Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

“Menghitung”: Bukan Sekadar Lagu, Tapi Tamparan Batin

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Musik – Kita sering menghitung dosa. Namun kita jarang menghitung nikmat. Mungkin di situlah cara kita melihat hidup mulai terasa berat.

Sebuah Percakapan Sederhana yang Berubah Jadi Lagu

Sebuah percakapan santai di siang hari melahirkan karya spiritual yang dalam.
Lagu “Menghitung” menjadi hasil kolaborasi antara Pusakata dan Haddad Alwi.

Menariknya, ide lagu ini tidak muncul dari diskusi musik.
Mereka lebih dulu berbicara tentang makna hidup dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Dalam percakapan itu, Haddad Alwi menyampaikan pemikiran sederhana yang terasa dalam.

“Mas Is, Allah itu menciptakan manusia untuk dibahagiain lho. Kita ini manusia diciptakan Allah SWT untuk dibahagiakan.”

Kalimat itu menjadi titik awal refleksi.
Bukan teori panjang, melainkan pemahaman yang terasa dekat dengan kehidupan.

Ini Belum Selesai

Pesta Babi Papua: Saat Kehormatan, Alam, dan Identitas Bertemu

Mobil Baru Aman? Kenapa Banyak Kendaraan Gagal Uji Tipe?

Dari Rasa Bersalah Menuju Rasa Dicintai

Banyak orang melihat Tuhan dari sudut rasa bersalah.
Kita fokus pada dosa dan terus memohon ampun.
Namun kita jarang merasakan cinta-Nya secara utuh.

Dalam perenungannya, Haddad Alwi melihat sisi lain yang lebih dalam.

“Kasih sayang-Nya Allah, pertolongan-Nya Allah, cinta-Nya Allah dan kelembutan Allah lebih besar daripada dosa-dosa kita.”

Pemikiran ini mengubah sudut pandang.
Fokus tidak lagi pada rasa takut, tetapi pada rasa percaya.

Dari sinilah arah lagu mulai terbentuk.

“Menghitung” Bukan Soal Angka, Tapi Soal Kesadaran

Judul “Menghitung” lahir dari perenungan sederhana.
Maknanya bukan tentang angka, tetapi tentang kesadaran hidup.

Lagu ini mengajak pendengar menghitung kembali nikmat yang sering terlupakan.
Mulai dari hal kecil hingga hal besar dalam kehidupan.

Kita diajak melihat ulang apa yang dimiliki.
Bukan hanya mengingat apa yang hilang.

Karena sering kali, nikmat terbesar justru terasa biasa.

Lagu Ini Resmi Dirilis 10 April 2026

Lagu “Menghitung” resmi dirilis pada 10 April 2026.
Kini lagu tersebut tersedia di berbagai platform musik digital.

Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan berbeda.
Satu dari sisi musik reflektif modern.
Satu lagi dari tradisi spiritual yang kuat.

Pertemuan itu melahirkan karya yang terasa sederhana, tetapi dalam.

Refleksi yang Dekat dengan Kehidupan

Lagu ini bukan sekadar karya religi.
Lagu ini menjadi ajakan untuk melihat hidup dengan cara berbeda.

Kita sering menghitung kesalahan.
Namun kita lupa menghitung hal baik yang sudah kita miliki.

Padahal, rasa syukur sering menjadi kunci ketenangan hidup.

Kadang hidup terasa berat bukan karena kekurangan. Tetapi karena kita terlalu fokus pada yang hilang. @eko

Tags: musik indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

by eko
Mei 22, 2026

AI bisa bikin lagu, tapi tak punya hati. Kalimat itu menjadi kegelisahan utama Yovie Widianto saat berbicara dalam sesi Music...

Lagu “Sumbang” dan Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Politik

Lagu “Sumbang” dan Negeri yang Tak Pernah Selesai dengan Politik

by eko
Mei 14, 2026

Lagu “Sumbang” karya Iwan Fals bukan sekadar nostalgia musik lawas era 1980-an. Di balik liriknya, Iwan Fals menumpahkan kemarahan terhadap...

Sheila on 7 Rilis “Sederhana”: Saat Anak Muda Sulit Bedakan Butuh dan Ingin

Sheila on 7 Rilis “Sederhana”: Saat Anak Muda Sulit Bedakan Butuh dan Ingin

by eko
Mei 8, 2026

Di tengah zaman ketika semua orang berlomba terlihat sukses, Sheila on 7 justru datang membawa pesan sebaliknya. Lewat lagu terbaru...

Next Post
Pulang Membawa Gagal: Kenapa Kita Selalu Takut Mengecewakan Ibu?

Pulang Membawa Gagal: Kenapa Kita Selalu Takut Mengecewakan Ibu?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id