tersebut secara langsung bersama masyarakat.
Mengusung Tema From Reality to Narrative
TABOOO Cultural Production mengangkat tema “From Reality to Narrative”.
Tema tersebut mengajak masyarakat memahami bahwa setiap aktivitas budaya menyimpan cerita yang layak dicatat.
Realitas melahirkan narasi.
Narasi memperkaya pengetahuan.
Selanjutnya, pengetahuan mendorong lahirnya karya yang memiliki nilai budaya, sosial, sekaligus ekonomi.
Enam Program Utama
Selama pelaksanaan Bersih Desa Winongo, tim Tabooo menjalankan enam program utama.
Cultural Documentation
Tim dokumentasi Tabooo akan merekam seluruh rangkaian Bersih Desa Winongo. Mereka akan memotret ritual budaya, merekam video dokumenter, mewawancarai pelaku budaya, dan menyusun arsip visual.
Hasil dokumentasi itu akan menjadi bagian dari arsip budaya digital Tabooo agar masyarakat dapat mempelajari kembali tradisi tersebut pada masa mendatang.
TABOOO Corner
Tim Tabooo juga menghadirkan TABOOO Corner sebagai ruang kolaborasi yang menyatu dengan kegiatan Bersih Desa.
Pengunjung dapat berdiskusi, mengikuti workshop, berbagi pengalaman, menikmati karya visual, serta mengenal konsep From Reality to Narrative.
Melalui ruang ini, Tabooo mengajak masyarakat mengubah pengalaman sehari-hari menjadi pengetahuan dan karya.
Cultural Knowledge Hub
Selain membuka ruang kolaborasi, Tabooo menyelenggarakan forum pengetahuan publik.
Peserta dapat mengikuti diskusi budaya, berbagi pengalaman, dan bertemu pegiat seni, akademisi, kreator konten, maupun komunitas lokal.
Forum tersebut mendorong lahirnya gagasan baru yang berangkat dari realitas masyarakat.
Talent Scouting dan Creative Incubation
Tabooo membuka kesempatan bagi fotografer, videografer, ilustrator, penulis, editor, desainer grafis, serta kreator muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Tim kurator akan memilih peserta yang memiliki potensi terbaik.
Setelah itu, Tabooo akan mendampingi mereka melalui program inkubasi kreatif.
Community Networking
Tim Tabooo akan mempertemukan komunitas budaya, seniman, pelajar, pemerintah, akademisi, UMKM, dan kreator lokal.
Kolaborasi tersebut bertujuan membangun jaringan yang mampu melahirkan proyek budaya baru setelah Bersih Desa selesai.
Dengan cara itu, kegiatan budaya tidak berhenti ketika acara berakhir.
Cultural Archive dan Intellectual Property
Program terakhir berfokus pada pengembangan arsip budaya.
Tim Tabooo akan mengumpulkan dokumentasi visual, cerita rakyat, karya kreatif, hingga berbagai pengetahuan lokal yang memiliki nilai sejarah.
Selanjutnya, tim akan mengembangkan berbagai materi tersebut menjadi buku, film dokumenter, pameran, media digital, hingga produk intellectual property berbasis budaya.
Budaya Harus Terus Bertumbuh
Tabooo percaya bahwa budaya tidak cukup hadir sebagai tontonan tahunan.
Masyarakat perlu mencatatnya.
Komunitas perlu mengembangkannya.
Generasi muda perlu mengenalkannya kepada publik yang lebih luas.
Ketika proses itu berjalan, budaya akan terus tumbuh bersama zaman.
Dari Kampung Menjadi Karya
Melalui TABOOO Cultural Production, Tabooo ingin membuktikan bahwa kampung mampu melahirkan karya yang memiliki dampak luas.
Cerita warga dapat berubah menjadi buku.
Dokumentasi budaya dapat berkembang menjadi film dokumenter.
Diskusi komunitas dapat melahirkan riset.
Tradisi lokal juga mampu berkembang menjadi intellectual property yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, Tabooo tidak hanya datang untuk mendukung sebuah acara.
Tim Tabooo datang untuk bekerja bersama masyarakat, mendokumentasikan setiap cerita, membangun pengetahuan, menghubungkan berbagai komunitas, lalu mengubah realitas lokal menjadi karya yang dapat hidup jauh melampaui satu perayaan budaya.
Bagi Tabooo, budaya akan tetap hidup ketika masyarakat terus mencatat, mengembangkan, dan mewariskan setiap cerita yang mereka miliki. @dimas






