Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, rel itu justru menyeret pertanyaan lain siapa yang sebenarnya menikmati perjalanan paling cepat dari proyek negara?.

Tabooo.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini membongkar dugaan penerimaan uang di lingkungan Kementerian Perhubungan. Penyidik memeriksa dua aparatur sipil negara (ASN) Kemenhub, Iman Sukandar dan Benny Nurdin Yusuf, untuk menelusuri dugaan gratifikasi dalam proyek negara untuk pembangunan jalur kereta.

“Pemeriksaan ini terkait dugaan pasal 12B (gratifikasi),” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Sekilas, kasus ini terlihat seperti perkara korupsi biasa. Ada pemeriksaan, nama pejabat muncul, lalu publik menunggu sidang. Namun kalau ditarik lebih dalam, kasus DJKA membuka pertanyaan yang lebih besar kenapa proyek transportasi negara terus menjadi magnet rente?

Masalahnya, ini bukan cerita baru.

Ketika Proyek Infrastruktur Menjadi Arena Berebut Untung

KPK juga menelusuri dugaan peran Bupati Pati nonaktif, Sudewo, yang sebelumnya duduk di Komisi V DPR. Komisi itu membawahi sektor infrastruktur dan transportasi.

Ini Belum Selesai

Canting Kuning: Ketika Batik Tulis Berjuang Melawan Zaman

Supersemar: Ketika Selembar Surat Mengubah Arah Republik

Penyidik tidak hanya mengejar aliran uang. Mereka juga menggali dugaan pengondisian vendor dalam proyek pembangunan jalur kereta di DJKA.

Kalimat “pengondisian vendor” memang terdengar teknis. Namun dalam praktiknya, istilah itu sering mengarah pada permainan proyek sebelum tender berjalan.

Pihak tertentu mengatur pemenang. Aktor tertentu membuka akses. Sementara proyek publik berubah menjadi ruang negosiasi kepentingan.

Pakar administrasi publik dari Universitas Indonesia, Prof. Eko Prasojo, berulang kali mengingatkan bahwa proyek infrastruktur menyimpan risiko korupsi tinggi. Nilai anggaran yang besar, proses teknis yang rumit, serta banyaknya aktor politik dan birokrasi membuka ruang kompromi kepentingan.

Semakin besar proyek, semakin besar pula ruang transaksi di belakang layar.

Pengamat antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, juga kerap menyoroti budaya rente yang hidup dalam proyek pemerintah. Banyak pihak tidak lagi melihat proyek sebagai layanan publik. Mereka justru memandangnya sebagai sumber keuntungan informal.

Ironisnya, pola itu terus muncul dengan wajah berbeda. Jalan tol tersandung kasus. Bansos masuk pusaran korupsi. Stadion bermasalah. Kini proyek jalur kereta ikut terseret.

Nama kasus boleh berubah. Namun polanya terasa sama.

Rel Kereta, Relasi Politik, dan Jalur Kekuasaan

KPK kini menelusuri hubungan antara proyek dan kekuasaan. Penyidik menggali peran Sudewo saat masih menjabat anggota Komisi V DPR.

Mereka mencari jawaban atas satu pertanyaan penting: apakah akses politik ikut membuka jalan bagi pengondisian proyek?

Kalau dugaan itu terbukti, maka persoalannya jauh lebih besar daripada sekadar gratifikasi.

Kasus ini akan menunjukkan bagaimana sebagian elite memanfaatkan proyek publik sebagai arena pertukaran pengaruh.

Sosiolog Universitas Gadjah Mada, Sunyoto Usman, pernah menjelaskan bahwa korupsi infrastruktur tumbuh subur dalam sistem patronase. Orang yang punya akses politik sering mendapat ruang lebih besar untuk mengendalikan anggaran publik.

Singkatnya, proyek tidak selalu memilih pihak terbaik. Kadang proyek memilih pihak terdekat. Dan publik kembali duduk di kursi penonton.

Dampaknya Buat Kamu: Proyek Mahal, Pelayanan Belum Tentu Membaik

Korupsi infrastruktur tidak berhenti di angka laporan audit. Publik ikut menanggung akibatnya.

Ketika fee proyek menggerus anggaran, kualitas pekerjaan sering ikut turun. Kontraktor menekan biaya material. Pengawasan melemah. Proyek mengejar target tanpa mutu yang matang.

Akibatnya terasa nyata Kereta terlambat, Jalur cepat rusak, Biaya logistik tetap tinggi, dan anggaran negara bocor.

Padahal pemerintah terus berbicara tentang konektivitas nasional. Publik juga berharap transportasi murah, cepat, dan aman.

Namun kalau rente menguasai proyek, maka yang melaju paling cepat justru uang Bukan pembangunan.

Ini Bukan Sekadar Kasus. Ini Pola Lama

Pertanyaan paling jujur sebenarnya sederhana: kenapa kasus seperti ini terus berulang? Jawabannya mungkin pahit.

Pengawasan sering tertinggal dari permainan proyek. Sistem pengadaan masih membuka banyak celah. Relasi politik dan anggaran terlalu dekat.

Sementara itu, proyek infrastruktur selalu menawarkan angka besar. Dan di negeri dengan birokrasi panjang, angka besar sering mengundang godaan yang lebih besar.

Kasus DJKA mengingatkan publik pada satu hal penting korupsi tidak selalu datang lewat koper uang atau transaksi gelap.

Kadang korupsi berjalan rapi Ia hadir lewat rapat resmi. Dokumen formal. Bahasa teknis. Prosedur administrasi. Kelihatannya legal Namun dampaknya sangat sosial.

KPK masih mengusut perkara ini. Semua pihak tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai pengadilan menjatuhkan putusan tetap.

Namun publik juga punya hak untuk curiga pada pola yang terus berulang. Rel kereta mestinya membawa masa depan.

Tapi kalau elite membelokkan rel itu untuk kepentingan sendiri, pertanyaannya tinggal satu Sampai kapan uang rakyat kehilangan arah?

Di negeri yang sibuk membangun rel, kadang yang paling cepat sampai tujuan justru aliran fee proyek. @teguh

Tags: Bupati PatiDJKAFee ProyekGratifikasiICWInfrastrukturjalurkeretaKemenhubKomisi V DPRkorupsiKPKpolitikProyek NegaraSudewo

Kamu Melewatkan Ini

Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka

Di Balik Kasus Febrie: Hukum atau Pertarungan Elite?

by dimas
Juli 16, 2026

Kasus Febrie Adriansyah memicu pertanyaan besar: murni penegakan hukum atau pertarungan elite? Transparansi kini menjadi taruhan kepercayaan publik. Tabooo.id -...

Negara Meminta Percaya, Tapi Momentum Memilih Bertanya

Negara Meminta Percaya, Tapi Momentum Memilih Bertanya

by dimas
Juli 15, 2026

Negara meminta publik percaya, tetapi penghentian pendataan MBG di tengah kasus Febrie justru memunculkan tanda tanya baru. Tabooo.id - Ada...

KPK Geledah Rumah Anggota BPK, Usut Suap Audit Muara Enim

KPK Geledah Rumah Anggota BPK, Usut Suap Audit Muara Enim

by dimas
Juli 15, 2026

KPK menggeledah rumah anggota BPK berinisial BB untuk mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Penyidik menyita barang bukti elektronik....

Next Post
Anak Hafal Skin Mobile Legends daripada Congklak, Siapa yang Salah?

Anak Hafal Skin Mobile Legends daripada Congklak, Siapa yang Salah?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id