Minggu, Juni 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BBM Naik, UU Polri Disahkan: Kebetulan atau Pengalihan Isu?

by dimas
Juni 14, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter
Kenaikan harga BBM dan pengesahan UU Polri terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Apakah ini hanya kebetulan, atau ada pola politik yang membuat perhatian publik bergeser?

Tabooo.id – Ketika harga BBM naik, masyarakat langsung merasakan dampaknya. Ongkos transportasi bertambah, biaya distribusi meningkat, dan harga kebutuhan pokok ikut merangkak naik. Pada saat yang hampir bersamaan, DPR mengesahkan revisi Undang-Undang Kepolisian (UU Polri), sebuah regulasi yang memicu perdebatan tentang relasi antara negara dan warga.

Dua peristiwa itu melahirkan satu pertanyaan yang terus bergema di ruang publik:

Apakah kenaikan harga BBM sengaja mengalihkan perhatian masyarakat dari pengesahan UU Polri?

Pertanyaan tersebut tidak lahir dari ruang kosong. Publik sering menemukan pola ketika pemerintah mengambil kebijakan ekonomi yang menyentuh kehidupan sehari-hari bersamaan dengan keputusan politik yang memicu kontroversi. Karena itu, banyak orang mulai mempertanyakan apakah kebetulan semacam ini benar-benar kebetulan.

Ketika Perhatian Publik Menjadi Arena Perebutan

Dalam politik modern, perhatian publik adalah sumber daya yang sangat berharga. Tidak ada masyarakat yang mampu memperhatikan seluruh isu secara bersamaan. Akibatnya, isu yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari biasanya mendominasi percakapan publik.

Ini Belum Selesai

Mahasiswa, Nabi Jalanan yang Kelak Menjadi Bagian dari Sistem?

Seruan Reformasi Jilid 2: Aspirasi Publik atau Nostalgia Politik?

Pakar komunikasi politik Maxwell McCombs dan Donald Shaw menjelaskan fenomena tersebut melalui teori Agenda Setting. Menurut mereka, media dan aktor politik memiliki kemampuan memengaruhi isu apa yang dianggap penting oleh masyarakat. Mereka mungkin tidak menentukan apa yang harus dipikirkan publik, tetapi mereka sangat berpengaruh dalam menentukan apa yang dibicarakan publik.

Semakin besar sorotan terhadap suatu isu, semakin besar pula peluang masyarakat menempatkan isu itu sebagai persoalan utama.

Dalam konteks ini, kenaikan harga BBM memiliki daya tarik yang jauh lebih kuat dibanding pembahasan pasal-pasal dalam UU Polri. BBM menyentuh kebutuhan sehari-hari. Masyarakat langsung merasakan dampaknya ketika mengisi bahan bakar, membayar ongkos transportasi, atau membeli kebutuhan pokok.

Sebaliknya, substansi UU Polri menuntut waktu, perhatian, dan pemahaman yang lebih mendalam. Karena itu, banyak orang lebih dulu membicarakan harga BBM daripada membaca perubahan regulasi yang baru disahkan DPR.

Di sinilah perhatian publik mulai bergeser. Ruang diskusi yang sebelumnya bisa membahas substansi UU Polri berubah menjadi ruang keluhan tentang kenaikan biaya hidup.

Teori Pengalihan Isu dalam Kajian Akademik

Para akademisi mengenal fenomena tersebut sebagai issue diversion atau pengalihan perhatian publik.

Peneliti komunikasi Rita Colistra memperkenalkan konsep agenda-cutting, yaitu proses ketika suatu isu kehilangan sorotan karena isu lain yang lebih dominan mengambil alih perhatian publik. Menurut Colistra, aktor politik maupun media dapat memunculkan fenomena ini melalui beberapa cara.

Pertama, mereka mengurangi visibilitas isu tertentu. Kedua, mereka menghilangkan isu dari agenda pemberitaan. Ketiga, mereka mengarahkan perhatian publik pada isu lain yang lebih menarik atau lebih emosional.

Dalam praktik politik modern, agenda-cutting tidak selalu lahir dari skenario yang dirancang secara sadar. Kadang-kadang masyarakat sendiri lebih tertarik pada isu tertentu karena isu tersebut memiliki dampak yang lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Namun apa pun penyebabnya, hasil akhirnya tetap sama: perhatian publik terpecah.

Sejumlah penelitian komunikasi politik internasional juga menunjukkan bahwa aktor politik sering menggunakan strategi komunikasi untuk menggeser fokus masyarakat dari isu yang berpotensi merugikan mereka menuju isu yang lebih menguntungkan secara politik. Para peneliti menyebut strategi tersebut sebagai political diversion.

Apakah UU Polri Sengaja Tertutup oleh Kenaikan BBM?

Sampai hari ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemerintah menaikkan harga BBM untuk menutupi pengesahan UU Polri.

Tidak ada dokumen resmi, pernyataan pejabat, maupun data yang membuktikan adanya koordinasi semacam itu. Karena itu, jurnalisme yang bertanggung jawab tidak boleh langsung menyimpulkan adanya pengalihan isu yang disengaja.

Namun persoalannya tidak berhenti pada soal niat.

