Disekap dan diperkosa, mahasiswi di Makassar diduga menjadi korban jebakan lowongan kerja palsu dari media sosial hingga mengalami trauma mendalam selama tiga hari penyekapan.
Tabooo.id: Reality – Pintu rumah kontrakan itu akhirnya terbuka setelah masa sewanya habis. Namun yang muncul bukan penghuni biasa, melainkan seorang mahasiswi berusia 21 tahun dengan tangan terikat dan trauma yang belum selesai. Di sebuah perumahan elite di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, harapan mencari pekerjaan berubah menjadi mimpi buruk yang nyaris merenggut rasa aman seorang perempuan muda.
Polisi menduga pria berinisial FR (30) menyekap korban berinisial MA selama tiga hari. Selama berada di rumah itu, korban juga mengaku mengalami pemerkosaan.
“Kami benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat. Selanjutnya korban kami amankan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, pada Rabu (13/5/2026).
Kasus itu terbongkar ketika pemilik rumah datang memeriksa kontrakan karena masa sewa telah habis. Saat pemilik mengetuk pintu, korban keluar dari dalam rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Lowongan Kerja yang Berubah Jadi Jebakan
Korban mengenal pelaku melalui Facebook. Saat itu, MA sedang mencari pekerjaan lewat media sosial. Pelaku lalu menawarkan lowongan kerja dan meminta korban datang ke rumah kontrakan setelah diterima bekerja.
Namun rumah itu justru berubah menjadi tempat penyekapan.
Polisi menduga pelaku sengaja menyewa rumah tersebut selama tiga hari, sejak Jumat (8/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026), untuk melancarkan aksinya. Ketika polisi tiba di lokasi, pelaku sudah melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran.
Kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Kasus ini memperlihatkan bagaimana media sosial semakin sering menjadi pintu masuk kejahatan yang memanfaatkan harapan dan kebutuhan ekonomi anak muda.
Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, banyak orang mudah percaya pada lowongan tanpa verifikasi jelas. Ironisnya, ruang digital yang seharusnya membantu justru berubah menjadi medan jebakan baru.
Bahaya Digital yang Semakin Dekat
Hal paling mengerikan bukan hanya tindakan pelaku. Korban datang dengan niat membangun masa depan. Ia tidak mencari masalah. Ia hanya mencari pekerjaan.
Kini polisi terus memburu pelaku sambil mendalami dugaan kekerasan seksual yang dialami korban. Sementara itu, kasus ini kembali mengingatkan publik bahwa penipuan lowongan kerja tidak selalu berakhir pada kehilangan uang.
Dalam banyak kasus, taruhannya bisa tubuh, trauma, bahkan keselamatan hidup seseorang.
Di era media sosial, bahaya tidak selalu datang dari lorong gelap atau orang asing di jalanan. Kadang bahaya datang lewat pesan ramah, akun Facebook, dan janji pekerjaan yang terdengar meyakinkan.
“Di zaman ketika mencari kerja makin sulit, predator justru menemukan cara baru untuk berburu korban.” @dimas





