Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

by dimas
Mei 15, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter
Disekap dan diperkosa, mahasiswi di Makassar diduga menjadi korban jebakan lowongan kerja palsu dari media sosial hingga mengalami trauma mendalam selama tiga hari penyekapan.

Tabooo.id: Reality – Pintu rumah kontrakan itu akhirnya terbuka setelah masa sewanya habis. Namun yang muncul bukan penghuni biasa, melainkan seorang mahasiswi berusia 21 tahun dengan tangan terikat dan trauma yang belum selesai. Di sebuah perumahan elite di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, harapan mencari pekerjaan berubah menjadi mimpi buruk yang nyaris merenggut rasa aman seorang perempuan muda.

Polisi menduga pria berinisial FR (30) menyekap korban berinisial MA selama tiga hari. Selama berada di rumah itu, korban juga mengaku mengalami pemerkosaan.

“Kami benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat. Selanjutnya korban kami amankan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, pada Rabu (13/5/2026).

Kasus itu terbongkar ketika pemilik rumah datang memeriksa kontrakan karena masa sewa telah habis. Saat pemilik mengetuk pintu, korban keluar dari dalam rumah dengan kondisi memprihatinkan.

Lowongan Kerja yang Berubah Jadi Jebakan

Korban mengenal pelaku melalui Facebook. Saat itu, MA sedang mencari pekerjaan lewat media sosial. Pelaku lalu menawarkan lowongan kerja dan meminta korban datang ke rumah kontrakan setelah diterima bekerja.

Ini Belum Selesai

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Lapas atau Hotel? Viral Kamar Mewah Napi Cilegon Bikin Publik Curiga

Namun rumah itu justru berubah menjadi tempat penyekapan.

Polisi menduga pelaku sengaja menyewa rumah tersebut selama tiga hari, sejak Jumat (8/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026), untuk melancarkan aksinya. Ketika polisi tiba di lokasi, pelaku sudah melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Kasus ini memperlihatkan bagaimana media sosial semakin sering menjadi pintu masuk kejahatan yang memanfaatkan harapan dan kebutuhan ekonomi anak muda.

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, banyak orang mudah percaya pada lowongan tanpa verifikasi jelas. Ironisnya, ruang digital yang seharusnya membantu justru berubah menjadi medan jebakan baru.

Bahaya Digital yang Semakin Dekat

Hal paling mengerikan bukan hanya tindakan pelaku. Korban datang dengan niat membangun masa depan. Ia tidak mencari masalah. Ia hanya mencari pekerjaan.

Kini polisi terus memburu pelaku sambil mendalami dugaan kekerasan seksual yang dialami korban. Sementara itu, kasus ini kembali mengingatkan publik bahwa penipuan lowongan kerja tidak selalu berakhir pada kehilangan uang.

Dalam banyak kasus, taruhannya bisa tubuh, trauma, bahkan keselamatan hidup seseorang.

Di era media sosial, bahaya tidak selalu datang dari lorong gelap atau orang asing di jalanan. Kadang bahaya datang lewat pesan ramah, akun Facebook, dan janji pekerjaan yang terdengar meyakinkan.

“Di zaman ketika mencari kerja makin sulit, predator justru menemukan cara baru untuk berburu korban.” @dimas

Tags: kejahatan digitalKekerasan SeksualLowongan Kerja PalsuMahasiswi Makassar

Kamu Melewatkan Ini

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

by dimas
Mei 15, 2026

Judi online kini menyasar anak-anak Indonesia. Hampir 200 ribu anak terpapar, sementara keluarga jadi korban baru kejahatan digital yang makin...

Love Scamming di Balik Jeruji: Ketika Penjara Jadi Markas Penipuan Digital

Love Scamming di Balik Jeruji: Ketika Penjara Jadi Markas Penipuan Digital

by dimas
Mei 14, 2026

Sindikat love scamming dari balik penjara membuka ironi besar di era digital, ketika kesepian manusia berubah menjadi ladang kejahatan, sementara...

Kampus dan Budaya Bungkam: Kenapa Korban Kekerasan Seksual Takut Bicara?

Kampus dan Budaya Bungkam: Kenapa Korban Kekerasan Seksual Takut Bicara?

by dimas
Mei 11, 2026

Budaya victim blaming dan relasi kuasa membuat banyak korban kekerasan seksual di kampus memilih diam. Di balik ruang akademik yang...

Next Post
Joe Taslim: Dari Matras Judo ke Hollywood

Joe Taslim: Dari Matras Judo ke Hollywood

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id