Tabooo.id: Musik – Kita sering menghitung dosa. Namun kita jarang menghitung nikmat. Mungkin di situlah cara kita melihat hidup mulai terasa berat.
Sebuah Percakapan Sederhana yang Berubah Jadi Lagu
Sebuah percakapan santai di siang hari melahirkan karya spiritual yang dalam.
Lagu “Menghitung” menjadi hasil kolaborasi antara Pusakata dan Haddad Alwi.
Menariknya, ide lagu ini tidak muncul dari diskusi musik.
Mereka lebih dulu berbicara tentang makna hidup dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Dalam percakapan itu, Haddad Alwi menyampaikan pemikiran sederhana yang terasa dalam.
“Mas Is, Allah itu menciptakan manusia untuk dibahagiain lho. Kita ini manusia diciptakan Allah SWT untuk dibahagiakan.”
Kalimat itu menjadi titik awal refleksi.
Bukan teori panjang, melainkan pemahaman yang terasa dekat dengan kehidupan.
Dari Rasa Bersalah Menuju Rasa Dicintai
Banyak orang melihat Tuhan dari sudut rasa bersalah.
Kita fokus pada dosa dan terus memohon ampun.
Namun kita jarang merasakan cinta-Nya secara utuh.
Dalam perenungannya, Haddad Alwi melihat sisi lain yang lebih dalam.
“Kasih sayang-Nya Allah, pertolongan-Nya Allah, cinta-Nya Allah dan kelembutan Allah lebih besar daripada dosa-dosa kita.”
Pemikiran ini mengubah sudut pandang.
Fokus tidak lagi pada rasa takut, tetapi pada rasa percaya.
Dari sinilah arah lagu mulai terbentuk.
“Menghitung” Bukan Soal Angka, Tapi Soal Kesadaran
Judul “Menghitung” lahir dari perenungan sederhana.
Maknanya bukan tentang angka, tetapi tentang kesadaran hidup.
Lagu ini mengajak pendengar menghitung kembali nikmat yang sering terlupakan.
Mulai dari hal kecil hingga hal besar dalam kehidupan.
Kita diajak melihat ulang apa yang dimiliki.
Bukan hanya mengingat apa yang hilang.
Karena sering kali, nikmat terbesar justru terasa biasa.
Lagu Ini Resmi Dirilis 10 April 2026
Lagu “Menghitung” resmi dirilis pada 10 April 2026.
Kini lagu tersebut tersedia di berbagai platform musik digital.
Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan berbeda.
Satu dari sisi musik reflektif modern.
Satu lagi dari tradisi spiritual yang kuat.
Pertemuan itu melahirkan karya yang terasa sederhana, tetapi dalam.
Refleksi yang Dekat dengan Kehidupan
Lagu ini bukan sekadar karya religi.
Lagu ini menjadi ajakan untuk melihat hidup dengan cara berbeda.
Kita sering menghitung kesalahan.
Namun kita lupa menghitung hal baik yang sudah kita miliki.
Padahal, rasa syukur sering menjadi kunci ketenangan hidup.
Kadang hidup terasa berat bukan karena kekurangan. Tetapi karena kita terlalu fokus pada yang hilang. @eko







