Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OTT KPK Guncang Bea Cukai, Uang Miliaran dan 3 Kg Emas Disita

by dimas
Februari 5, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang jantung birokrasi fiskal. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar secara senyap, penyidik menyita uang miliaran rupiah dan logam mulia seberat 3 kilogram. Operasi ini langsung menyasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut penyidik menemukan uang tunai dalam pecahan rupiah, mata uang asing, serta logam mulia sebagai barang bukti utama.

“Untuk barang bukti ada uang tunai, baik rupiah maupun mata uang asing dan juga logam mulia. Untuk uang senilai miliaran rupiah,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Temuan ini menegaskan bahwa praktik korupsi masih menggerogoti sektor kepabeanan, meski pemerintah terus menggaungkan reformasi birokrasi.

Penindakan di Jakarta dan Lampung

Penyidik KPK bergerak serentak di Jakarta dan Lampung. Mereka menangkap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Sebagian pihak langsung tiba di Gedung Merah Putih KPK dan menjalani pemeriksaan intensif. Tim penyidik masih menjemput pihak lain dari lokasi berbeda.

“Beberapa pihak sudah tiba di K4 dan sudah dilakukan pemeriksaan secara intensif. Beberapa pihak lain masih dalam perjalanan untuk dibawa ke Gedung Merah Putih KPK,” tambahnya.

Langkah cepat ini menunjukkan KPK berupaya mengamankan bukti sekaligus mencegah penghilangan jejak.

Mantan Direktur Penindakan Ikut Terjaring

Dalam OTT ini, KPK juga menangkap mantan pejabat eselon II Bea dan Cukai. Sosok tersebut pernah menjabat sebagai Direktur Penyidikan dan Penindakan.

“Yang bersangkutan pejabat eselon II di Bea Cukai, sebenarnya sudah mantan, ya. Mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan. Itu yang kemudian diamankan di wilayah Lampung,” jelasnya.

Penangkapan ini memunculkan ironi. Pejabat yang dahulu memimpin penegakan hukum internal justru kini berhadapan dengan penyidik antirasuah.

Dugaan Korupsi dalam Skema Importasi

KPK mengaitkan OTT ini dengan kegiatan importasi yang melibatkan oknum Bea Cukai dan pihak swasta.

“Kegiatan importasi yang dilakukan oleh pihak swasta. Yang kemudian KPK menduga adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para pihak,” pungkasnya.

Praktik ini kerap berkaitan dengan pengaturan nilai barang, manipulasi dokumen, hingga pelolosan muatan tertentu dengan imbalan suap.

Pimpinan KPK Benarkan OTT

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan operasi yang menyasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Ya benar,” ujar Fitroh melalui pesan singkat.

Ia juga memastikan tim KPK menggelar OTT di Jakarta. Namun, ia belum membeberkan identitas para terperiksa maupun konstruksi perkara secara detail.

Publik Jadi Korban Utama

Korupsi di sektor kepabeanan tidak berhenti sebagai persoalan birokrasi. Praktik ini langsung memukul kepentingan publik.

Ketika oknum mempermudah jalur barang lewat suap, negara kehilangan penerimaan. Pada saat yang sama, harga barang berpotensi naik, produk ilegal lebih mudah masuk, dan pelaku usaha jujur tersisih.

Konsumen, UMKM, dan industri dalam negeri menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Kasus ini kembali menguji keseriusan pemerintah membersihkan sektor penerimaan negara.

Jika aparat penegak internal saja bisa terjerat, maka janji reformasi berisiko runtuh di hadapan publik.

Di tengah gencarnya slogan transparansi, OTT ini seolah mengingatkan korupsi tak pernah benar-benar pergi ia hanya menunggu kesempatan untuk menyelinap kembali. @dimas

Tags: Bea CukaiBirokrasiImporKeuanganKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumNegaraottPenegakanReformasiSkandaltransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Hadapi Ramadhan, Bulog Klaim Stok Aman dan Harga Terkendali

Hadapi Ramadhan, Bulog Klaim Stok Aman dan Harga Terkendali

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id