Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hadapi Ramadhan, Bulog Klaim Stok Aman dan Harga Terkendali

by dimas
Februari 5, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Perum Bulog kembali memasang kuda-kuda menghadapi lonjakan kebutuhan pangan menjelang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, perusahaan pelat merah itu akan turun langsung ke lapangan bersama para pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan strategis.

Menghadapi periode rawan gejolak harga tersebut, Bulog mengulang pola pengamanan pasar yang sebelumnya diterapkan saat Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

“Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri (2026), Bulog akan menerapkan pola pengamanan pasar yang sama seperti saat Natal dan Tahun Baru, dengan turun langsung ke lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujar Rizal dalam keterangan di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Langkah ini menjadi krusial di tengah kekhawatiran publik terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok yang kerap berulang setiap memasuki bulan puasa.

Stok Beras 3,3 Juta Ton di Gudang Bulog

Sebagai fondasi utama pengamanan pangan, Bulog saat ini mengelola stok beras sebesar 3,3 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,22 juta ton berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sementara 95.523 ton merupakan stok komersial.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Selain beras, Bulog juga menyimpan berbagai komoditas strategis lain. Persediaan gula pasir tercatat 11.675 ton, jagung 53.637 ton, serta minyak goreng sebesar 15.475 kiloliter.

Rizal menegaskan, stok tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kepastian pasokan selama Ramadhan, Idul Fitri, hingga perayaan Imlek.

Fokus Jaga Harga MinyaKita

Di sisi lain, Bulog juga mengemban tugas penting dalam mengamankan harga minyak goreng rakyat, MinyaKita. Melalui skema domestic market obligation (DMO), pemerintah menetapkan alokasi 30 persen dari total pasokan nasional untuk BUMN pangan.

Dari alokasi tersebut, Bulog memperoleh porsi terbesar, yakni 70 persen, disusul ID FOOD sebesar 20 persen dan Agrinas Palma 10 persen.

Dengan skema ini, Bulog menerima pasokan sekitar 30 ribu kiloliter minyak goreng per bulan. Pada periode sebelumnya, Bulog telah menyalurkan sekitar 21,8 ribu kiloliter ke pasar.

“Pada Februari ini, pasokan kembali disiapkan sebesar 30 ribu kiloliter untuk disalurkan, terutama ke pengecer dan pasar agar harga tetap stabil,” tambahnya.

Langkah ini diarahkan untuk meredam potensi lonjakan harga minyak goreng yang langsung memukul belanja rumah tangga.

Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Keluarga

Selain menjaga harga pasar, Bulog juga menyiapkan penyaluran bantuan pangan yang ditugaskan pemerintah. Program ini menyasar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Februari dan Maret 2026.

Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita.

Untuk dua bulan penyaluran, Bulog akan mendistribusikan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Pemerintah menempatkan bantuan ini sebagai bagian dari stimulus ekonomi guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan.

“Bulog telah menyiapkan stok dan kesiapan operasional agar bantuan pangan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” tegasnya.

Siapa yang Paling Terdampak?

Stabilitas pangan menjelang Ramadhan menjadi isu sensitif bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja sektor informal, dan keluarga penerima bantuan sosial. Kenaikan harga beras, gula, atau minyak goreng sekecil apa pun dapat langsung menggerus daya beli mereka.

Di sisi lain, pelaku usaha kecil seperti pedagang warung dan pasar tradisional juga sangat bergantung pada ketersediaan pasokan dengan harga stabil agar roda usaha tetap berputar.

Ujian Tahunan Negara

Setiap Ramadhan selalu menghadirkan janji stabilitas. Namun publik juga terbiasa melihat harga merangkak naik.

Bulog kembali berdiri di garis depan sebagai penyangga pangan nasional. Pertanyaannya sederhana apakah stok besar ini benar-benar terasa di kantong rakyat, atau hanya terdengar meyakinkan di atas kertas?

Ramadhan sebentar lagi tiba. Dan di negeri ini, ujian ketahanan pangan selalu datang bersamaan dengan ujian kepercayaan. @dimas

Tags: 2026BantuanberasBulogEkonomi IndonesiaHargaInflasiKetahananminyakPanganrakyatRamadhanStok

Kamu Melewatkan Ini

Benarkah Ada Bantuan Sepeda Listrik Gratis untuk Siswa?

Benarkah Ada Bantuan Sepeda Listrik Gratis untuk Siswa?

by eko
Agustus 18, 2026

Viral video mengklaim pemerintah membagikan sepeda listrik gratis untuk siswa. Benarkah? Berikut fakta hasil penelusurannya. Tabooo.id - Sebuah video viral...

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

Pertalite Mau Dibatasi untuk Desil 9–10, Tapi Siapa yang Benar-Benar Kaya?

by teguh
Agustus 13, 2026

Kalau suatu hari SPBU menolak transaksi Pertalite untukmu, apa yang terjadi? Pertalite mau Dabatasi dan itu bukan karena harga. Bisa...

Pasar Tidak Lagi Ramai: Ketika Harga Murah Tak Lagi Menarik Pembeli

Pasar Tidak Lagi Ramai: Ketika Harga Murah Tak Lagi Menarik Pembeli

by eko
Agustus 6, 2026

Harga ayam tetap murah, tetapi pembeli terus berkurang. Melemahnya daya beli mengubah cara masyarakat berbelanja dan memukul pasar tradisional. Tabooo.id...

Next Post
DPR Nilai Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras Dunia Pendidikan

Presiden Soroti Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di NTT

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id