Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

by dimas
Juni 10, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Harga Pertamax melonjak menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tajam ini berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memicu kenaikan biaya hidup di berbagai sektor.

Tabooo.id: Reality – Kenaikan harga bahan bakar selalu berawal dari angka. Namun bagi jutaan keluarga Indonesia, angka itu cepat berubah menjadi biaya hidup yang lebih mahal, ongkos perjalanan yang membengkak, dan pengeluaran bulanan yang memaksa mereka menghitung ulang setiap rupiah.

Mulai 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Lonjakan Rp3.950 per liter itu menjadi salah satu kenaikan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Pada saat yang sama, Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter.

Di atas kertas, kebijakan ini hanya menyasar pengguna BBM nonsubsidi. Namun dalam kehidupan sehari-hari, dampaknya berpotensi menjalar jauh melampaui area SPBU.

Bukan Sekadar Harga BBM

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa perusahaan mengambil keputusan tersebut setelah berkoordinasi dengan pemerintah dan mengevaluasi perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta evaluasi terhadap perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.

Secara teknis, alasan itu masuk akal. Ketika harga energi global naik, biaya pengadaan dan distribusi ikut meningkat. Karena itu, perusahaan energi menyesuaikan harga untuk menjaga keberlanjutan pasokan.

Namun masyarakat melihat persoalan ini dari sudut yang berbeda.

Mereka tidak hanya bertanya mengapa harga naik. Mereka juga bertanya mengapa setiap gejolak energi global hampir selalu berakhir pada beban yang harus ditanggung konsumen.

Bagi pengguna Pertamax, kenaikan hampir Rp4.000 per liter berarti tambahan pengeluaran yang tidak kecil. Pengendara mobil yang menghabiskan 150 liter per bulan kini harus mengeluarkan sekitar Rp592.500 lebih banyak setiap bulan.

Sebagian orang mungkin menganggap angka itu masih wajar. Namun bagi kelas menengah yang sedang menghadapi kenaikan biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok, tambahan pengeluaran tersebut menambah tekanan yang sudah ada.

Efek Domino yang Mulai Bergerak

Kenaikan harga BBM tidak berhenti pada pemilik kendaraan.

Pelaku usaha logistik masih mengandalkan transportasi darat sebagai tulang punggung distribusi barang. Ketika biaya operasional naik, mereka akan menghitung ulang ongkos pengiriman dan biaya distribusi.

Efeknya memang tidak langsung muncul dalam hitungan hari. Namun pengalaman sebelumnya menunjukkan pola yang sama. Kenaikan biaya transportasi sering mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat.

Makanan, produk konsumsi, jasa pengiriman, hingga tarif transportasi umum berpotensi mengikuti arah yang sama.

Di sinilah persoalan sebenarnya muncul.

Harga BBM bukan sekadar urusan energi. Harga BBM menjadi salah satu komponen utama yang menentukan biaya ekonomi nasional.

Ketika biaya energi meningkat, hampir seluruh sektor ikut merasakan tekanannya.

Pertalite Tetap Murah, Tetapi Tekanan Belum Hilang

Pemerintah mempertahankan harga Pertalite dan Biosolar untuk menjaga daya beli masyarakat.

Kebijakan itu memberi ruang bernapas bagi jutaan pengguna kendaraan yang masih bergantung pada BBM subsidi. Namun selisih harga yang semakin lebar juga membuka kemungkinan perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite.

Fenomena itu pernah muncul pada periode-periode sebelumnya. Ketika harga BBM nonsubsidi melonjak, sebagian pengguna memilih beralih ke produk yang lebih murah.

Jika perpindahan itu terjadi dalam skala besar, pemerintah harus menanggung tekanan subsidi yang lebih besar.

Karena itu, pemerintah menghadapi dilema yang tidak ringan. Di satu sisi, pemerintah ingin menjaga harga tetap terjangkau. Di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga kesehatan fiskal negara.

Ini Bukan Sekadar Kenaikan Harga

Setiap kali harga energi dunia bergejolak, pola yang sama kembali muncul.

Ketika harga minyak naik, pemerintah dan perusahaan meminta masyarakat memahami mekanisme pasar. Namun kemampuan masyarakat untuk beradaptasi tidak selalu tumbuh secepat kenaikan biaya hidup.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kenaikan Pertamax kembali mengingatkan bahwa energi tetap menjadi salah satu faktor paling sensitif dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, harga BBM bukan hanya angka yang terpampang di papan SPBU.

Harga BBM mencerminkan hubungan antara pasar global, kebijakan negara, dan daya tahan ekonomi rumah tangga Indonesia.

Ketika angka itu melonjak hampir Rp4.000 per liter dalam semalam, pertanyaan yang muncul bukan lagi soal harga energi semata.

Pertanyaannya jauh lebih sederhana sekaligus lebih penting: sampai seberapa jauh masyarakat mampu menanggung biaya hidup yang terus bergerak naik? @dimas

Tags: biaya hidupdaya beli masyarakatHarga PertamaxKenaikan BBMPertamina Patra Niaga

Kamu Melewatkan Ini

Pasar Tidak Lagi Ramai: Ketika Harga Murah Tak Lagi Menarik Pembeli

Pasar Tidak Lagi Ramai: Ketika Harga Murah Tak Lagi Menarik Pembeli

by eko
Agustus 6, 2026

Harga ayam tetap murah, tetapi pembeli terus berkurang. Melemahnya daya beli mengubah cara masyarakat berbelanja dan memukul pasar tradisional. Tabooo.id...

Harga Beras Naik Lagi. Dompet Disuruh Adaptasi, Perut Disuruh Sabar

Harga Beras Naik Lagi. Dompet Disuruh Adaptasi, Perut Disuruh Sabar

by teguh
Agustus 6, 2026

Inflasi ternyata menemukan cara baru untuk mengganggu kehidupan. Tanpa suara keras, ketika harga beras naik lagi efeknya masuk ke dapur...

Bukan Cuma Harga Beras Naik, Tapi Kecemasan Orang Tua Saat Belanja

Bukan Cuma Harga Beras Naik, Tapi Kecemasan Orang Tua Saat Belanja

by teguh
Agustus 5, 2026

Pagi itu, suasana pasar tidak terlihat berbeda. Karung-karung beras masih tersusun rapi. Minyak goreng tetap memenuhi rak. Penjual ayam masih...

Next Post
BBM Naik Tajam, Apakah Tanda Awal Kehancuran Ekonomi Rumah Tangga?

BBM Naik Tajam, Apakah Tanda Awal Kehancuran Ekonomi?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id