Yang jauh lebih penting adalah dampaknya.

Ketika masyarakat memusatkan perhatian pada harga BBM, mereka memiliki lebih sedikit waktu untuk membahas substansi UU Polri. Media sosial dipenuhi keluhan tentang biaya hidup. Ruang publik membicarakan harga energi. Sementara itu, pembahasan mengenai perubahan regulasi bergerak ke pinggir percakapan.

Padahal UU Polri menyangkut persoalan yang jauh lebih panjang umurnya dibanding kenaikan harga BBM.

Harga BBM bisa berubah dalam hitungan bulan.

Sebaliknya, regulasi yang mengatur kewenangan aparat dan struktur kelembagaan negara bisa memengaruhi kehidupan publik selama bertahun-tahun.

Yang Sebenarnya Sedang Dipertaruhkan

Dalam negara demokrasi, pengawasan publik terhadap kebijakan adalah salah satu fondasi utama kontrol kekuasaan.

Masalah muncul ketika tekanan ekonomi menyita sebagian besar energi masyarakat. Banyak orang akhirnya lebih fokus bertahan hidup daripada mengawasi perubahan kebijakan yang terjadi di tingkat struktural.

Di sinilah ironi itu muncul.

Masyarakat harus memikirkan biaya hidup yang terus meningkat. Pada saat yang sama, perubahan regulasi tetap berjalan dan membutuhkan pengawasan publik yang memadai.

Kondisi tersebut tidak otomatis membuktikan adanya konspirasi besar. Namun kondisi itu menunjukkan bagaimana perhatian publik sering menjadi arena perebutan yang menentukan arah percakapan nasional.

Ini Bukan Sekadar BBM dan UU Polri

Jika kita melihatnya secara terpisah, kenaikan BBM adalah isu ekonomi dan UU Polri adalah isu hukum.

Namun jika kita melihatnya dalam bingkai yang lebih besar, keduanya berbicara tentang hubungan antara negara dan masyarakat.

BBM berbicara tentang beban ekonomi yang harus ditanggung rakyat.

UU Polri berbicara tentang bagaimana negara mengelola kewenangan dan menjalankan kekuasaan.

Karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukanlah:

“Apakah ini pengalihan isu?”

Melainkan:

“Mengapa setiap kali muncul perubahan besar dalam struktur kekuasaan, masyarakat justru sedang menghadapi persoalan ekonomi yang mendesak?”

Pertanyaan itulah yang seharusnya mendorong diskusi publik lebih jauh.

Analisis Tabooo

Dalam politik modern, perhatian publik adalah mata uang kekuasaan.

Siapa pun yang menguasai perhatian publik sering kali ikut mengarahkan percakapan nasional.

Karena itu, pengalihan perhatian tidak selalu membutuhkan rapat rahasia, dokumen bocor, atau skenario besar di balik layar. Terkadang pola tersebut muncul melalui rangkaian peristiwa yang secara tidak langsung mengubah fokus masyarakat.

Ketika rakyat sibuk menghitung kenaikan pengeluaran, mereka memiliki lebih sedikit waktu untuk mengawasi perubahan regulasi.

Ketika kecemasan ekonomi memenuhi ruang diskusi publik, pengawasan terhadap kebijakan lain ikut melemah.

Mungkin ini kebetulan.

Mungkin juga bukan.

Namun sejarah menunjukkan satu kenyataan yang berulang:

Demokrasi tidak selalu melemah karena negara melarang rakyat berbicara. Kadang demokrasi melemah karena rakyat terlalu sibuk bertahan hidup sehingga tidak sempat memperhatikan apa yang sedang berubah di atas mereka. @dimas

Tags: Demokrasi IndonesiaKenaikan Harga BBMPengalihan Isustrategi politikUU Polri

Kamu Melewatkan Ini

Reformasi TNI atau Kembalinya Dwifungsi dalam Wajah Baru?

Reformasi TNI atau Kembalinya Dwifungsi dalam Wajah Baru?

by dimas
Juni 14, 2026

Reformasi TNI kembali menjadi sorotan ketika peran militer semakin meluas di ruang sipil. Apakah ini penguatan negara atau tanda kembalinya...

Fragmentasi Mahasiswa dan Bayang-Bayang Reformasi Jilid II

Fragmentasi Mahasiswa dan Bayang-Bayang Reformasi Jilid II

by dimas
Juni 14, 2026

Fragmentasi gerakan mahasiswa kian terlihat di tengah krisis ekonomi dan tekanan demokrasi. Mampukah perlawanan yang terpecah melahirkan Reformasi Jilid II?...

Mahasiswa, Nabi Jalanan yang Kelak Menjadi Bagian dari Sistem?

Mahasiswa, Nabi Jalanan yang Kelak Menjadi Bagian dari Sistem?

by dimas
Juni 13, 2026

Mahasiswa sering dianggap penyelamat bangsa. Namun, apakah tugas suci itu nyata atau sekadar romantisme yang diwariskan dari generasi ke generasi?...

Next Post
Fragmentasi Mahasiswa dan Bayang-Bayang Reformasi Jilid II

Fragmentasi Mahasiswa dan Bayang-Bayang Reformasi Jilid II

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id