Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mudik Berujung Duka: Satu Keluarga Tewas di Tol Pemalang-Batang, Balita Kritis

by dimas
Maret 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Perjalanan mudik yang seharusnya membawa kebahagiaan berubah menjadi tragedi. Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pemalang-Batang Km 290-B, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, pada Kamis (19/3/2026). Insiden ini merenggut nyawa satu keluarga empat orang meninggal dunia, sementara seorang balita kini berjuang dalam kondisi kritis.

Petugas langsung mengevakuasi seluruh korban ke RS Siaga Medika Pemalang. Suasana duka menyelimuti ruang perawatan. Empat jenazah terbaring, sementara satu anak kecil terus bertahan di tengah luka serius.

Dugaan Sopir Mengantuk, Mobil Hantam Bus

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal, Henry Ade Birawa, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari kelalaian pengemudi minibus. Kendaraan yang melaju dari arah barat tiba-tiba oleng ke kanan sebelum menghantam bagian belakang bus.

“Mobil pribadi diduga mengantuk, lalu oleng ke kanan dan menabrak bagian pojok belakang bus,” jelasnya.

Benturan keras menghancurkan bagian depan minibus. Sementara itu, bus hanya mengalami kerusakan ringan di bagian belakang. Perbedaan kondisi ini menunjukkan betapa fatalnya tabrakan dari arah belakang dalam kecepatan tinggi.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Mudik dari Cikarang, Gagal Sampai Tujuan

Keluarga tersebut berangkat dari Cikarang menuju Petarukan, Pemalang kampung halaman yang rutin mereka kunjungi setiap Lebaran.

Kerabat korban, Siti (56), menyebut perjalanan ini sebagai tradisi tahunan keluarga. Namun kali ini, perjalanan itu berakhir tragis di tengah jalan tol.

“Itu keponakan saya, mereka mudik seperti biasa ke Petarukan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Empat korban meninggal dunia yaitu Gunawan (42), Devi Agustina (33), serta dua anak mereka, Nafisah Maisaroh (11) dan Narendra Dewan Gaozan (8). Sementara itu, balita Murel Arshaka Sachid (3) selamat, namun mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif.

Santunan Disiapkan, Luka Tak Tergantikan

Kepala Jasa Raharja Cabang Pekalongan, Julianto, memastikan pihaknya segera mendata korban untuk menyalurkan santunan.

Keluarga korban meninggal akan menerima Rp50 juta, sedangkan korban luka-luka mendapat Rp20 juta sesuai ketentuan. Bantuan ini memang penting, tetapi tidak pernah cukup untuk menggantikan kehilangan.

Risiko Lama yang Terus Terulang

Kecelakaan ini kembali mengingatkan bahaya klasik di jalur mudik: kelelahan dan kantuk saat berkendara. Jalan tol yang panjang dan lurus sering menurunkan konsentrasi pengemudi hanya dalam hitungan detik.

Dampaknya tidak berhenti pada korban di lokasi. Keluarga yang ditinggalkan harus menanggung duka panjang, sementara anak yang selamat menghadapi trauma sejak dini.

Mudik selalu identik dengan pulang dan kebahagiaan. Namun setiap tahun, tragedi serupa terus berulang seolah semua sudah tahu risikonya, tapi hanya sedikit yang benar-benar mengantisipasinya sebelum terlambat. @dimas

Tags: BerdukaBerkendaraKecelakaanKeselamatanlebaranMautMudikNasionalPemalang

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id