Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

by dimas
Mei 15, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on Facebook
Share on Twitter
Disekap dan diperkosa, mahasiswi di Makassar diduga menjadi korban jebakan lowongan kerja palsu dari media sosial hingga mengalami trauma mendalam selama tiga hari penyekapan.

Tabooo.id: Reality – Pintu rumah kontrakan itu akhirnya terbuka setelah masa sewanya habis. Namun yang muncul bukan penghuni biasa, melainkan seorang mahasiswi berusia 21 tahun dengan tangan terikat dan trauma yang belum selesai. Di sebuah perumahan elite di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, harapan mencari pekerjaan berubah menjadi mimpi buruk yang nyaris merenggut rasa aman seorang perempuan muda.

Polisi menduga pria berinisial FR (30) menyekap korban berinisial MA selama tiga hari. Selama berada di rumah itu, korban juga mengaku mengalami pemerkosaan.

“Kami benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat. Selanjutnya korban kami amankan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, pada Rabu (13/5/2026).

Kasus itu terbongkar ketika pemilik rumah datang memeriksa kontrakan karena masa sewa telah habis. Saat pemilik mengetuk pintu, korban keluar dari dalam rumah dengan kondisi memprihatinkan.

Lowongan Kerja yang Berubah Jadi Jebakan

Korban mengenal pelaku melalui Facebook. Saat itu, MA sedang mencari pekerjaan lewat media sosial. Pelaku lalu menawarkan lowongan kerja dan meminta korban datang ke rumah kontrakan setelah diterima bekerja.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Namun rumah itu justru berubah menjadi tempat penyekapan.

Polisi menduga pelaku sengaja menyewa rumah tersebut selama tiga hari, sejak Jumat (8/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026), untuk melancarkan aksinya. Ketika polisi tiba di lokasi, pelaku sudah melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Kasus ini memperlihatkan bagaimana media sosial semakin sering menjadi pintu masuk kejahatan yang memanfaatkan harapan dan kebutuhan ekonomi anak muda.

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, banyak orang mudah percaya pada lowongan tanpa verifikasi jelas. Ironisnya, ruang digital yang seharusnya membantu justru berubah menjadi medan jebakan baru.

Bahaya Digital yang Semakin Dekat

Hal paling mengerikan bukan hanya tindakan pelaku. Korban datang dengan niat membangun masa depan. Ia tidak mencari masalah. Ia hanya mencari pekerjaan.

Kini polisi terus memburu pelaku sambil mendalami dugaan kekerasan seksual yang dialami korban. Sementara itu, kasus ini kembali mengingatkan publik bahwa penipuan lowongan kerja tidak selalu berakhir pada kehilangan uang.

Dalam banyak kasus, taruhannya bisa tubuh, trauma, bahkan keselamatan hidup seseorang.

Di era media sosial, bahaya tidak selalu datang dari lorong gelap atau orang asing di jalanan. Kadang bahaya datang lewat pesan ramah, akun Facebook, dan janji pekerjaan yang terdengar meyakinkan.

“Di zaman ketika mencari kerja makin sulit, predator justru menemukan cara baru untuk berburu korban.” @dimas

Tags: kejahatan digitalKekerasan SeksualLowongan Kerja PalsuMahasiswi Makassar

Kamu Melewatkan Ini

Dugaan Kekerasan Seksual, Guru Pesantren Bekasi Jadi Tersangka

Dugaan Kekerasan Seksual, Guru Pesantren Bekasi Jadi Tersangka

by dimas
Oktober 9, 2026

Guru pesantren di Bekasi menjadi tersangka dugaan kekerasan seksual. Lebih dari 10 orang diduga menjadi korban, sementara penyidik mendalami kemungkinan...

Bechi Bebas Bersyarat: Ketika Hak Narapidana Bertemu Hak Korban

Bechi Bebas Bersyarat: Ketika Hak Narapidana Bertemu Hak Korban

by teguh
September 28, 2026

Ada pintu yang terbuka karena masa pidana mendekati batas hukum dan Bechi bebas bersyarat. Namun, bagi korban kekerasan seksual, pintu...

Bechi Bebas Bersyarat Sejak 20 Agustus 2025: Bukan Bebas Murni

Bechi Bebas Bersyarat Sejak 20 Agustus 2025: Bukan Bebas Murni

by teguh
September 28, 2026

Pemerintah menyebut Bechi bebas bersyarat setelah menjalani masa pidana dan memperoleh remisi. Namun, Komnas Perempuan meminta pemerintah membuka rincian perhitungannya....

Next Post
Joe Taslim: Dari Matras Judo ke Hollywood

Joe Taslim: Dari Matras Judo ke Hollywood

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id